Kamis, 20 Desember 2007

IV: BUDIDAYA LEBAH INDONESIA

OLEH: BENY ULEANDER
A. Produksi Madu Masih Timpang

Dalam hal teknik budidaya lebah madu, angka produksi madu setiap tahun dan tingkat konsumsi madu, Indonesia sudah tertinggal dua sampai tiga dekade dari negara lain, meski perlebahan Indonesia terkategori sebagai salah satu komponen terpenting dalam pembangunan sektor pertanian dan kehutanan berkelanjutan. Secara ekologis dan ekonomis, peran lebah madu dalam penyerbukan tanaman cukup menguntungkan bagi kelestarian flora dan peternak lebah.
Seruan mengembangkan budidaya lebah madu di Indonesia pernah digagas mantan Presiden Soeharto di tahun 1977. Saat itu, Presiden Soeharto menganjurkan agar peternakan lebah dilakukan dalam skala besar. Dalam Lokakarya Nasional Riset dan Teknologi tahun 1978, anjuran presiden ditampung jadi bagian garis kebijaksanaan kegiatan riset dan teknologi pada PELITA III yang berkaitan dengan usaha pengadaan “BUTASARMAN” (Kebutuhan dasar manusia).
Secara operasional, Departemen Pertanian melalui Ditjen Kehutanan sudah menggelar di beberapa kawasan hutan dan pengembangan ternak tradisional (1), semi teknis (2) dan industrialisasi (3) oleh Ditjen Tanaman Pangan. Data statistik per tahun 1976-1980 menyebut, Indonesia harus mengimpor 176.000 kg madu setiap tahun. Untuk dijadikan sebuah komoditi non migas, maka secara kontinyu diperlukan sebuah pabrik farmasi, yang salah satu produk obat batuknya memerlukan komponen utama madu (Ketut Patra, Sinar Harapan, 28/1/1982).
Ditinjau dari kekayaan alam, Indonesia menyimpan potensi besar bagi pengembangan usaha perlebahan. Bahkan, enam dari tujuh species lebah madu di dunia ada ada di bumi nusantara, dan sudah dimanfaatkan masyarakat untuk diambil madu dan lilin.
Negeri dengan luas tanah sekitar 200 juta ha; pertanian 11.757.900 ha dan hutan sekitar 123.200.000 ha, yang yang dianggap produktif sebagai sumber pakan lebah (bee forage) hanya 80.000.000 ha. Dari total areal yang produktif tersebut dapat menghasilkan sekitar 80.000-200.000 ton dalam setahun. Menurut Algamar dkk (1986), Indonesia bisa menjadi negara industri perlebahan paling unggul di dunia.
Sayangnya, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara baik. Di sejumlah negara maju, lebah madu ditempatkan dalam mata rantai paket teknologi modern di bidang pertanian, minimal untuk sektor hortikultural. Ia dilindungi dari bahaya kemusnahan oleh obat-obatan anti hama. Bahkan, para pengusaha perkebunan buah-buahan sengaja menyewa serangga dari peternakan lebah ketika tanaman perkebunan sedang berbunga. Amerika Serikat, pada tahun 1982 misalnya, dari produksi pertanian bernilai sekitar US$ 45 miliar per tahun berkat kegiatan riset pengembangan ilmu dan teknologi, ternyata satu miliar dari jumlah tersebut, berkat aktivitas persarian (Pollination) (Anonymous, 1972).
Meksiko merupakan negara produsen madu terbesar di dunia. Negeri ini bisa produksi madu sekitar 37.200 ton per tahun (van der Plaas, 1982) dan juga tercatat sebagai negara terbesar yang menyuplai pasar madu dunia (20,1%) dari total pasar madu dunia per 1984 (Foo, 1986).
Sedangkan Jerman Barat justru menjadi negara pengimpor madu terbesar di dunia yakni sekitar 28,3% dari total madu di pasaran dunia per 1984 (Foo, 1986).
Di Jepang, impor madu terus meningkat 3 ton/tahun (1955-1959), 79 ton/tahun (1960-1964), 10.889 ton/tahun (1965-1969) (Soerodjotanojo et, al, 1980). Makin tinggi teknologi suatu negara, makin tinggi pula jumlah konsumsi madu (Winarno, 1980). Setahun, tingkat konsumsi madu di negara-negara maju seperti Jerman, Jepang, Inggris dan Perancis mencapai 700-1500 gr per kapita. Negara berkembang kurang dari 70 gr per kapita per tahun (Iliesu, 1977), dan Indonesia kurang dari 20 gr per kapita per tahun (Winarno, 1980), dan bahkan hanya 1,335 gr per kapita per tahun (Toebin, 1986).
Data Asosiasi Perlebahan Indonesia (API) 2005 menyebut, lingkungan pertanian dan hutan Indonesia seluas 19,2 juta hektar itu bila dioptimalkan, setahun Indonesia bisa menghasilkan minimal 200 ribu ton madu dari berbagai bunga, dari pertanian maupun hutan. Merunut pada asumsi ini, Indonesia bisa menghasilkan devisa negara Rp 20 trilliun per tahun dan jika dimaksimalkan bisa 2 juta ton per tahun dari bisnis perlebahan. Di samping itu, masyarakat bisa menjadikan madu sebagai food suplemen karena gizinya yang natural. Tradisi konsumsi madu di Indonesia sebenarnya sudah terjadi sejak ratusan tahun silam, namun baru sebatas obat dan dalam takaran yang sangat sedikit.
Saat ini, kesadaran masyarakat akan madu sebagai salah satu food suplement memicu terjadinya peningkatan terhadap kebutuhan madu. Data Asosiasi Perlebahan Indonesia (API) 2005 menyebut, angka konsumsi madu Indonesia berkisar 7000-15.000 ton per tahun. Sedangkan produksi madu Indonesia, per 2002 baru mencapai 4.000-5.000 ton/tahun. Di sini jelas tercipta jurang lebar antara tingkat kebutuhan dan produksi.
Potret miring ini memacu beredarnya madu palsu di pasaran. Kini, di pasaran madu dikenal original honey (madu asli) dan sintetis honey (madu proses atau campuran). Dari pengamatan API, sintetis honey paling dominan beredar di pasaran dan original honey hanya 10% ada di mal-mal, apotek, pasar swalayan, agen dan pasar-pasar tradisional.

B. Madu Organik Dan Sintetik

Geliat positif tentang meningkatnya kesadaran masyarakat untuk konsumsi madu sebagai obat dan food supplement, telah mendorong banyak produsen nakal membuat madu sintetik yang membahayakan kesehatan manusia. Kondisi inilah yang menyebar virus-virus traumatis bagi masyarakat untuk membeli madu karena kian banyaknya madu palsu yang beredar di pasaran.
Original honey merupakan madu yang dihasilkan lebah yang mengandung glukosa bukan gula tetapi nektar bunga yang diurai enzim jadi madu. Sedang sintetis honey sebagai sukrosa dan tidak mengandung unsur diatase yang ada di tubuh lebah. Sintetis honey sangat berbahaya dikonsumsi manusia terutama para penderita diabetes mellitus.
Sedikitnya, ada lima khasiat dari madu organik. Pertama, sebagai antibiotik konvensional untuk infeksi saluran kencing. Kedua, menyembuhkan mencret. Dengan konsentrasi hingga 40%, madu memberikan efek bakterial yang menghambat laju sejumlah bakteri yang menyebabkan mencret dan disentri seperti Salmonella, Shigella, enteropatogenik E coli dan Vibrio cholera. Dalam sebuah studi, madu dengan cairan rehidrasi oral mampu mengurangi durasi bakteri baik pada anak-anak maupun bayi yang menderita mencret.
Ketiga, madu dapat digunakan sebagai penyembuh luka dan anti inflammatory (luka bakar) serta mencegah infeksi bekas operasi. Madu bisa menyerap air yang ada di sekitar jaringan kulit terbakar. Sebuah studi di Afrika Barat menyebut, penyembuhan luka pada wanita setelah menjalani vulvectomy (operasi vagina) akibat kanker vagina, memakan waktu lebih cepat dengan menggunakan madu. Penggunaan madu juga disarankan untuk mengurangi tajamnya bau yang diakibatkan borok pada orang yang berpenyakit kusta.
Keempat, madu digunakan sebagai zat antitusif dan ekspektoran. Madu yang diandalkan sebagai obat batuk erat kaitan dengan kemampuan madu mencairkan dahak dan melegakan tenggorokan. Kelima, madu sebagai sumber nutrisi. Madu yang tidak terkontaminasi sangat sehat, makanan yang alami, dan mengandung banyak energi karena ada karbohidrat, protein, lipid, enzim dan vitamin. Satu sendok madu mengandung 60 kalori, 11 gr karbohidrat, 1 mg kalsium, 0,2 mg zat besi, 0,1 mg vitamin B dan 1 mg vitamin C.
Berbeda dengan madu proses (madu sintetik) yang sepintas sangat menyerupai madu asli. Madu sintetik dibuat tanpa pertolongan lebah atau memakai gula dengan proses sintetis oleh manusia bukan lebah. Umumnya, madu sintetik berwarna, penampilan, tekstur fisik, aroma dan rasa yang sama dengan madu asli. Orang awam sangat sulit membedakan mana madu asli dan mana madu tiruan.
Madu sintetik diolah campuran glukosa dengan gula pasir, buah, flavour dan zat warna, dan cukup berpotensi untuk membahayakan kesehatan manusia. Karena itu, perlu tetap diwaspadai mereka yang menjual madu dengan membawa sarang lebah. Meski kelihatan asli, seakan baru diambil langsung dari sarang madu, tetapi itu tidak bisa menjamin bahwa madu yang dijual itu madu asli, apalagi harga lebih murah di bawah standar madu asli.

B. Madu Asli Dan Madu Palsu

Madu yang beredar di Indonesia umumnya dihasilkan dari tiga jenis lebah; apis dorsata (lebah hutan), apis mellifera (lebah unggul) dan apis cerana (lebah lokal) yang ada di atas atap rumah. Dari segi kualitas, madu hutan (madu organik) berwarna hitam pekat lebih baik daripada madu yang dibudidaya. Sayangnya, masyarakat Indonesia sudah terbiasa konsumsi madu budidaya berwarna coklat cerah. Akibatnya, madu hutan dianggap sebagai madu palsu,” ujar pakar lebah, H Wawan Darmawan, SE, MBA.
Banyak orang penasaran untuk membedakan madu asli yang dihasilkan lebah pencari makan di alam bebas dari madu palsu (sirup gula, misalnya). Disinyalir, peredaran madu palsu di Indonesia sangat tinggi. Uji coba madu asli atau palsu lewat aroma, semut yang mengerubuti, kekentalan jika diteteskan pada debu, belum jadi jaminan sekitar keaslian sebuah produk madu.
Pengamat madu Indonesia, Surandi K. Riyatmo menilai, murni dan alami madu hanya bisa diteliti di laboratorium karena tidak ada cara lain yang bisa dipertanggungjawabkan. Di laboratorium, kandungan glukosa pada madu murni agak dominan kelihatan dan kandungan sukrosa lebih menonjol pada madu palsu. Madu asli mengandung mineral seperti natrium, kalsium, magnesium, alumunium, besi, fosfor dan kalium. Vitamin dalam madu berupa thiamin (B1), riboflavin (B2), asam askorbat (C), piridoksin (B6), niasin, asam pantotenat, biotin, asamfolat dan vitamin K.
Madu asli mengandung enzim sedangkan madu palsu tidak. Enzim tidak bisa dibuat manusia, dan hanya bisa dibuat lebah madu. Enzim-enzim terpenting dalam madu; diatase, invertase, glukosa oksidase, peroksidase dan lipase. Diastase merupakan enzim pengubah karbohidrat komplek (polisakarida) jadi karbohidrat sederhana (mono sakarida). Invertase merupakan enzim pemecah molekul sukrosa jadi glukosa dan fluktosa. Oksidase mengemban peran sebagai enzim pembantu oksidasi glukosa jadi asam peroksida. Enzim peroksidase melakukan proses oksidasi metabolisme. Semua zat berguna untuk proses metabolisme tubuh.
Sedangkan madu palsu mengandung campuran glukosa dengan gula pasir, buah, flavour dan zat warna sangat merugikan kesehatan manusia. Ciri-ciri madu asli harus berwarna-warni, hitam pekat (berasal dari bunga akasia), hitam kemerah-merahan, kuning cerah, kekuning-kuningan atau kuning keputih-putihan (lebah budidaya). Bila mendapatkan madu dengan warna dan kekentalan sama perlu diwaspadai karena warna madu asli tidak pernah sama.
Aroma juga bisa dijadikan media untuk menentukan asli atau palsunya sebuah produk madu. Madu asli punya aroma dan bau khas seperti madu dari bunga rambutan, kapuk randu atau kelengkeng. Ini berbeda dengan madu palsu yang sama sekali tidak beraroma.
Pengujian lain, madu asli bila dituangkan di atas piring sebanyak dua senduk lalu disirami air putih. Kalau digoyang ke kanan dan ke kiri membentuk sarang lebah. Jika tidak menyebar bahkan bercampur dengan air, maka terkategori madu palsu.
Uniknya, Surandi K Riyatmo menganjurkan konsumen untuk coba sendiri dengan menjadikan tubuh sebagai lab alam. Caranya, puasa selama 10 jam, lalu periksa gula darah. Katakan A minum madu 2-3 sendok. Sesudah 2 jam, periksa lagi gula darah. Katakan B bila madunya murni dan alami, selisih antara B dengan A kecil.
Penderita diabetes mellitus (DM) yang berpengalaman minum madu bisa merasakan madu murni dan madu palsu. Bila setelah minum madu, badan jadi segar dan bertenaga kembali (sama seperti bukan penderita DM yang baru saja minum teh manis), itu menandakan madu yang baru diminum murni dan alami.
Dalam tubuh penderita DM, madu diubah jadi tenaga (tanpa bantuan insulin). Bila penderita DM minum teh manis atau madu yang tidak murni dan tidak alami, ia tidak akan segera merasa segar dan bersemangat, tetapi tetap loyo bahkan tambah loyo (karena gula atau madu palsu tidak bisa diubah jadi tenaga tetapi "mencemari" tubuh).
Indikator lain adalah berat badan penderita DM. Bila setelah minum madu secara teratur berat badan tidak turun, itu tandanya madu yang diminum murni dan alami atau berat badan yang berangsur mendekati berat badan ideal. Pada etiket madu racik tercantum prosentase madu murni. Misalnya Madu Geruh, 100% madu murni, Madu Jamur, 95% madu murni dan 5% jamur. Madu Rocky, 85% madu murni dan 15% cuka apel.
Terkait fakta-fakta di atas, Surandi K Riyatmo menyarankan produsen madu agar mencantumkan prosentase kandungan madu. Misalnya 95% madu murni, 5% jamur, dan seterusnya. Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) diharapkan tetap mengawasi produk-produk madu yang beredar di masyarakat.

TABEL PERBEDAAN MADU ASLI & PALSU
Indikasi              Madu Asli;                                            Madu Palsu

Aroma:               Mempunyai Aroma;                        Tidak beraroma

Dicampur:    Di campur air putih, warnanya menjadi keruh;Dicampur air putih warnanya bening

Dipegang:    Terasa kesat;                                         Cenderung licin

Kandungan Madu: Mengandung Fluktosa, Glukosa, enzim dan berbagai macam vitamin; Mengandung Sukrosa (gula) dan Air

Panen Madu: Diproduksi oleh lebah sendiri yang diperolehnya dari berbagai nektar bunga;Dibuat manusia dengan berbagai bahan baku seperti sirop, tapioka, soda dan lain-lain yang dapat membahayakan kesehatan manusia.


Warna Madu: Tergantung bunga yang dihisap lebah; Warna cenderung sama

Kekentalan: Kekentalan tergantung kondisi cuaca. Jika musim hujan madu cenderung encer;Kekentalan cenderung sama karena dibuat oleh manusia sesuai aturan baku pembuatnya.


Sumber : APRIARI

D. Belajar Dari Thailand

Meski Indonesia memiliki pakan lebah yang besar namun produksi madu masih sangat sedikit. Di daratan Asia, Indonesia cukup jauh tertinggal dengan Thailand yang bisa produksi madu dari jenis kelengkeng 10.000 ton per tahun. Fakta ini seperti diungkap Ketua API H Wawan Darmawan SE, MBA karena minimnya pengetahun tentang manfaat lebah madu dan kurangnya dukungan pemerintah.
Hingga kini belum ada departemen yang khusus diberi tugas untuk mengawal dan mendampingi kegiatan usaha dan budidaya lebah madu di Indonesia. Pemerintah hanya menganggap kegiatan perlebahan sebagai aktivitas biasa yang tidak memiliki potensi. Jangan heran jika produksi madu per tahun tidak pernah bertambah, dan sebaliknya cenderung berkurang.
Di kalangan masyarakat masih tertanam kuat asumsi yang keliru soal lebah madu yang dapat merusak hasil pertanian dan perkebunan. Padahal, serangga kecil ini membantu penyerbukan pohon dan tanaman, sebagai sumber energi, madu jadi food supplement yang alami. Juga, lebah madu bisa diolah jadi aneka produk kosmetika dan farmasi. Contohnya, lilin lebah dibutuhkan oleh sekitar 200 industri, termasuk untuk riset atom (Smith, 1960). Sumber daya madu lebah bisa memberi kesempatan kerja yang cukup besar bagi para tenaga kerja. Di Meksiko, sekitar 600.000 orang yang terlibat aktif mengurusi sekitar 1.240.000 koloni lebah di negeri tersebut.
Di Thailand, raja sangat respek terhadap kegiatan perlebahan. Pemerintah Thailand bahkan menganggap madu sebagai sumber devisa potensial, dan karena itu terus dipacu produksinya guna mempertahankan pasar di kawasan Eropa. Potret ini berimbas positif pada ekonomi masyarakat peternak lebah madu dan masyarakat termotivasi untuk budidaya lebah. Di Chiang Mai, Thailand, ribuan hektar pohon kelengkeng ditanam petani lebah. Bayangkan dari bunga kelengkang saja Thailand dapat menghasilkan 10. 000 ton madu per tahun.
Untuk mengembangkan usaha perlebahan di Indonesia dalam skala besar agar sejajar dengan negara lain seperti RRC, Meksiko dan Australia, pemerintah perlu mendorong kegiatan pengayaan tanaman pakan lebah melalui gerakan penghijauan, reboisasi dan hutan tanaman industri. Pada lahan-lahan hutan terutama di pulau Jawa yang berbatasan dengan pedesaan, perlu ditanami jenis-jenis tanaman pakan lebah. Adanya kemudahan perijinan dalam kegiatan penggembalaan lebah terutama pada areal perkebunan dan hutan tanaman industri. Pemerintah juga wajib menertibkan peredaraan madu palsu diiringi sosialisasi tentang manfaat perlebahan bagi masyarakat. Selain itu adanya dorongan finansial berupa modal melalui bank-bank. Perlu diingat, peternak lebah kecil saat ini banyak mengalami kesulitan permodalan, dan mereka sangat memerlukan bantuan kredit dengan bunga lunak dan prosedur sederhana.
Peningkatan kemampuan SDM di bidang perlebahan melalui kegiatan penyuluhan, pelatihan dan pendidikan harus terus dilakukan. Peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi perlebahan melalui penelitian dan pengembangan oleh lembaga terkait jadi sesuatu yang penting, penyiapan sistem informasi perlebahan nasional dan pengembangan kerja sama regional dan internasional di bidang perlebahan. Peningkatan peranan pemerintah daerah sebagai fasilitator pengembangan perlebahan di setiap daerah dan penertiban aneka pungutan liar.
API saat ini sedang memacu masyarakat di sekitar hutan dan perkebunan untuk menjadi petani madu. Bukankah lebih baik daripada mereka mencuri kayu? Rencana ini tidak mudah, tanpa didukung pemerintah. Menurut catatan API, program pelatihan tentang budidaya lebah sudah sering dilakukan, --perorangan maupun lembaga dengan tujuan sosialisasi manfaat lebah dan mendorong minat masyarakat membudidayakan lebah.
Selain itu informasi budidaya lebah dilakukan di sekolah-sekolah, membina petani lebah di daerah-daerah dengan memberikan masukan-masukan terkait kendala yang dihadapi terutama teknologi budidaya lebah secara modern. Pengalaman studi banding ke negara-negara lain, --Asia, Eropa maupun Amerika ditularkan kepada para petani lebah agar lebih yakin dan lebih giat mencontohi petani lebah di luar negeri.

E. Asosiasi Perlebahan Indonesia (API)

Asosiasi Perlebahan Indonesia (API) yang dibentuk tahun 1992 merupakan himpunan masyarakat perlebahan plus mitra sejajar pemerintah untuk bersama-sama mengembangkan perlebahan Indonesia. Hingga kini, API dipimpin H Wawan Darmawan, SE, MBA.
API didirikan untuk memajukan usaha perlebahan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi berupa barang dan jasa yang bermutu bagi pemenuhan hidup rakyat banyak, meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan anggota, menyediakan wahana saling tukar informasi perlebahan antar anggota maupun masyarakat nasional dan internasional, meningkatkan profesionalisme kegiatan perlebahan, membina hubungan dengan organisasi asing serta meningkatkan pemanfaatan dan pemasaran produk perlebahan di dalam maupun di luar negeri.
Selama ini, hasil yang sudah dicapai berupa inventarisasi potensi pakan lebah untuk memudahkan peternak lebah menggembalakan koloni, pengembangan teknologi untuk mengejar ketinggalan dari negara maju perihal budidaya lebah madu, penyuluhan untuk menyelamatkan lebah hutan A. dorsata sebagai lebah asli Indonesia. Selain itu, aktif menjalin kerja sama teknis perlebahan dengan negara maju difokuskan pada alih teknologi, dan menggelar kongres perlebahan nasional.
Selama ini, pengembangan budidaya madu masih dipusatkan di area Bumi Perkemahan Cibubur (BPC), Jakarta Timur. Tidak seperti para pemburu madu hutan yang hanya menggantungkan hasilnya pada kebaikan alam dan kerja keras lebah untuk mengumpulkan madu, API dan Apiari Pramuka terus mengelola dan merawat sarang-sarang lebah yang ditempatkan di dalam kotak-kotak (stup) atau koloni, khususnya jenis Apis mellifera atau lebah unggul yang diimpor dari Eropa, dengan bentuk lebih kecil dari lebah hutan.
Berbagai jenis madu juga tersedia di kawasan BPC seperti madu rambutan, madu kapuk dan madu kopi sebagai hasil penggembalaan lebah secara nomaden. Sejak tahun 1972 hingga kini, Apiari Pramuka sudah menghasilkan 10.000 peternak lebah yang tersebar di seluruh pelosok tanah air dengan total koloni sebanyak 100.000-150.000. Hanya dengan 10.000 peternak lebah, Indonesia sudah bisa menghasilkan 7.000-15.000 ton per tahun.

F. F. Kiprah Pusat Pelatihan Perlebahan Sukatani (P3S)

Pusat Pelatihan Perlebahan Sukatani (P3S) yang disulap H Wawan Darmawan, SE, MBA berlokasi di Jl Dongkal Raya 8, Sukatani, Cimanggis, Kota Depok ternyata menggoda banyak petani dan peternak lebah untuk menekuni program pelatihan budidaya lebah. Wajar bila P3S ramai dikunjungi para hobies, peternak dan pelajar untuk studi tentang budidaya lebah.
Ditopang kontinuitas sosialisasi madu sebagai minuman kesehatan alami yang kaya nutrisi, P3S mulai membuka kursus perlebahan. Areal pelatihan yang dibangun di Sukatani cukup luas dan memberi keleluasaan kepada pengunjung untuk mengamati aktivitas lebah yang digembalakan.
Rencananya, jelas pria yang diakrabi Pak Lebah itu siap membangun museum perlebahan sebagai media alternatif bagi peserta kursus untuk lebih detail mengetahui dunia perlebahan. Eksistensi P3S cepat tercium insan pers, yang tertarik untuk membuka fakta seputar perlebahan dan bisnis madu seperti yang pernah dilakukan ANTV dan Koran Sindo (Seputar Indonesia) pada tahun 2005 lalu.
Dengan tayangan madu di televisi masyarakat bisa mengenal madu secara langsung sebagai obat mujarab dan makanan kesehatan. Kehadiran P3S bisa menekan peredaraan produk madu ‘aspal’ (asli tapi palsu), dan menciptakan lapangan kerja bagi warga sekitar.

G. Apis Mellifera Lebih Populer

Budidaya lebah madu merupakan salah satu kegiatan yang mudah dan dapat dijadikan penopang dan pendongkrak ekonomi masyarakat yang tinggal di sekitar sebuah kawasan hutan. Hanya, budidayanya masih tradisional sehingga madu yang dihasilkan berkualitas rendah. Karena itu, peternak lebah perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan teknik yang memadai.
Beberapa lokasi di pulau Jawa sedang dipelihara empat macam lebah penghasil madu; lebah lokal (Apis cerana atau Apis indica), lebah unggul (Apis mellifera), lebah hutan (Apis dorsata) yang besar-besar dan suka menyengat, serta lebah klanceng (Apis florea). Di tempat lain, masyarakat masih gemar memelihara Apis indica.
Dengan menguasai teknik budidaya dan mengenal perilaku hidup lebah madu, peternak di pulau Jawa cenderung mengembangkan budidaya lebah madu unggulan Apis mellifera asal Eropa dan Australia. Upaya itu digiatkan karena tertarik pada ukuran tubuh yang lebih besar dibanding Apis indica. Lebah imporan ini bisa menghasilkan cairan madu, tepung sari dan royal jelly jauh lebih banyak dibanding lebah lokal.
Rambut yang memenuhi sekujur tubuh lebah unggul itu berguna untuk menangkap serbuk sari bunga. Mulutnya yang berbentuk tabung panjang bermanfaat sebagai wadah penghimpun nektar. Sebagai lebah yang hidup berkoloni, jenis serangga itu memiliki sepasang sayap di muka dan sepasang sayap lagi di belakang. Dengan keempat sayapnya, lebah pekerja bisa terbang cepat ke mana-mana. Sebaliknya, kawanan lebah lokal lebih agresif ketimbang lebah unggul. Lebah lokal dipelihara di sarang buatan berupa tangkupan kayu bundar yang dibelah (glodok). Biasanya glodok dibuka sebulan sekali untuk diambil madunya.
Sebagai perbandingan, lebah lokal di pedesaan rata-rata menghasilkan madu 5-10 kg per koloni dalam setahun. Lebah impor milik peternak lebah bisa menghasilkan 40-50 kg per koloni setahun.
Untuk menggenjot peningkatan madu, tidak ada jalan lain selain memperbanyak koloni lebah Apis mellifera, karena produksi madunya sangat tinggi dan bisa digembalakan, kotak kandang mudah diangkut. Cuma jenis lebah impor ini memerlukan perawatan intensif secara profesional, modal dan pengetahuan beternak lebah, serta sang pemilik harus menguasai jalur bisnis.

1. Syarat Budidaya Lebah Madu

Jarak lokasi peternak ke sumber makanan sekitar 0,75 km dan jarak ke mata air bersih 200-300 m merupakan syarat budidaya yang baik. Selain tempat, juga udara harus sejuk dan bebas angin. Budidaya lebah perlu memperhatikan siklus tanaman berbunga. Karena itu, para peternak lebah sering pindah mengikuti musim berbunga tanaman.
Di dalam satu koloni terdapat seekor lebah ratu, 1000 lebah jantan dan 9.000 lebah pekerja. Jadi, dalam satu koloni terdapat 10.000 ekor lebah. Lebah ratu bertugas memimpin koloni plus bertelur. Lebah jantan membuahi lebah ratu dan menjaga keamanan sarang. Sedangkan lebah pekerja, mencari nektar bunga untuk dijadikan madu yang merupakan makanan mereka.
Di kawasan Sukabumi, Jawa Barat, para peternak lebah mengembangkan teknik budidaya lebah secara modern. Sebelum budidaya, koloni lebah madu didapatkan dari peternak lain atau Apiari. Apis Mellifera menjadi jenis lebah yang bagus untuk diternakkan dalam produktivitas tinggi. Koloni lebah diletakkan pada stup di bawah pohon sejarak antar stup minimum 2 meter.
Pemeliharaan dilakukan dengan rutin memeriksa sarang dan mengendalikan hama penyakit lebah secara tepat. Panen madu dilakukan tiga bulan sekali. Produksi yang ideal untuk satu koloni; 4 kg madu sekali panen dan terjadi secara fluktuatif. Pada masa paceklik bunga, hasil madu hanya bisa 2 kg/koloni. Namun, ketika bunga berlimpah produksinya bisa mencapai 8 kg/koloni.
Di saat musim berbunga tiba, lebah memang banyak mendapat makanannya. Namun saat musim bunga berlalu atau saat musim penghujan, lebah bisa dikatakan tidak memproduksi madu. Bila mereka tidak memproduksi madu, maka mereka tidak punya bahan pangan. Di sinilah peran peternak dalam menjaga kelestarian lebah menjadi penting.
Di kawasan Sukabumi, para peternak lebah memberi gula stimulan terhadap lebah agar bisa bertahan hidup. Suatu hal yang tidak dilakukan para pengumpul lebah hutan. Untuk memelihara lebah unggul, sering koloni-koloni lebah dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lain. Pemindahan tetap didasarkan pada asumsi bahwa lebah selalu mendapatkan cadangan nektar bunga yang cukup demi menjaga kelangsungan produksi madu. Pemindahan juga berfungsi untuk deversifikasi madu berdasarkan jenis bunga yang dihisap lebah.
Proses pembotolan madu di Apiari sangat sederhana, tapi tetap higienis. Madu yang terkumpul dalam puluhan tong plastik disaring, lalu dimasukkan ke dalam tangki untuk pengepakan ke dalam botol.
Sayangnya, pemerintah belum terlibat aktif mengembangbiakkan lebah. Hutan-hutan tropis di Indonesia, baru sebagian kecil yang digunakan sebagai tempat budidaya lebah, padahal potensi ekonomi lebah sangat besar dengan permintaan pasar yang menggiurkan seiring kecenderungan masyarakat untuk kembali konsumsi produk-produk organik yang berasal dari alam.

2. Peralatan Budidaya Lebah Madu

Teknik budidaya lebah modern tidak menggunakan glodok yang terbuat dari batang pohon kelapa. Petani lebih sering memakai stup. Stup merupakan tempat (kotak) tinggal koloni lebah yang terbuat dari kayu dengan ketebalan 2 cm. Kayu yang digunakan sebaiknya tidak berbau, tahan lama dan mudah didapat. Ukuran panjang stup 50 cm, lebar 40 cm dan tinggi 26 cm. Di dalam stup terdapat frame yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan sarang sepanjang 48 cm, lebar 3 cm dan tinggi 23 cm. Dengan bentuk sarang seperti ini, pemeriksaan koloni dan sisiran mudah serta bisa dilakukan setiap saat.
Lalu, disediakan fondasi sarang, penyekat ratu, kurungan ratu, mangkokan ratu dan bingkai stimulasi yang bertujuan mempercepat pembangunan sarang. Fondasi sarang dilekatkan pada frame. Adapun penyekat ratu digunakan untuk menahan ratu agar tidak naik ke kotak di atas atau kabur. Kurungan ratu digunakan untuk melindungi ratu atau mengenalkan ratu kepada koloni. Mangkokan ratu digunakan untuk menempatkan calon-calon ratu baru. Sarang yang baik dilengkapi bingkai stimulasi untuk digunakan sebagai wadah makanan tambahan ketika paceklik.
Selain itu dibutuhkan pengasap (smoker), masker, pengungkit, sarung tangan dan sikat lebah. Pengasap digunakan untuk menjinakkan lebah saat sisiran diangkat. Masker dan sarung tangan berguna melindungi kulit dari serangan lebah. Pengungkit untuk mengangkat sisiran yang melekat ke stup. Sikat lebah digunakan untuk menghalau lebah pada sisiran ketika dipanen.

H. Cara Menyimpan Madu

Teknik atau cara menyimpan madu menjadi jembatan untuk mengetahui satu kualitas madu. Madu sebenarnya tidak mudah rusak kecuali madu sintetik. Madu bisa bertahan sampai tahunan bahkan ratusan tahun. Namun untuk menjaga kualitas, kandungan vitamin dan zat lain yang dibutuhkan manusia, madu harus disimpan secara benar.
Madu disimpan di tempat yang kering (tidak lembab) dan tertutup agar tidak bereaksi dengan lingkungan sekitar. Sebab, madu bersifat hidroskopis (menarik air). Madu yang keluar dari sel sarang jika disimpan di tempat terbuka akan masuk air sehingga kadar air bisa bertambah. Tidak dibenarkan madu disimpan dalam lemari es.
Zat gula yang terkandung dalam madu menyebabkan munculnya sifat hidroskopis. Kandungan fluktosa lebih larut dalam air dibanding glukosa. Madu yang berkadar air tinggi mengalami fermentasi sehingga keawetan berkurang dan menghasilkan alkohol. Suhu optimum untuk menyimpan madu, sekitar 110 C. Namun pada suhu 210–270 C (suhu kamar) bisa disimpan dalam wadah kaca kedap udara.
Tempat menyimpanan madu harus terhindar dari sinar matahari atau cahaya lain agar zat anti bakteri tidak mudah rusak. Zat besi dalam madu biasanya siap teroksidasi dengan warna madu yang teroksidasi jadi lebih gelap. Proses ini mengurangi manfaat dan khasiat madu.
Juga tidak baik bila madu ditempatkan di lemari es karena bisa membeku. Tapi ada jenis madu yang membeku akibat pengaruh enzim. Seperti di Rusia, orang konsumsi madu beku, dan tanpa mengurangi kandungan yang dimiliki. Penyimpanan madu tidak boleh memakai wadah yang terbuat dari besi atau logam agar terhindar dari reaksi kimia antara wadah dan asam organik dalam madu.

BAB V: BISNIS MADU DI DUNIA

Gerakan back to nature yang menjadi trend masyarakat dunia cukup berimbas pada kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi produk-produk yang alami. Sebagai salah satu produk organik yang dihasilkan lebah, selama ini madu sudah dijadikan food supplement.
Setiap tahun, perlebahan di dunia menghadiahkan berjuta-juta ton madu kepada manusia, mulai dari benua Eropa, Amerika, Asia, Afrika dan Australia, dan sampai-sampai produk madu menjadi salah satu primadona industri yang berwujud makanan, farmasi (obat-obatan), kosmetika (kecantikan) dan produk industri lain. Eksisnya industri berbasis madu tidak terlepas dari peran penting dan strategis dari APINMONDIA, --sebuah asosiasi yang memayungi praktisi dan peternak lebah di seluruh dunia.
Asosiasi yang berkantor pusat di Roma, Italia itu bertujuan untuk mempromosikan hasil kemajuan sains, teknik dan terlibat aktif memajukan ekonomi masyarakat perlebahan, serta menggalang kerja sama peternak lebah antar negara.
Nama APIMONDIA dicetuskan pada Kongres Peternak Lebah Dunia I di Amsterdam, Belanda pada tahun 1949 seusai perang dunia II. APIMONDIA beranggotakan asosiasi-asosiasi perlebahan di seluruh dunia, dan Indonesia menjadi anggota APIMONDIA sejak tahun 1975 yang diwakili Pusat Apiari Pramuka.
Dalam perkembangannya, peran organisasi ini memberi motivasi tersendiri bagi eksistensi ekonomi dan industri kecil dalam masyarakat yang berbasis madu di berbagai belahan dunia. Di sejumlah negara, lebah madu dibudidayakan secara serius dan profesional. Di Amerika Serikat, Australia dan Eropa, para pengusaha perkebunan buah-buahan bahkan sengaja menyewa koloni lebah pada saat kebun tanaman buah mulai memasuki musim bunga. Di Selandia Baru, sewa kebun tanaman buah mencapai US$ 65 per koloni dan di Amerika Serikat US$ 49 per koloni. Adapun jenis lebah yang sering diternak para praktisi lebah Eropa adalah Apis Mellifera L.
Setiap koloni, Apis Mellifera L. paling efektif menghasilkan madu selama satu tahun. Di dunia, hanya dikenal tiga jenis Apis Mellifera yakni jenis Eropa (Apis Mellifera), Afrikasia (Apis Mellifera Adonsonii) dan Asia (Apis Mellifera Indica atau Cerana).
Negara-negara Asia memiliki kawasan paling subur bagi peternakan lebah, karena ditopang dengan iklim tropis yang tidak mengenal musim. Kondisi geografis yang lebih berpihak pada negara-negara di kawasan Asia ini menempatkan Asia sebagai ladang pakan lebah terbesar di dunia.
Bila faktanya demikian, sudah sewajarnya diikuti geliat bisnis madu yang dimotori masyarakat atau peternak lebah di kawasan Asia ketimbang negara-negara di empat benua yang lain. Bila komoditi lebah madu lebih didongkrak pamornya, bisa memberikan efek samping yang menguntungkan, baik untuk perolehan devisa negara non migas maupun menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat di desa-desa dan tumbuhnya unit-unit bisnis baru yang berbasis produk madu. Di samping itu, secara tidak langsung turut mendidik dan menyadarkan masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian alam, dan menjaga kesehatan umat manusia dengan mengkonsumsi madu.
Selama 10 tahun terakhir, produksi madu dunia meningkat dari 961.000 ton pada 1991 menjadi 1.128.000 ton di tahun 1998. Meski begitu, jumlah volume dan nilai ekspor madu masih terus mengalami fluktuasi dengan kisaran ekspor terendah bertengger pada angka 214.000 ton di tahun 1996, dan maksimum terjadi pada tahun 1994 takni 308.000 ton. Artinya, usaha perlebahan di era milenium ketiga tampak cukup prospektif.

A. Perlebahan Asia

Sebagai kawasan beriklim tropis, di kawasan Asia banyak dijumpai aneka bunga dan tanaman yang tumbuh subur sepanjang tahun. Potret ini sangat jelas menjadikan Asia sebagai surga bagi peternakan lebah madu dan memosisikan Asia sebagai penghasil madu terbesar di dunia.
Jepang, Indonesia, Thailand, Filipina, Vietnam, Cina, Kamboja, Laos, Malaysia dan Brunei Darussalam merupakan negara-negara ladang madu. Produksi madu terbesar berasal dari jenis madu hutan (Apis dorsata) dengan warna madu yang lebih gelap dibanding madu-madu Australia dan Eropa. Bahkan madu asal negara-negara di Asia sudah lama menguasai pasar madu di Eropa, Amerika Serikat dan Timur Tengah.
Selain menjadi negara yang kaya akan hasil perkebunan, Thailand tercatat sebagai negara yang berhasil membudidayakan madu dengan pakan lebah berlimpah dari bunga kelengkeng. Dengan jumlah penduduk sekitar 64 juta jiwa, Thailand tercatat sebagai nagara yang memiliki perkebunan terbaik di kawasan Asia.
Di kawasan Chiang Mai, terbentang areal perkebunan kelengkeng seluas 3 ribu hektar. Pakan untuk lebah cukup potensial. Selain madu kelengkeng, Thailand juga mengembangkan madu hutan dengan pakan lebah yang memadai. Dalam setahun, Thailand bisa menghasilkan 10 ribu ton madu, dengan Amerika Serikat dan Uni Eropa sebagai pasar utama madu Thailan.
Di Vietnam, tercatat lebih dari 100 ribu peternak lebah dengan total 670 ribu koloni (80% merupakan lebah unggul dan 20% lebah lokal atau lebah hutan). Dari total koloni tersebut, dalam setahun Vietnam memproduksi 15 ribu ton madu yang diekspor ke Amerika, Inggris dan Jepang. Kegiatan peternakan lebah hingga aktivitas ekspor madu, mendapat dukungan penuh dari pemerintah Vietnam.
Indonesia yang kaya akan sumber daya alam hayati, terbentang dari Sabang di Pulae We dan Merauke di Papua, masih terus menabung harapan untuk mengangkat citra madu sebagai salah satu komoditi andalan yang bernilai ekonomis dan medis. Pada bentang kekayaan alam yang maha besar di bumi Katulistiwa ini, diakui dunia sebagai negeri yang memiliki jenis lebah asli paling banyak di dunia. Berbagai jenis vegetasi yang ada merupakan tumbuhan penghasil pollen dan nektar sebagai sumber pakan lebah.
Antara lain, lebah hutan (Apis Dorsata) yang belum dibudidayakan. Jenis lebah ini hidup di hutan Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan gugusan pulau di kawasan Nusa Tenggara. Hingga kini, lebah hutan memberikan kontribusi terbesar bagi perlebahan Indonesia untuk produksi madu.
Lebah lokal (Apis Cerana) merupakan spesies lebah lokal yang gandrung dibudidayakan masyarakat pedesaan sebagai kegiatan sampingan. Meski produktifitas masih rendah, jenis lebah ini cocok dikembangkan untuk peningkatan kesejahteraan dan gizi masyarakat karena mudah diperoleh dengan harga yang relatif murah. Lebah kerdil (Apis Florea) hingga kini masih menjadi perdebatan ilmiah karena hanya ditemukan spesimennya di museum. Di hutan-hutan di wilayah Indonesia, belum pernah dilaporkan keberadaannya. Lebah kecil (Apis Andreniformis) mirip dengan Apis Florea, dengan membuat sarang tunggal di semak-semak. Produktivitas lebah ini tergolong rendah dan kurang ekonomis. Lebah kecil bisa dijumpai di semak-semak Sumatera, Kalimantan, Jawa dan wilayah di Nusa Tenggara.
Ada juga jenis lain yang agak lebih besar dari Apis Cerana yakni lebah merah (Apis koschevnikovi) dengan warna bulu sedikit kemerahan. Lebah yang khusus bertahan hidup di Kalimantan dan Sumatera itu hingga kini belum diusahakan secara komersial. Lebah Gunung (Apis Nuluensis), yang hingga kini keberadaannya masih diperdebatkan di Indonesia. Konon, ada di dataran tinggi Serawak dan juga Kalimantan dengan ukuran tubuh mirip Apis Cerana.
Terakhir lebah lokal Sulawesi (Apis Nigrocincta). Lebah tanpa sengat (Trigona sp) ini merupakan lebah asli Asia dari genus trigona yang berkarakter spesifik. Kekhasan lebah ini terletak pada rasa madunya asam namun tahan terhadap fermentasi, jarang hijrah dan harga produk dari jenis madu ini jauh lebih mahal dibanding produk madu yang terbuat dari lebah Genus Apis.

Cina: Setahun, Produksi 200 Ribu Ton Madu

Perlebahan di negeri Cina mencatat, setiap tahun Cina mampu memproduksi madu sebanyak 200 ribu ton lebih. Menurut data organisasi perlebahan Cina per tahun 2004 menyebut, selain itu, Cina juga memperoduksi 2000 ton polleng, 3000 ton serbuk sari lebah dan propolis sebanyak 300 ton. Semua produk berbasis lebah itu didapat dari 7.001.500 sarang lebah yang dibudidaya petani lebah di sejumlah propinsi negara tersebut.
Dr Diao Qingyun dari The Institut of Apicultural Research, CAAS Cina menyatakan, Cina sendiri memiliki areal perkebunan dan hutan yang cukup luas dan dijadikan penopang utama ketersediaan pakan lebah. ’’Dengan banyaknya pakan lebah, produksi lebah jelas melimpah dan menjadi salah satu negara pengekspor madu terbesar di dunia,’’ kata Qingyun.
Sekarang, lebih dari 1000 ribu perusahaan terjun langsung dalam produk lebah di Cina. Mereka adalah anggota Pertanian Association Cina. ‘’Baru-baru ini, pemerintah Cina membuat pelatihan-pelatihan membudidayakan lebah untuk mendapatkan kualitas produk lebah yang bagus,’’ katanya.
Tujuan pelatihan tersebut juga untuk mendidik para peternak lebah agar secara dini mengetahui bahaya residu pestisida dan pencemaran logam berat produk lebah. Penguasaan program residu pestisida dalam produk lebah, sudah dimulai selama beberapa tahun dan memperoleh kemajuan dalam peningkatan kualitas madu.
Selain itu, pemerintahan Cina sendiri terus menggelontor program pelatihan seputar pemelihara lebah di Propinsi Zhejiang yang diikuti dengan Undang-Undang tentang keamanan produk pertanian. ‘’Lebah madu itu sangat menguntungkan para petani. Selain produksi, lebah madu dapat membantu petani melakukan penyerbukan. Bahkan lebah madu juga dikembangkan di tanaman pangan rumah kaca,’’ kata Dr Diao Qingyun.
Cina menjadi salah satu negara di Asia Timur yang memiliki dua nama yakni Republik Rakyat Cina --yang lebih dikenal sebagai Cina dan pemerintahnya berkuasa atas Cina daratan, Hongkong dan Makao. Nama kedua, dikenal dengan sebutan Republik Cina (ROC), yang umum dikenal sebagai Taiwan dengan pemerintah berkuasa atas Pulau Taiwan dan pulau-pulau di sekelilingnya.
Namun banyak negara berpendapat, secara resmi daerah yang diperintah Taiwan itu merupakan bagian dari Republik Rakyat Cina. Cina merupakan peradaban tertua di dunia yang masih eksis hingga sekarang dengan sistem penulisan yang konsisten sejak dahulu dan masih berlaku hingga sekarang. Banyak penemuan penting bersumber dari peradaban Cina kuno seperti kertas, kompas, serbuk mesiu dan aneka material cetak.

Perlebahan Myanmar: Melirik Apis Mellifera

Meski perlebahan Myanmar belum semaju perlebahan Thailand dan Indonesia, namun belakang sedang dibidik secara serius sebagai salah satu bahan pendukung obat, kecantikan dan sumplemen. Tercatat beberapa petani lebah Myanmar mengikuti pelatihan secara rutin di perlebahan Thailand terutama budidaya Apis Mellifera. Beberapa petani sudah beternak lebah secara modern namun produksi lebah afis mellifera masih relatif sedikit.
Sekarang berbagai latihan pengembangan lebah asal Eropa di Myanmar terus dilakukan di Propinsi Chiang Rai. Para petani lebah berjumlah 200 orang berhasil merawat 20.000 koloni serta Apis Mellifera terus dikembangkan karena jenis lebah ini paling rajin berproduksi.
Saat ini, Myanmar belum bisa mengekspor madu ke luar negeri. Di dalam negeri saja, harga madu berkisar 2.500- 3000 Kyats. Masyarakat Myanmar banyak menjadikan madu sebagai obat dan makanan suplemen untuk kesehatan. Beberapa perusahaan kosmetik menjadikan madu senagai salah satu bahan dasar alternatif.
Negeri yang sebelumnya lebih dikenal dengan sebutan Burma itu berubah nama menjadi Myanmar pada 1989, dan akhirnya mendapat pengakuan dari Persatuan Bangsa bangsa (PBB) sebagai sebuah negara yang berdaulat. Negara seluas 680 km dipimpin pemerintahan militer sejak kudeta tahun 1988, dengan penduduk sekitar 55 juta jiwa. Sebelum dipindahkan pemerintahan junta militer ke Nay Phy Daw, Yangon menjadi ibu kota negara.
Budha merupakan agama dengan pengikut mayoritas dan pendapatan negara terbesar dari sektor pertanian. Uniknya, semua sistem pembayaran dilakukan secara tunai atau cash. Jadi masyarakat di negara itu tidak dimanja dengan adanya kartu kredit, ATM dan apalagi money changer. Jika ada tamu asing yang berkunjung ke negeri tersebut, biasanya langsung menukarkan dollar di black market. Fungsi bank hanya sebagai tempat penyimpanan uang tanpa bunga serta hanya mentransfer uang antar negara.

Laos: Andalkan Universitas Untuk Budidaya Lebah

Peran kaum intelektual untuk sosialisasi budidaya lebah jauh lebih mengena dibanding pemerintah. Hal itulah yang diterapkan Pemerintah Laos untuk memberdayakan peternak lebah dengan mengedepankan pihak perguruan tinggi swasta maupun negeri. Salah satu universitas yang dipercaya pemerintah untuk berperan aktif dalam pendampingan terhadap para peternak lebah adalah Fakultas Pertanian Universitas Of De Lao.
Dalam prakteknya, sekolah yang dipimpin Rektor Profesor Bounpheng itu lebih fokus mengembangkan jenis lebih Apis Melifera dan Apis Cerana. Kedua jenis lebah tersebut justru domoinan diternak petani di bagian Utara Laos, terutama Propinsi Luang Prabang. Wilayah yang berbatasan langsung dengan negeri Cina itu dikenal dengan hawa yang sejuk.
Menurut Profesor Bounpheng, perlebahan di Laos kurang berkembang karena minimnya pelatihan, baik yang diberikan pemerintah maupun pihak terkait. Karena itu pihak universtas merasa bertanggung jawab untuk mengembangkan budidaya perlebahan di negara yang tergolong miskin ini.
Kini, Laos memiliki 200 koloni Apis Melifera dan 500 koloni Apis Cerana. Apis cerana bisa hidup di mana saja, terutama bila sebuah kawasan itu terdapat tumbuhan yang berbunga. Sebagai salah satu daerah tropis di Asia, jelas menjadi dukungan khusus untuk terciptanya perkembangbiakan lebah secara sehat. Diyakini, lebah yang diternak secara baik dapat produksi madu sepanjang tahun. Apalagi di hampir semua kawasan banyak tumbuh pakan lebah. Berbeda dengan benua Eropa yang mengalami musim dingin. Di Rusia misalnya, panen madu hanya satu kali dalam setahun, dan itupun hanya pada musim semi.
Laos merupakan negara yang terhimpit oleh daratan di Asia Tenggara dan diselimuti hutan lebat yang kebanyakan bergunung-gunung. Salah satu daerah tertinggi justru Phou Bia dengan ketinggian 2.817 m dpl. Untuk dataran rendah, mendapat imbas positif dari aliran sungai Mekong dengan kondisi tanah yang cukup subur. Daerah ini langsung berbatasan dengan Thailand. Sedangkan sederetan pegunungan dari Rantai Annam lebih membentuk sebagian besar perbatasan di Timur dengan Vietnam.
Iklim Laos adalah tropis dan dipengaruhi oleh angin musim. Musim hujan berlangsung dari Mei hingga November, dan diikuti musim kemarau pada Desember sampai April. Ibukota dan kota terbesar di Laos adalah Vientiane, disusul Luang Prabang, Savannakhet dan Pakse.
Pemerintah Laos mencanangkan 21% dari wilayah negara sebagai Area Konservasi Keanekaragaman Hayati Nasional (National Biodiversity Conservation Area), yang siap dikembangkan sebagai taman nasional. Bila sudah rampung, kawasan itu konon menjadi taman nasional terbaik dan terluas di Asia Tenggara.
Sejumlah spesies binatang baru ditemukan di Laos beberapa tahun terakhir. Antara lain Kelinci Annam, Saola dan yang terbaru adalah Tikus Batu Laos (Khanyou). Laos sebagai salah satu dari sekian negara komunis, mulai melepas kontrol ekonomi dan mengizinkan berdirinya perusahaan swasta sejak tahun 1986. Seperti negara berkembang lainnya, kota-kota besar dominan menikmati pertumbuhan ekonomi, terutama Vientiane, Luang Prabang, Pakxe, dan Savannakhet.

B. Perlebahan Australia

Salah satu negara yang sedang gigih melakukan budidaya lebah adalah Australia, dengan sistem penggembalaan ternak lebah di pohon Jarrah, --pohon yang tumbuh subur di kawasan hutan Perth Timur.
Ada dua jenis pohon Jarrah yang dikenal luas oleh masyarakat Australia. Pertama, Eucalyptus marginata var marginata, -- mayoritas tumbuh di Perth bagian Selatan dan sebagian kecil bisa ditemukan kawasan distrik utara Perth. Kedua, Eucalyptus marginata var thalassica,-- pohon Jarrah yang tumbuh di kawasan Perth bagian Timur. Kawasan ini lebih dikenal sebagai Blue Leaved Jarrah.
Keunggulan madu yang berasal dari bunga pohon Jarrah di Australia mengandung fluktosa yang sangat tinggi. Tidak heran, secara kualitatif, madu asal Australia diakui sebagai madu dengan kualitas terbaik di dunia.
Sejak Australia Barat ditempati orang Eropa, pohon Jarrah sudah memperoleh penghargaan karena kualitas kayu yang dimiliki. Kayu mahogani banyak digunakan untuk bangunan di Perth terutama furniture.
Bagi penduduk Australia, madu dari pohon Jarrah sangat spesial karena memiliki tingkat fructose tertinggi. Konsumen yang menderita diabetes dan masih ingin menikmati sedikit gula dalam diet bisa merasakan manfaat dengan konsumsi madu tersebut. Berbeda dengan madu lain di seluruh dunia yang lebih tinggi kandungan glukosanya. Madu dari pohon Jarrah berwarna gelap dan banyak mengandung mineral yang bisa dijadikan suplemen makanan untuk program diet.
Madu jenis ini dianggap sebagai madu dengan peroxide tertinggi di dunia. Bahkan sebuah penelitian menyebut, madu ini memiliki zat antibakteri yang mampu menangkal Staphyloccus aureus, Escherichia coli, Candida albicans, Candida glabrata dan Candida dubliniensis.
Saat ini perlebahan Australia berhimpun dalam The Federasi Council of Australian Apiarists Association (FCAAA) yang membawahi beberapa asosiasi seperti Western Australian Farmer’s Federation dan Queensland Beekeepers’ Association.

C. Perlebahn Eropa

Meski secara kuantitas produksi madu masih jauh tertinggal dibanding Asia namun kualitas madu Eropa terkategori baik. Bahkan sejumlah negara Uni Eropa disebut-sebut sebagai penghasil madu terbaik di dunia.
Irlandia misalnya, hingga kini cukup intensif menggarap sektor perlebahan. Negeri bekas jajahan Inggris tersebut memiliki luas sekitar 83.168 M2. Secara historis, pada 29 Desember 1937 telah ada kesepakatan perjanjian kemerdekaan bagi Republik Irlandia yang ditandatangani pemimpin Irlandia Selatan dan pemerintah Inggris. Namun, karena sedang meletus Perang Dunia II, Inggris batal melaksanakan isi perjanjian tersebut.
Seusai perang Dunia II, pada tahun 1949, rakyat Irlandia selatan yang mayoritas Katolik, mengumumkan secara resmi kemerdekaannya dari Inggris. Kemerdekaan tersebut direbut rakyat Irlandia setelah 8 abad berjuang melawan kolonial Inggris.
Negeri berpenduduk 1,5 juta orang itu memiliki peternak lebah sebanyak 3 ribu orang, dan 2.500 peternak sudah bergabung dalam Federasi Perlebahan Irlandia. Dari total peternak tersebut, 71,76% adalah orang yeng menekuni peternakan karena hobi dengan koloni 10 kotak per orang. Sedangkan 12,95% adalah para pemilik lebah dengan koloni sekitar 11-20 kotak, 10,75% terdiri atas peternak dengan 21-50 koloni lebah dan pemilik koloni lebah di antara 51-200 baru sekitar 4,6%. Di Indonesia, seseorang baru bisa disebut peternak bila sudah memiliki minimal 500 kotak koloni.
Jumlah produksi madu yang dihasilkan Irlandia Selatan sekitar 250 ton per tahun, dan masih sangat kecil dibanding peternak lebah Indonesia yang bertengger pada level angka 4000 ton per tahun.

Perancis: Jadikan Lebah Pengawal Lingkungan

Karena lebah dianggap binatang yang mampu membantu kehidupan manusia dalam bidang pertanian, Union Nationale deI'Apiculture Francaise (UNAF) sebagai organisasi perlebahan Perancis mendukung penuh program budidaya lebah di negara Eropa Barat tersebut. Bahkan pemerintah Perancis menjadikan lebah sebagai ikon lingkungan.
Sebagai binatang yang dapat membantu penyerbukan tanamana pangan, maka selain sebagai lebah dikenal luas sebagai Pengawal Lingkungan, juga eksistensi dan perkembangannya diberi ruang hidup yang dianggap sangat penting. UNAF juga membuat kampanye dan promosi di majalah Abeilles et Fleurs milik serikat pekerja Perancis. dalam majalah itu, anggota serikat pekerja bisa mengetahui lebih banyak tentang lebah madu dan dunia perlebahan. UNAF sendiri mewakili Perancis di APIMONDIA yang merupakan induk organisasi perlebahan di seluruh dunia.
Produk lebah madu digunakan untuk keperluan industri kesehatan dan kosmetik serta produk alami lain. Bagi masyarakat Perancis, madu dijadikan makanan suplemen untuk menunjang kesehatan. Perancis merupakan negara yang terletak di Eropa Barat dengan wilayah terdiri dari berbagai pulau. Perancis Metropolitan membentang dari Laut Tengah sampai Selat Inggris, dan dari Sungai Rhein sampai Samudera Atlantik.
Di daratan, Perancis dibatasi Belgia, Luxemburg, Jerman, Swiss, Italia, Monako, Andorra dan Spanyol. Perancis dan Inggris dihubungkan Terowongan Channel yang menembus dasar Selat Inggris. Di luar wilayah metropolitan, Perancis berbatasan dengan Brasil, Suriname dan Antillen Belanda.
Perancis terkenal dengan dunia adibusana (fashion), roti, anggur, musik, kereta api super cepat (TGV) dan resor-resor ski di Pegunungan Alpen, dekat perbatasan Swiss. Nama Perancis mewarisi nama sebuah kerajaan Jermanik yang wilayahnya pernah mencakup daerah tersebut pasca runtuhnya Kekaisaran Romawi yaitu Kerajaan Franka.
Wilayah utama Perancis terletak di daratan Eropa Barat dan ditambah wilayah lain di Amerika Utara, Karibia, Amerika Selatan, Samudra Hindia bagian selatan, Samudra Pasifik dan Antartika. Teritori tersebut memiliki berbagai bentuk pemerintahan dari département d'outre sampai Pays d'outre-mer.
Lansekap Perancis Metropolitan sangat beragam. Di bagian utara dan barat, terdapat pesisir. Di bagian tenggara ada Pegunungan Alpen, dan Pegunungan Pirenia di barat daya, di samping dataran tinggi lainnya seperti Massif Central, Pegunungan Jura, Vosges dan Arden. Di Alpen sendiri terdapat titik tertinggi di Eropa Barat yakni Mount Blanc setinggi 4.810 meter. Perancis sendiri memiliki Sungai Loire, Rhône, Garonne dan Seine.

Perlebahan Turki

Turki sebuah negara yang masuk wilayah Eropa, ternyata mampu menghasilkan madu yang memiliki kualitas yang terbaik di Eropa. Dengan lima jenis lebah yang dibudidaya seperti Lebah Apis Mellifera Anatonia, Lebah Apis Melifera Caucasica, Lebah Apis Melifera Syriaca, Lebah Apis Melifera Meda dan Lebah Apis Melifera Carnica, Turki mampu menghasilkan lebah 65.000 ton per tahun.
Menurut Ketua Asosiasi Perlebahan Indonesia (API), H. Wawan Darmawan, SE, MBA, Turki memiliki 4500.000 koloni lebah dengan 38.000 peternak dan mampu memproduksi madu sebanyak 65.000 ton/tahun. Dengan jumlah peternak yang ada, Turki memang belum maksimal membudidayakan madu.
Dari sekian banyak jenis lebah yang terdapat di Turki ini, 75 persen lebah budidaya yang menetap di perkebunan dan sisanya berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Dalam perkembangannya, Turki juga mampu memproduksi ratu lebah kurang lebih 200.000 ekor per tahun. Perkembangan ini tentunya akan meningkatkan produksi madu setiap tahunnya.
Di negara yang beribukota Ankara ini terdapat suatu lembah yang dikenal dengan nama Lembah Camili seluas 27.000 hektar di utara dan timur pegunungan Camili dengan ketinggian mencapai 2.415 meter di atas permukaan laut (dpl). Bunga yang ada di lembah Camili berasal dari pohon Castanea, Rhododendron, Ribes, Salvia, Taraxacum, Nila dan Trifelium.
Pohon-pohon tersebut berbunga pada bulan Maret tepatnya pada musim panas. Ada sebagian penduduk Turki tinggal di 6 desa di lembah Camili tersebut. Mereka masing-masing memiliki tanah perkebunan sekitar setengah hingga satu hektar dan mereka beternak lebah lokal yang jumlahnya mencapai 2400 koloni.
Kotak-kotak lebahnya terbuat dari kayu Linden yang dapat menghasilkan madu 80 – 100 kg per tahun, dan untuk pendapatan rata-rata petani lebah di Turki ini mencapai US $1.000 per tahun.

D. Perlebahan Rusia

Wilayah Rusia terletak di benua Eropa di bagian timur dan benua Asia dengan Pegunungan Ural sebagai pembatasnya, dan Siberia menjadi wilayah terluas dengan iklim cukup dingin. Karena terletak di belahan bumi paling utara, wilayah perairan Rusia umumnya ditutupi es. Meski begitu, beberapa laut dinyatakan bebas es seperti laut Barents, laut White, laut Kara dan laut Laptev. Laut Siberia timur merupakan bagian dari Antartika atau kutub utara, dan laut Bering, laut Okhotsk dan laut Jepang sebagai bagian dari Samudera Pasifik.
Rusia memiliki beberapa pulau seperti Novaya Zemlya, daratan Franz Josef, Kepulauan New Siberian, Pulau Wrangel di Samudera Arktik, Kepulauan Kuril dan Sakhalin (yang masih jadi sengketa dengan Jepang). Ada Sungai Dnephr yang berbatasan langsung dengan Ukraina) dan Sungai Volga. Selain itu ada danau Kaspia dan Laut Hitam yang berbatasan dengan Turki. Melalui Selat Bosphorus dan Sekat Dardananela, kapal-kapal Rusia dari Laut Hitam dapat berlayar menuju Laut Tengah dan Terusan Suez.
Bagi konsumen madu di Indonesia, madu yang mengkristal merupakan madu yang terkategori berkualitas terjelek. Berbeda dengan Rusia, bekas negara adidaya ini, madu kristal memiliki tonikum tinggi sehingga rata-rata penduduk Rusia harus konsumsi madu yang berkristal.
Di seluruh wilayah Rusia tersebar sekitar 200.000 koloni lebah. Potret ini memicu banyaknya para peneliti lebah dan mendukung eksistensi terapi sengatan lebah (bee venom). Jumlah peternak tercatat 600 ribu orang, baik sekedar hobi maupun yang menjadi peternak profesional.
Dalam setahun, peternak lebah hanya panen madu selama satu bulan yakni setiap bulan Juni di musim semi dengan total produksi madu berkisar 300.000-400.000 ton. Sehabis panen, koloni lebah diletakan di sebuah tempat dan diarahkan untuk membuat propolis dan royal jelly.
Soal pakan (bunga) cukup melimpah karena biasanya pada musim semi, ada sekitar 270 jenis tanaman yang berbunga. Karena harus siap-siap memasuki musim dingin setelah panen, madu yang dipasarkan dan tetap digandrungi konsumen tersebut merupakan madu yang sudah mengkristal. Di pasaran, 1 kg madu dijual dengan harga 320 rubel atau 10 dolar Amerika (Rp 100.000).

E. Perlebahan Afrika Dan Amerika

Afrika sebenarnya negara produsen madu yang berkualitas, dan masyarakat Afrika sudah lama mengenal madu sebagai sebuah produk terunggul. Masyarakt Mesir dan Assyria menjadikan madu sebagai obat penyembuh luka dan batuk. Anggapan itu terkait keampuhan madu yang mencairkan dahak dan melegakan tenggorokan. Madu juga dianggap sebagai sumber nutrisi, makanan bergizi yang menyehatkan dan kaya akan karbohidrat, protein, lipid, enzim dan vitamin.
Satu sendok madu mengandung 60 kalori, 11 gram karbohidrat, 1 mg kalsium, 0,2 mg zat besi, 0,1 mg vitamin B dan 1 mg vitamin C. Sekarang, madu sudah dipasarkan secara meluas ke kalangan masyarakat Afrika.
Merunut pada sebuah studi yang dilakukan di Afrika Barat, penyembuhan luka pada wanita setelah menjalani vulvectomy (operasi pada vagina) akibat kanker vagina, memakan waktu lebih cepat dengan konsumsi madu. Pemanfaatan madu juga disarankan para medis untuk mengurangi bau busuk akibat borok pada orang yang menderita penyakit kusta.
Sub spesies Afrika terdiri dari Apis mellifera scutellata, capensis, monticola, sahariensis, intermissa, adansonii, unicolor, lamarkii, litorea, nubica dan Apis mellifera jemenetica. Dengan hutan yang masih terhampar luas, Afrika menjadi salah satu produsen madu yang berkualitas dan siap bersaing dengan madu asal Amerika dan Australia untuk dipasarkan di kawasan Uni Eropa.
Di Amerika, lebah madu yang dominan dikembangkan masih sebatas Apis mellifera, --jenis lebah impor dari Eropa. Lebah ini diklasifikasikan pertama kali oleh Linnaeus pada tahun 1758 dengan menyebar dari Eropa, Amerika Utara, Amerika Selatan, Indonesia dan Australia. Lebah yang cepat beradaptasi dengan lingkungan ini sudah banyak dibudidayakan oleh para peternak asal Amerika Serikat.
Saat ini perkembangan madu di benua Amerika cukup pesat. Brasil dan Meksiko merupakan negara produktif pengekspor madu. Di Meksiko, koloni lebah digunakan untuk membantu polinasi atau persarian atau penyerbukan, --pemindahan tepung sari (pollen) ke putik (stigma) bunga suatu pohon yang dilakukan lebah selama proses pembuahan (fertilasi).

Uganda Miliki Potensi Lebah Yang Besar

Uganda merupakan negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah. Memiliki potensi pengembangan perlebahan yang sangat luar biasa, terutama di sebelah barat di propinsi Masindi District, Mid Western Uganda. Dari budidaya lebah, mampu menambah penghasilan petani di pedesaan. Jika dikelola serius usaha ini dapat membantu pemerintah Uganda memerangi kemiskinan.
Potensi ini diketahui pasca ada penelitian dari Organisation National Agriculture Resaerch Organisation Uganda (ONAROU) pimpinan Robert Kajobe. Menurutnya, berbagai penelitian terus dilakukan untuk pemeliharaan lebah sehingga akan menghasilkan kualitas dan kuantitas produk yang unggul. ‘’Sekarang produk perlebahan Uganda banyak terdapat di sebelah barat Uganda tepatnya di wilayah Masindi yang banyak pakan lebah,’’ katanya.
Persoalan yang sering dihadapi para petani, menurut Kajobe adalah sekitar permodalan, dan biaya sosialisasi perlebahan karena masih banyak kualitas madu yang berkualitas buruk. Karena itu, perkelahan Uganda terus memberi sosialisasi seputar budidaya lebah sesuai standar yang benar seperti pemeliharaan, panen, proses dan menyimpan produk perlebahan.
‘’Jika cara yang digunakan secara benar dan petani memiliki fasilitas yang lengkap untuk membudidayakannya, perlebahan Uganda akan cepat berkembang dan memiliki mutu dan kualitas yang baik,’’ katanya.
Republik Uganda merupakan sebuah negara di Afrika Timur. Negara yang mendapat julukan Mutiara Afrika oleh Winston Churchill ini berbatasan dengan Kenya di sebelah timur, Sudan di utara, Republik Demokratik Kongo di barat, Rwanda di barat daya, dan Tanzania serta Danau Victoria di selatan. Nama negara ini berasal dari kerajaan Buganda yang wilayahnya dahulu mencakup bagian selatan Uganda.
Uganda terbagi kepada 70 distrik, walaupun tak berpantai, Uganda mempunyai beberapa danau besar, seperti Danau Victoria, danau Albert,danau Kyoga dan danau Edward. Negeri ini terletak di plateau Afrika Timur, 900 m dpl. Umumnya Uganda beriklim tropis, tapi ada juga variasi. Uganda miliki beberapa pulau di danau Victoria. Kota-kota terpenting terletak di selatan dekat danau Victoria termasuk ibukota Kampala dan kota di dekatnya, Entebe. Uganda dibagi atas empat daerah administratif; utara, timur, sentral dan barat dengan nama menurut kota terbesar. Misalnya kota Kampala terletak di distrik Kampala.

Perlebahan Tanzania

Tanzania adalah negara cantik yang terletak di Afrika bagian Timur, beriklim tropis. Dahulu dikenal dengan nama Tanganyika, karena di Tanzania ada sebuah danau yang sangat terkenal yaitu Danau Tangayika dan berbatasan dengan banyak negara, antara lain Kenya, Uganda, Rwanda, Burundi, Democratic Republic of Congo, Zambia, Malawi, dan Mozambique.
Setiap tahunnya, Tanzania memproduksi 10.000 ton madu dengan rata-rata 700 ton lilin lebah. Hampir semua lilin lebah di Tanzania ini berkualitas tinggi karena diproduksi dari sarang yang terbuat dari kulit kayu atau batang kayu dan tidak terkontaminasi oleh bahan logam.
Lilin lebah yang terdapat di Tanzania dengan ibukotanya yang sangat terkenal Dar es Salaam ini, memiliki banyak manfaat, bahkan sebagian besar lilin lebahnya dijual ke Brylcream dan Eropa.
Luas wilayah Tanzania adalah 945.087 km2, dengan penduduk berjumlah sekitar 35.922.454 orang, 95% berasal dari penduduk asli Afrika (ras Bantu) terbagi dalam 130 suku yang sebagian besar peternak lebah. Mereka mengembangkan lebahnya di hutan yang memiliki nektar bunga yang sangat baik seperti pohon Muwa (Julbernardia Globiflora). Sarang lebah di hutan selalu terdapat di atas pohon yang dapat melindunginya dari predator lebah lain seperti semut dan kebakaran rumput.

Perlebahan Yaman, Proyek Potensial Ekonomi Nasional

Bagi pemerintahan Republik Yaman, perlebahan merupakan proyek yang sangat potensial dalam perekonomian nasional. Sepanjang tahun 2005 saja, Yaman mampu mengekspor hasil lebah madu sebanyak 17 persen ke negara-negara Eropa. Sekarang ini Yaman memiliki lebih dari satu juta lokoni lebah sehingga menteri pertanian mempertimbangkan investasi pada bisnis madu. Hal ini tertuang dalam 5 strategi pertanian di negara tersebut.
Perlebahan Yaman yang mulai dikembangkan secara intensif sejak tahun 1993 ini, menyediakan berbagai kursus perlebahan kepada masyarakat atau petani madu yang tersebar di seluruh Republik Yaman. Ada sekitar 4.037 peternak mengikuti latihan yang diadakan pemerintah.
Tak hanya diekspor ke Eropa, madu Yaman juga banyak diperjualbelikan di Indonesia atau lebih dikenal dengan madu Arab. Namun sayangnya, karena kualitas yang baik, banyak madu Arab yang dipalsukan dengan mengekstrak sari buah kurma.
Republik Yaman adalah sebuah negara di Jazirah Arab di Asia Barat Daya, bagian dari Timur Tengah. Yaman berbatasan dengan Laut Arab di sebelah selatan, Teluk Aden dan Laut Merah di sebelah barat, Oman di sebelah timur dan Arab Saudi di sebelah utara. Orang-orang keturunan Arab di Indonesia sebagian besarnya berasal dari negara ini.
Yaman merupakan salah satu pusat peradaban Islam tertua di dunia. Dari abad ke-9 SM hingga abad ke-6 Masehi, Yaman menguasai perdagangan rempah yang menguntungkan. Yaman dikenali oleh orang Roma sebagai Arabia Felix (Arab Gembira) kerena kekayaannya yang dihasilkannya.
Yaman Utara mencapai kemerdekaan dari Kerajaan Turki Uthmaniyyah pada tahun 1918 dan menjadi sebuah republik pada tahun 1962. Pada tahun 1939, Inggris menduduki pelabuhan Aden dan menjadikannya sebagai sebuah tanah jajahan.
Pada tahun 1967, Inggris mundur karena tekanan yang semakin meningkat dari pejuang Yaman yang disokong negara Mesir dari utara. Selepas pengunduran Inggris, kawasan ini dikenali sebagai Yaman Selatan. Pada tahun 1970, kerajaan selatan mengamalkan sistem kerajaan komunis. Kedua-dua negara disatukan secara resmi sebagai Republik Yaman pada 22 Mei 1990.

BAB VI: MADU RACIKAN PAK OLES

OLEH: BENY ULEANDER
Dr Ir GN Wididana, M.Agr dikenal sebagai pionir pertanian organik berbasis teknologi Effective Microorganisms (EM) di Indonesia. Selain bergerak di bidang pertanian, pria kelahiran Buleleng 9 Agustus 1962 ini merambah bidang kesehatan dengan ikon Ramuan Pak Oles yang dipasarkan PT Karya Pak Oles Tokcer berpusat di Bali.
Teknologi EM pertama kali ditemukan Prof Teruo Higa dari University of Ryukyus Okinawa, Jepang. Kemudian Prof Higa bersama Wididana melakukan penelitian, membuat buku dan menyebarkan informasi mengenai penggunaan mikroorganisme yang menguntungkan (EM) untuk mengurangi residu kimia.
Dari teknologi tradisional yang diproses melalui fermentasi EM, pria yang diakrabi Pak Oles ini memproduksi Minyak Oles Bokashi dalam skala besar –sebuah produk kesehatan yang multi khasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit seperti wasir, salah urat, alergi kulit, kudis, kurap, penyakit dalam hingga meningkatkan vitalitas seks.
Pak Oles juga meracik berbagai produk madu. Madu Geruh untuk meningkatkan stamina, Madu Sekar untuk menjaga berat badan ideal, Madu Rocky untuk menetralisir nikotin, Madu Jamur untuk menurunkan kolesterol dan asam urat, Madu Pollen (Malen) untuk meningkatkan metabolisme tubuh dan Pasta Serbuk Sari Sekar (Pollen) agar awet muda. Aneka produk madu tersebut dikemas dalam dua ukuran: 110 ml dan 375 ml dan sudah merambah pasar di DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Lampung, NTB, Sulawesi Selatan dan Bali.
Madu asli yang sebelumnya dianggap sebuah barang langka di pasaran karena sulit ditemukan, image tersebut sirna dan terkubur dengan adanya aneka madu Ramuan Pak Oles. Terbukti, redaksi Koran Pak Oles setiap minggu menerima masukan dari suara konsumen maniak Ramuan Pak Oles dari berbagai propinsi di Indonesia. Mereka umumnya menyatakan (testimonium), penyakit yang mereka derita sembuh berkat konsumsi salah satu madu racikan Pak Oles.
Untuk pengadaan bahan baku madu, sejak tahun 1997, PT Karya Pak Oles Tokcer sudah menjalin kerja sama dengan Koperasi Usaha Perlebahan Indonesia. Madu yang berhasil dipasarkan setiap bulan mencapai 10 ton. Pada tahun 2003, berkat ketekunan dan keseriusan Pak Oles dalam bidang pemasaran madu, Koperasi Usaha Perlebahan Indonesia memberikan tanda penghargaan kepada Pak Oles.

A. Madu Geruh

Madu Geruh adalah madu asli Bali dari bunga tanaman di lahan pertanian organik di Bali. Madu Geruh dapat menyembuhkan berbagai penyakit karena di dalamnya mengandung asam amino yang lengkap, gula buah (fruktose), gula tepung (maltose), gula sakarin (sakarosa), gula disakarida dan polisakarida, vitamin C, Vitamin B, B2, B6 asam panthotenat, asam daun (asam folik), natrium, kalium, posfor, sulfur, enzim, hormon, zat bakterisida dan zat aromatik.
Kandungan zat alami tersebut sangat tepat dan lengkap untuk menjaga kesehatan dan mempercepat proses penyembuhan tubuh manusia. Madu merupakan karunia Tuhan yang dihasilkan dari nektar bunga dan diolah di dalam tubuh lebah sehingga berkhasiat obat dan sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan manusia.

Kode :OL-13007
Kategori :Madu
Klasifikasi :Kesehatan
Kemasan :Botol
Isi :375 ml/110 ml
Harga : Rp 35.000/Rp 15.000
Komposisi : Madu 100% (asli ).

Manfaat

1.Menambah tenaga ekstra dan menyehatkan badan.
2.Memperlancar peredaran darah dan memperlambat proses penuaan tubuh.
3.Meningkatkan ketahanan tubuh terhadap serangan penyakit.
4.Mempercepat proses penyembuhan dan menyembuhkan sariawan serta sakit gusi.
5.Memperlancar saluran air seni dan saluran pencernaan.
6.Menghaluskan kulit (dioleskan untuk masker).
Pemakaian :
• Minum 3 sendok Madu Geruh setiap hari, badan terasa sehat dan segar.
• Campurkan satu butir telur dengan 3 sendok Madu Geruh, dua kali seminggu untuk tambah tenaga dan meningkatkan vitalitas.
• Tiga sendok makan Madu Geruh campur dengan satu gelas air hangat/dingin diminum, akan terasa lebih enak bila ditambah jeruk nipis atau cuka apel.Campuran minuman ini baik untuk kesehatan dan menyegarkan badan.
• Madu Geruh bisa digunakan sebagai pemanis atau pengganti gula pasir untuk campuran minuman dan makanan.
• Minum campuran susu, telur, jahe dan madu bisa menyegarkan badan dan meningkatkan stamina tubuh.

Suara Konsumen
1.
Madu Geruh Cegah Ngompol Dan Tambah Nafsu Makan
Nama : Putri Ajjahra Maghfiroh (Foto Ok)
Umur : 2,5 Tahun
Alamat : Jl Manukan Ranu Blok 21A/4 Manukan Kulon, Tandes Surabaya
Kesan :
Anak saya, sewaktu umur 2 tahun masih sering ngompol karena kebiasaan pakai pampers. Berat badannya hanya 9 Kg karena tidak mau makan sejak bayi. Kalau makan selalu muntah-muntah. Dia hanya mau minum ASI. Usaha saya untuk memberinya vitamin juga tidak membawa hasil. Suatu ketika ada SPG Pak Oles menawarkan Madu Geruh. Lalu saya tertarik untuk mencobanya. Secara rutin saya memberi anak saya minum Madu Geruh. Belum habis satu botol kecil, hasilnya sudah kelihatan. Nafsu makannya berubah. Dia mau makan nasi dan minum susu lanjutan. Apalagi setelah saya sapih kebiasaan ngompolnya juga hilang meski waktu tidur malam hari. Kini, kondisi badannya semakin sehat jarang terkena flu, berat badannya juga bertambah hingga 13 Kg dan buang air kecilnya lancar.

2.
Madu Geruh Atasi Panas Anak
Nama : Zaka (Foto Ok)
Umur : 41 Tahun
Pekerjaan : Pegawai Swasta
Alamat : Jl Kiarancondong 349 Rt 05/Rw 03 Kebun Kangkung, Bandung, Jawa Barat
Kesan :
Anak saya pernah mengalami demam dan panas tinggi. Saya menyuruh dia minum Madu Geruh racikan Pak Oles. Alhamdulillah demamnya Hilang dan panasnya turun. Kami pun mulai berlangganan Ramuan Pak Oles seperti Minyak Oles Bokashi karena telah terbukti khasiatnya. Produk Pak Oles kami rasakan puas dan siip.

3. Madu Geruh Menormalkan Trombosit Akibat DB
Nama : I Gede Wiranegara (Foto Ok)
Umur : 31 Tahun
Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Jl Raya Sesetan 67, Denpasar
Kesan :
Saya menderita demam berdarah (DB). Menurut hasil pemeriksaan dokter, trombosit saya sangat drop (rendah) sehingga saya harus opname di salah satu rumah sakit. Pada saat opname, saya terus mengkomsumsi Madu Geruh. Dalam waktu tiga hari, trombosit saya sudah normal dan diperbolehkan pulang. Pasien di sebelah saya juga menderita demam berdarah, mereka juga ikut mengkomsumsi Madu Geruh, ternyata kesehatan mereka juga makin membaik dan cepat bisa pulang. Terimakasih Pak Oles.

4.
Madu Geruh Menambah Nafsu Makan Anak Saya
Nama : TH Inti Pranajati (Foto Ok)
Umur : 42 Tahun
Pekerjaan : Guru
Alamat : Sidoarjo, Jawa Timur
Kesan :
Putra saya yang berumur tiga tahun mengkonsumsi Madu Geruh untuk menambah nafsu makan. Ternyata selain menambah nafsu makan, Madu Geruh juga bisa untuk menambah stamina anak saya. Saya juga merasakan stamina bertambah berkat minum Madu Geruh. Selain Madu Geruh, saya mengkonsumsi Madu Jamur untuk menghilangkan pegal-pegal di badan.

5.
Madu Geruh Hilangkan Sariawan
Nama : Drajat Hidayat (Foto Ok)
Umur : 44 Tahun
Pekerjaan : Karyawan SMAN Rambipuji,
Alamat : Jember, Jatim
Kesan :
Saya sering sekali sariawan. Untuk mengobati penyakit tersebut segala macam obat atau jamu sudah saya coba tapi belum ada hasilnya. Namun setelah saya mengkomsumsi Madu Geruh dan Minyak Oles Bokashi, sariawan saya tidak pernah muncul lagi. Saya semakin yakin Madu Geruh dan Minyak Oles Bokashi mengatasi sariawan saya sampai ke akar-akarnya.

6. Badan Kembali Segar Minum Madu Geruh
Nama : Subandi
Umur : 26 Tahun
Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Sido Sermo 4 Gg 3/29 Wono Coto, Surabaya
Kesan :
Setelah saya minum Madu Geruh secara teratur, influensaku sembuh. Bahkan, tenggorokanku yang tadinya sakit bila menelan obat juga sembuh. Badan terasa segar. Akhirnya, saya percaya khasiat alami Ramuan Pak Oles memang bukan omong kosong. Betul-betul tokcer. Sekarang bila anak saya panas dan perutnya kembung, saya beri madu racikan Pak Oles. Sementara isteriku yang kerap menderita linu-linu di kaki dan tangan juga sembuh setelah pakai Gelang EM Keramik. Terima kasih Pak Oles. Semoga tetap tokcer.

7.
Madu Geruh Hilangkan Capek
Nama : Nining Kurnia Ningsih
Umur : 37 Tahun
Pekerjaan : Guru SD
Alamat : Kamal, Bangkalan, Madura, Jawa Timur
Kesan :
Sebagai seorang guru yang banyak aktivitas mengajarnya, saya sering merasa capek. Kebetulan, saya bertemu dengan seorang SPG Pak Oles yang menawarkan Madu Geruh untuk menambah stamina. Setelah saya mengkonsumsi Madu Geruh selama beberapa hari, ada perubahan. Badan tidak lagi mudah capek. Apalagi saat bangun tidur, badan terasa enteng dan pegal di seluruh tubuh saya hilang. Ternyata khasiat Madu Geruh luar biasa.

B. Madu Pollen (Malen)

Malen merupakan ramuan khusus Pak Oles yang terdiri dari madu asli dan tepung sari bunga (pollen).Komposisi tersebut sangat menyerupai madu super yang telah terkenal khasiatnya untuk mencegah, mengobati penyakit dan memelihara kesehatan agar tubuh selalu dalam kondisi sehat, segar dan bersemangat.
Madu alami umumnya terbuat dari "Nektar" yaitu cairan manis di dalam mahkota bunga yang diserap oleh lebah dan dikumpulkan di dalam sarangnya untuk diolah menjadi bahan persediaan makanan utama yang mengandung berbagai macam enzim, levulose, dektrose, dekstrin, vitamin, air dan berbagai macam mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.
Pollen adalah sebuk sari yang dikumpulkan oleh lebah sebagai cadangan makanan yang sedikitnya mengandung 10 jenis asam amino, asam lemak essensial, mineral, vitamin, termasuk hormon pertumbuhan, hormon reproduksi, dan zat sejenis alkaloid yang berfungsi untuk menstabilkan proses regenerasi dan rehabilitasi sel.
Kode : OL-13012
Kategori : Madu
Klasifikasi : Kesehatan
Kemasan : Botol
Isi : 375 ml/110 ml
Harga : Rp 45.000/Rp 20.000
Komposisi : Madu asli 95% dan Pollen 5%

Manfaat
Memenuhi kebutuhan mineral alami untuk memperlancar proses metabolisme tubuh termasuk meningkatkan daya ingat.
Meningkatkan fungsi imunitas atau kekebalan tubuh.
Menjaga keseimbangan proses pencernaan dan melindungi saluran pencernaan.
Menghilangkan rasa lemas.
Mempercepat proses penyembuhan pasien.
Memperlambat proses penuaan tubuh.
Pemakaian :
• Minum Malen 3 kali sehari, satu sendok makan sebelum makan.

Suara Konsumen

1.
Tambah Tenaga Minum Malen
Nama : Sukriadi
Umur : 28 Tahun
Pekerjaan : Swasta
Alamat : Presak Lingsir, Narmada, Lombok Barat, NTB
Kesan :
Saya sering merasa lemah, letih lesu dan tidak bertenaga karena seha¬rian saya be¬kerja mengangkat barang berat. Saya pun berupaya untuk menambah tenaga ekstra dengan mengkonsumsi Madu Pollen (Malen) dan Minyak Oles Bokashi. Memang benar, tenaga saya lebih fit dan terasa segar. Pernah juga keponakan saya jatuh sehingga terluka. Saya langsung oleskan Minyak Oles Bokashi pada bagian lukanya. Ternyata darah yang mengalir cepat berhenti dan kering.

2.
Konsumsi Malen Tingkatkan Daya Tahan Tubuh
Nama : Reny Susilowati (Foto Ok)
Alamat : Malang, Jawa Timur
Kesan :
Sudah lama, badan saya kerap lemas dan pusing. Setelah membaca Koran Pak Oles, saya jadi tertarik pada Madu Pollen (Malen) yang berguna untuk menjaga daya tahan tubuh. Setelah saya konsumsi secara rutin setiap hari, syukur, badan saya berangsur-angsur mulai membaik. Ternyata produk Pak Oles memang oke! Terima kasih Pak Oles.

C. Madu Sekar

Madu Sekar merupakan kombinasi antara madu dan ekstrak warna bunga yang dikenal dengan karoten dan anthocyanin. Madu merupakan bahan obat alami yang dihasilkan oleh lebah madu dari tepung sari (polen) dan nektar (cairan manis bunga). Madu Sangat baik untuk kesehatan karena kandungan vitamin, mineral dan energi yang sangat tinggi dan dapat melarutkan lemak yang menumpuk di dalam tubuh. Karoten dan anthocyanin terbentuk di dalam tanaman dari gula, air, mineral sehingga mempunyai kandungan mineral yang baik untuk kesehatan. Karoten diubah oleh tubuh menjadi vitamin A untuk kebutuhan tubuh.
Kombinasi madu dengan ekstra warna bunga yang dikenal dengan Madu Sekar dapat memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi tubuh. Madu Sekar baik diminum untuk menjaga bentuk tubuh agar langsing dan ideal. Minum Madu Sekar menyebabkan porsi makan menjadi berkurang dan tubuh tidak kelebihan berat badan.
Kode : OL-13003
Kategori : Madu
Klasifikasi : Kesehatan
Kemasan : Botol
Isi : 375 ml/110 ml
Harga : Rp 45.000/Rp 20.000
Komposisi : Madu murni 95%, Bougenvillae flos 4%, dan bahan lainnya sampai dengan 100%

Manfaat

Menjaga bentuk tubuh agar tetap langsing dan ideal (diet sehat turunkan berat badan)
Pemakaian :
• Minum Madu Sekar pagi 2 sendok makan, siang 2 sendok makan dan malam 2 sendok makan.
• Minum 3 sendok makan Madu Sekar sebagai pengganti makan malam.
Catatan Diet:
Sarapan pagi seperti biasa.
Kurangi porsi makan siang dan malam.
Hindari kebiasaan ngemil dan makanan berlemak.
Hindari minuman bersoda/beralkohol.
Minum air putih dan rajin berolah raga.
Pemakaian gula dapat diganti dengan Madu Geruh

Suara Konsumen

1.
Madu Sekar Turunkan Berat Badan
Nama : Yuli Farida (Foto Ok)
Umur : 22 Tahun
Pekerjaan : Mahasiswi
Alamat : Malang, Jawa Timur
Kesan :
Saya adalah pengguna Ramuan Pak Oles seperti Madu Sekar dan Polleng. Saya mengkonsumsi Madu Sekar untuk menurunkan berat badan agar tetap langsing dan ideal. Sementara Polleng saya konsumsi agar badan saya tetap segar, sehat dan kelihatan muda. Ternyata, kedua produk ini saling menunjang untuk tetap bisa menjaga kesehatan saya. Terima kasih Pak Oles.

2.
Turunkan Berat Badan Dengan Madu Sekar
Nama : Nur Inayah
Umur : 31 Tahun
Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Jl Gundih IV/2F, Surabaya
Kesan :
Saya ingin se¬kali me¬nu¬runkan berat badan saya 67 kg dengan mengkon¬sum¬si ramuan tra¬¬disional ka¬rena tanpa efek sam¬ping. Pi¬li¬han saya jatuh pada Ramuan Pak Oles yai¬tu Madu Sekar. Setelah rutin minum Madu Sekar, berat badan saya turun menjadi 51 kg. Bagi mereka yang memiliki masalah kegemukan atau sakit, saya anjurkan untuk mencoba produk Ramuan Pak Oles.

3.
Berat Badan Turun Minum Madu Sekar
Nama : Suharyati
Umur : 42 Tahun
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Alamat : Jl Kejawan 23, RT 07/Rw 01, Kamal Bangkalan, Madura, Jawa TImur
Kesan :
Saya selalu merasa resah dengan bertambahnya berat badan saya. Adik saya menawarkan Madu Sekar. Saya merasa tertarik dan langsung mencobanya. Hasilnya memang bagus dan memuaskan. Sebelumnya, berat badan saya mencapai 73 kg. Setelah satu bulan saya minum Madu Sekar, berat badan saya turun 5 kg. Sampai saat ini saya masih meminumnya karena Ramuan Pak Oles tidak menimbulkan efek samping dan badan terasa fit dan sehat.

4.
Madu Sekar Bisa Menurunkan Berat Badan
Nama : Siti Nurbayyinah
Umur : 22 Tahun
Alamat : Lombok, NTB
Kesan :
Sebagai remaja yang memiliki berat badan 51 kg, saya merasa kurang ‘pede’ dalam pergaulan. Saya sudah memakai obat diet tapi lama-lama saya takut efeknya. Akhirnya saya baca Koran Pak Oles yang memuat khasiat Madu Sekar yang dapat menurunkan berat badan. Setelah saya coba dalam tiga minggu, berat badan saya turun tiga kilogram. Aduh saya senang banget. Selain manis, Madu Sekar tidak mempunyai efek samping yang membahayakan.

D. Massker Madu Hitam

Massker terbuat dari madu hitam yang dikumpulkan oleh lebah madu dari tanaman hutan tropis. Massker mengandung propolis dari tanaman hutan yang berkhasiat untuk menghaluskan kulit. Massker diperkaya dengan mineral tanaman obat untuk memberikan kebutuhan mineral bagi penyerapan kulit.
Kode :
Kategori : Madu
Klasifikasi : Kesehatan
Kemasan : Tube
Isi : 45 ml
Harga : Rp 15.000
Komposisi : 100% Madu Hitam Asli.

Manfaat

Menghaluskan kulit, memberikan mineral pada kulit dan menghambat proses penuaan
Pemakaian:
Bersihkan wajah dengan air bersih, keringkan dengan handuk halus. Oleskan tipis-tipis Massker Madu Hitam pada seluruh wajah. Diamkan 10-15 menit. Bersihkan kembali dengan air bersih dan keringkan dengan handuk halus. Massker Madu Hitam dapat dipakai setiap hari sebelum mandi.

Suara Konsumen

1. Berkat Masker Madu Hitam, Wajah Saya Jadi Halus
Nama : Ery Nurfaidah (Foto Ok)
Umur :35 Tahun
Pekerjaan : Karyawti
Alamat : Depok, Jawa Barat
Kesan :
Wajah saya berlubang bekas jerawat. Hal ini membuat saya kurang percaya diri dalam bergaul. Kakak saya adalah pelanggan Ramuan Pak Oles sejati. Saya dianjurkan untuk memakai Massker Madu Hitam. Sebelum mandi dan malam hari sebelum tidur saya selalu menggunakannya. Sekarang lubang-lubang bekas jerawat saya sudah merapat dan nyaris hilang. Selain terjangkau harganya, Ramuan Pak Oles juga nyata khasiatnya

2.
Wajah Halus Berkat Masker Madu Hitam
Nama : Nurhikmah (Foto Ok)
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Alamat : Jakarta
Kesan :
Saya pernah mencoba salah satu produk kecantikan untuk wajah tetapi wajah saya iritasi seperti keracunan bengkak dan kasar. Mungkin produk tersebut mengandung mercuri. Ketika ada pameran di Departemen Agama, ada SPG Pak Oles menawarkan Massker Madu Hitam. Mulanya saya ragu tapi akhirnya saya beli dan saya coba di rumah. Alhamdulillah, bengkak di wajah saya hilang padahal saya baru pakai sekitar empat kali. Sekarang wajah saya terlihat lebih segar dan pori-pori mengecil.

3.
Massker Madu Hitam Haluskan Kulit Wajah
Nama : Rini
Umur : 23 Tahun
Alamat : Jl Pulau Saelus Gg X/2, Denpasar
Kesan :
Sebelum memakai Ramuan Pak Oles, kulit wajah saya terasa agak kasar. Suatu hari, saya bertemu dengan SPG Pak Oles yang menganjurkan agar saya memakai Massker Madu Hitam. Saya pun memakainya saat membersihkan wajah. Setelah dua bulan, kulit wajah saya menjadi lembut dan halus. Terima kasih Pak Oles.

E. Madu Putih Pandu

Madu Putih Pandu adalah madu putih asli yang dihasilkan dari nektar dan tepung sari bunga kaliandra (Caliandra Sp). Nektar bunga dan tepung bunga kaliandra dikumpulkan oleh lebah dan diproses secara alami di dalam tubuh lebah sehingga menghasilkan madu putih. Hanya madu dari bunga kaliandra yang menghasilkan madu putih, karena proses biokimia warna bunga putih yang kaya akan senyawa fitokimia (zat warna tanaman dan mineral-mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh).
Madu putih mengandung bioflavonoid, merupakan senyawa antioksidan yang berguna untuk proses penyembuhan tubuh. Madu putih juga mengandung asam amino, vitamin dan mineral yang sangat lengkap serta mengandung enzim protease, amilase dan pektase (enzim pengurai senyawa protein, tepung, dan pektin) untuk melancarkan proses pencernaan. Madu putih sangat bermanfaat untuk dikonsumsi karena nilai nutrisinya yang sangat tinggi dan manfaat kesehatan yang sangat kita butuhkan.


Kode : OL-13014
Kategori : Madu
Klasifikasi : Kesehatan
Kemasan : Botol
Isi : 375 ml/110 ml
Harga : Rp 50.000/Rp 20.000
Komposisi : Madu putih asli 100%

Manfaat

Mencukupi kebutuhan asam amino, vitamin, mineral dan enzim untuk tubuh.
Melancarkan proses pencernaan.
Menyehatkan badan.
Pemakaian :
• Minum 3 (tiga) sendok Madu Putih Pandu setiap hari.
• Jika banyak makan atau makan daging, minum 2 (dua) sendok Madu Putih Pandu.
• Campurkan 3 (tiga) sendok Madu Putih Pandu dengan satu butir telur ayam dan minum dua kali seminggu untuk menambah tenaga dan meningkatkan vitalitas.
• Madu Putih Pandu bisa diminum dengan mencampurkan air hangat atau air dingin, rasanya enak menyegarkan.

Suara Konsumen

1. Minum Madu Putih Pandu Stamina Kian Fit
Nama : H. Lalu Jayadi
Umur : 56 Tahun
Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Lombok Timur, NTB
Kesan :
SPG Pak Oles rajin sekali mengantar Koran Pak Oles ke toko saya. Dari semua Ramuan Pak Oles, saya sangat tertarik untuk mencoba minum Madu Putih Pandu. Memang setelah beberapa hari, saya merasakan reaksinya yang luar biasa. Rasa capek hilang, nafsu makan bertambah, stamina makin fit, badan makin gemuk dan terasa sehat. Sekarang saya jarang ke dokter.

2. Datang Bulan Lancar Minum Madu Putih Pandu
Nama : Fitriah (Foto Ok)
Umur : 38 Tahun
Pekerjaan : Guru
Alamat : Mataram, NTB
Kesan :
Saya sering menderita sakit perut sebelum datang bulan dan kadang kurang lancar. Suatu hari, SPG Pak Oles menawarkan produk Madu Putih Pandu. Setelah saya mengkonsumsinya secara teratur, alhamdulillah, pada waktu tamu bulanan saya datang tidak sakit lagi dan lancar. Terima kasih Pak Oles, aktivitas saya jadi tidak terganggu lagi.

3. Madu Putih Pandu Tambah Stamina
Nama : Siti Robiah Sofiah
Umur : 43 Tahun
Alamat : Jl Ibu Ganirah RT 01/04, Kelurahan Cibeber, Kec Cimahi Selatan, Jawa Barat
Kesan :
Badan saya sering lemas, kepala pu¬sing-pusing dan sakit-sakitan. Kalau be¬kerja terlalu capek, tangan terasa pegal. Saya sering berobat ke dokter tapi pe¬nyakitnya kadang kambuh lagi. Saya pun mencoba mengkonsumsi Madu Putih Pandu dan memakai Kalung EM Keramik. Kini kesehatan saya kembali pulih dan stamina juga bertambah baik. Insya Allah saya akan terus mengkonsumsi Ramuan Pak Oles.