Madu dapat dikonsumsi setiap hari sebagai makanan tambahan yang berkhasiat bagi kesehatan dan kecantikan. Mineral dalam madu terdiri atas zat besi, tembaga, silikon, khlor, kalsium, potasium, fosfor, aluminium dan magnesium. Meski begitu, kadar mineral pada madu tetap berbeda-beda, tergantung sumber-sumber mineral tanah yang ditumbuhi bunga dan disedot oleh lebah-lebah untuk menjadi madu.
Siapa saja yang rajin minum madu setiap hari bisa mencegah gangguan paru-paru, tukak lambung, tekanan darah tinggi, meningkatkan kecerdasan, mengobati sakit perut, batuk, selesma, pegal linu, sakit pinggang, kaku pada leher, rematik, pengapuran, sembelit, memperlancar buang air kecil, menyuburkan rambut, menyembuhkan sakit kepala dan meningkatkan stamina.
Madu dapat dikonsumsi siapa saja, --tua maupun muda, bahkan anak usia balita (bawah lima tahun) sebagai suplemen dicampur pisang dan susu demi membantu pertumbuhan tubuh, pengembangan otak dan kecerdasan si balita.
Sejak masih dalam kandungan pun madu sangat baik diberikan melalui seorang ibu, asalkan tidak berlebihan. Zat gula yang mudah diserap tubuh melancarkan pencernaan, menghindarkan kejang (kholik) pada bayi, meningkatkan kecerdasan, mengatasi kebiasaan mengompol, tidur lebih nyenyak, mengatasi batuk, mengatasi gangguan pernapasan, menyuburkan rambut, sembelit dan lain-lain.
Selain mineral, madu juga banyak mengandung zat berupa air, levolusa (d-fruktosa), dekstrosa (d-glukosa), sukrosa, dekstrin, protein, acid-acid tumbuhan, garam-garam galian, gum, resin, debunga, tinggi vitamin C dan semua vitamin yang dibutuhkan tubuh.
Kamis, 20 Desember 2007
Spesifikasi Dan Khasiat Madu
Warna madu asli berbeda-beda tergantung jenis nectar tanaman yang dikumpulkan lebah. Setiap jenis lebah dapat menghasilkan madu dengan aneka warna, rasa dan aroma. Lebah hutan (Apis Dorsata) menghasilkan madu berwarna hitam, hitam kemerah-merahan dan kuning.
Warna hitam didapat lebah dari bunga akasia mangium yang tumbuh subur di Hutan Tanaman Industri (HTI). Sedangkan madu yang berwarna hitam kemerah-merahan didapat lebah dari tanaman hutan liar, dan warna madu yang kekuning-kuningan didapat lebah dari tanaman pertanian di sekitar hutan.
Lebah klanceng (Apis Trigona) menghasilkan madu dengan warna kekuning-kuningan namun hasilnya tidak begitu banyak. Atau sama halnya dengan jumlah lebah kelanceng yang terbilang sedikit. Lebah lokal (Apis Cerana) yang ada di atap-atap rumah, menghasilkan madu dari tanaman pertanian dengan warna madu cerah atau kekuning-kuningan. Lebah unggul (Apis Mellifera) yang merupakan jenis lebah Eropa dengan warna madu cerah atau kekuning-kuningan. Pada simpul ini dapat dikatakan bahwa, setiap jenis madu dari sumber nectar yang berbeda itu memiliki manfaat dan khasiat yang berbeda pula.
Madu bunga kapuk randu berkhasiat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, menyembuhkan sariawan dan luka bakar (dioles pada bagian yang luka) serta memperlancar fungsi otak.
Madu bunga karet berkhasiat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, menyembuhkan keputihan, menghilangkan gatal-gatal, menyembuhkan alergi, memperlancar fungsi otak dan menyembuhkan luka bakar (oles pada bagian yang luka).
Madu bunga kopi berkhasiat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, membuat enak tidur, memperlancar fungsi otak dan menyembuhkan luka bakar (dioles pada bagian yang luka). Madu bunga lengkeng berkhasiat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, memperlancar urin, memperkuat fungsi ginjal, menyembuhkan sakit pinggang, mempercepat penyembuhan luka operasi, memperlancar fungsi otak dan menyembuhkan luka bakar (dioles pada bagian yang luka).
Madu bunga mahoni berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh, menyembuhkan sakit malaria, menyembuhkan keputihan, memperlancar fungsi otak dan menyembuhkan luka bakar (dioles pada bagian yang luka). Madu bunga mangga berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh, menghilangkah rasa mual, memperkuat kandungan bagi ibu hamil, memperlancar fungsi otak dan menyembuhkan luka bakar (dioles pada bagian yang luka).
Madu bunga lokal, madu multiflora atau madu hutan berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh, menyembuhkan darah tinggi dan darah rendah, membuat enak tidur, mengobati rematik, memperlancar fungsi otak dan menyembuhkan luka bakar (dioles pada bagian yang luka).
Madu bunga kaliandra berkhasiat memperlancar pencernaan, meningkatkan hormon, meningkatkan daya tahan tubuh, menyembuhkan darah tinggi, membuat enak tidur dan menyembuhkan luka bakar (dioles pada bagian yang luka). Madu bunga jambu air mengandung khasiat untuk membuat enak tidur, meningkatkan daya tahan tubuh, menghilangkan rasa mual, memperkuat kandungan bagi ibu hamil, memperlancar fungsi otak dan menyembuhkan luka bakar (dioles pada bagian yang luka).
Madu bunga rambutan memiliki khasiat untuk memperkuat fungsi ginjal, memperlancar urin, meningkatkan daya tahan tubuh, menyembuhkan sakit pinggang, memperlancar fungsi otak dan menyembuhkan luka bakar (dioles pada bagian yang luka).
Warna hitam didapat lebah dari bunga akasia mangium yang tumbuh subur di Hutan Tanaman Industri (HTI). Sedangkan madu yang berwarna hitam kemerah-merahan didapat lebah dari tanaman hutan liar, dan warna madu yang kekuning-kuningan didapat lebah dari tanaman pertanian di sekitar hutan.
Lebah klanceng (Apis Trigona) menghasilkan madu dengan warna kekuning-kuningan namun hasilnya tidak begitu banyak. Atau sama halnya dengan jumlah lebah kelanceng yang terbilang sedikit. Lebah lokal (Apis Cerana) yang ada di atap-atap rumah, menghasilkan madu dari tanaman pertanian dengan warna madu cerah atau kekuning-kuningan. Lebah unggul (Apis Mellifera) yang merupakan jenis lebah Eropa dengan warna madu cerah atau kekuning-kuningan. Pada simpul ini dapat dikatakan bahwa, setiap jenis madu dari sumber nectar yang berbeda itu memiliki manfaat dan khasiat yang berbeda pula.
Madu bunga kapuk randu berkhasiat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, menyembuhkan sariawan dan luka bakar (dioles pada bagian yang luka) serta memperlancar fungsi otak.
Madu bunga karet berkhasiat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, menyembuhkan keputihan, menghilangkan gatal-gatal, menyembuhkan alergi, memperlancar fungsi otak dan menyembuhkan luka bakar (oles pada bagian yang luka).
Madu bunga kopi berkhasiat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, membuat enak tidur, memperlancar fungsi otak dan menyembuhkan luka bakar (dioles pada bagian yang luka). Madu bunga lengkeng berkhasiat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, memperlancar urin, memperkuat fungsi ginjal, menyembuhkan sakit pinggang, mempercepat penyembuhan luka operasi, memperlancar fungsi otak dan menyembuhkan luka bakar (dioles pada bagian yang luka).
Madu bunga mahoni berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh, menyembuhkan sakit malaria, menyembuhkan keputihan, memperlancar fungsi otak dan menyembuhkan luka bakar (dioles pada bagian yang luka). Madu bunga mangga berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh, menghilangkah rasa mual, memperkuat kandungan bagi ibu hamil, memperlancar fungsi otak dan menyembuhkan luka bakar (dioles pada bagian yang luka).
Madu bunga lokal, madu multiflora atau madu hutan berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh, menyembuhkan darah tinggi dan darah rendah, membuat enak tidur, mengobati rematik, memperlancar fungsi otak dan menyembuhkan luka bakar (dioles pada bagian yang luka).
Madu bunga kaliandra berkhasiat memperlancar pencernaan, meningkatkan hormon, meningkatkan daya tahan tubuh, menyembuhkan darah tinggi, membuat enak tidur dan menyembuhkan luka bakar (dioles pada bagian yang luka). Madu bunga jambu air mengandung khasiat untuk membuat enak tidur, meningkatkan daya tahan tubuh, menghilangkan rasa mual, memperkuat kandungan bagi ibu hamil, memperlancar fungsi otak dan menyembuhkan luka bakar (dioles pada bagian yang luka).
Madu bunga rambutan memiliki khasiat untuk memperkuat fungsi ginjal, memperlancar urin, meningkatkan daya tahan tubuh, menyembuhkan sakit pinggang, memperlancar fungsi otak dan menyembuhkan luka bakar (dioles pada bagian yang luka).
Madu Baik Untuk Diabetisi
Diabetes adalah cacat seumur hidup, yang tidak dapat disembuhkan, --setidak-tidaknya sampai sekarang. Diabetes dapat diatasi atau dikendalikan melalui pengaturan makan, olah raga, jamu, obat, suntikan insulin atau kombinasi dari sebagian atau seluruh upaya tersebut. Dan madu murni alami merupakan bagian dari pola makan.
Diabetes Melitus (DM) terjadi karena pankreas (organ tubuh yang terdapat di belakang lambung), tidak dapat menghasilkan insulin secara normal. Karenanya zat karbohidat (yang ada dalam makanan sehari-hari), tidak semuanya dapat diubah menjadi tenaga. Sisanya menumpuk dalam darah (yang selanjutnya dibuang keluar tubuh bersama air kencing).
Dalam keadaan normal, kadar gula darah berkisar antara 80-140. Setiap kali sehabis makan, pankreas segera produksi insulin untuk mengolah karbohidrat dan berkisarlah kadar gula darah antara 80-140.
Bagi penderita DM, angka kadar gula darah antara 80-140 sudah terkategori tinggi. Untuk kembali normal, perlu diatur pola makan, olah raga, jamu, obat dan suntikan insulin. Upaya tersebut hanya dapat mengatasi atau mengendalikan kadar gula darah, tetapi tidak menyembuhkan.
Kecuali zat karbohidrat, dalam makanan sehari-hari terdapat protein (10-15%) dan lemak (20-25%). Presentase karbohidrat sekitar 60-70% sekaligus sebagai sumber utama energi (tenaga). Pada penderita DM, sebagian (besar) karbohidrat tidak dapat diubah menjadi tenaga. Karenanya penderita DM gampang sekali lelah akibat langsung dari persediaan energi yang terbatas.
Makanan (minuman) yang banyak mengandung karbohidrat adalah nasi, roti, mi, jagung, tales, singkong, gula dan madu. Agar gula darah tidak tinggi, karena semua makanan tersebut harus dibatasi (nasi, roti, dan lain-lain), atau bahkan dipantang (gula).
Madu merupakan sumber karbohidrat istimewa, karena dapat diolah menjadi energi tanpa bantuan insulin. Penderita DM yang minum madu secara teratur (pagi, siang dan malam), tubuhnya akan bertenaga dan tidak gampang lelah. Kadar gula darah terkendali (asal minum madu dibarengi pengurangan makan nasi dan karbohidrat lain).
Namun madu hanya dapat mengendalikan atau mengatasi kadar gula darah sesaat, DM-nya sendiri tidak sembuh. Jadi bila madu tidak diminum dan gula dikonsumsi, kadar gula darah akan melonjak.
Oleh para dokter, penderita kencing manis disarankan untuk tidak konsumsi makanan atau minuman yang manis termasuk madu karena dianggap bisa menaikan kadar gula dalam darah. Padahal, justru unsur oksidasi yang terkandung di dalam madu mampu menjadi pengurai gula di dalam darah sehingga tidak membuat kadar gula semakin bertambah tinggi. Madu yang kaya dengan vitamin B1, B5, G dan 100 unsur berbeda lainnya dianggap sangat urgen bagi tubuh manusia, khususnya bagi penderita diabtesi.
Meski dalam madu terdapat 16 tipe gula, tetapi dextrosa dan levulosa justru yang paling dominan. Gula yang terdapat dalam madu, dikatakan sebagai 'gula sederhana' atau predigested sehingga dapat segera diserap tubuh dan menghasilkan energi instan. Berbeda dengan gula biasa yang diminum (gula sukrosa), yang perlu dicerna dalam tubuh dengan bantuan hormon insulin yang dihasilkan kelenjar pankreas, kemudian baru diserap sebagai energi.
Bahwa madu murni alami baik untuk diabetesi (penderita DM), gampang dibuktikan. Periksa kadar gula darah rendah puasa. Misalkan A minum madu murni alami (semisal Madu Geruh). Ukur kadar gula darah 2 jam sesudahnya. Misalkan B. Beda B dengan A kecil. Bila dibarengi dengan pengurangan konsumsi nasi (dan sumber karbohidrat lain seperti roti, jagung, singkong, tales, kentang dan lain-lain), kadar gula darah akan cenderung menurun, mendekati angka normal. Apalagi bila dibarengi dengan olah raga teratur dan minum jamu. Gejala lain, berat badan akan berangsur naik mendekati ideal.
Dalam Koran Pak Oles Edisi 100, Surandi K Riyatmo menyatakan, upaya mengatasi DM dengan madu harus disertai upaya lain seperti diet DM yang intinya mengatur jumlah dan komposisi makan (minum) yang boleh dilakukan seorang penderita DM setiap hari.
Berikut, contoh tulisan harian penderita DM sebesar 1.900 kalori per hari :
Jenis Makanan; Makan Pagi(Gram); Makan Siang (Gram);Makan Malam (Gram)
Nasi : 100; 250; 200
(Pengganti) : 50; 50; 50
Daging : 25; 50; 50
(Pengganti) : sepuasnya; sepuasnya; sepuasnya
Tempe : -; 100; 100
(Pengganti) : 5; 15; 10
Sayur :
Buah :
Minyak :
Makanan selingan (pukul 10.00 dan 16.00 WIB) berubah 100 gram buah.
Bila madu (sumber karbohidrat) dimasukkan ke dalam menu harian, tentu nasi (penggantinya), perlu dikurangi secara proporsional, sehingga jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh (contoh di atas), tetap 1.900. Sebagai contoh; bila seorang penderita DM per hari minum 4 sendok makan madu (60 gram) atau setara 60 x 3 kalori, maka konsumsi nasi perlu dikurangi sebanyak 180 kalori. Atau sekitar 100 gram lebih sedikit (1 gram madu = 3 kalori, 1 gram nasi = 1,75 kalori).
Diabetes Melitus (DM) terjadi karena pankreas (organ tubuh yang terdapat di belakang lambung), tidak dapat menghasilkan insulin secara normal. Karenanya zat karbohidat (yang ada dalam makanan sehari-hari), tidak semuanya dapat diubah menjadi tenaga. Sisanya menumpuk dalam darah (yang selanjutnya dibuang keluar tubuh bersama air kencing).
Dalam keadaan normal, kadar gula darah berkisar antara 80-140. Setiap kali sehabis makan, pankreas segera produksi insulin untuk mengolah karbohidrat dan berkisarlah kadar gula darah antara 80-140.
Bagi penderita DM, angka kadar gula darah antara 80-140 sudah terkategori tinggi. Untuk kembali normal, perlu diatur pola makan, olah raga, jamu, obat dan suntikan insulin. Upaya tersebut hanya dapat mengatasi atau mengendalikan kadar gula darah, tetapi tidak menyembuhkan.
Kecuali zat karbohidrat, dalam makanan sehari-hari terdapat protein (10-15%) dan lemak (20-25%). Presentase karbohidrat sekitar 60-70% sekaligus sebagai sumber utama energi (tenaga). Pada penderita DM, sebagian (besar) karbohidrat tidak dapat diubah menjadi tenaga. Karenanya penderita DM gampang sekali lelah akibat langsung dari persediaan energi yang terbatas.
Makanan (minuman) yang banyak mengandung karbohidrat adalah nasi, roti, mi, jagung, tales, singkong, gula dan madu. Agar gula darah tidak tinggi, karena semua makanan tersebut harus dibatasi (nasi, roti, dan lain-lain), atau bahkan dipantang (gula).
Madu merupakan sumber karbohidrat istimewa, karena dapat diolah menjadi energi tanpa bantuan insulin. Penderita DM yang minum madu secara teratur (pagi, siang dan malam), tubuhnya akan bertenaga dan tidak gampang lelah. Kadar gula darah terkendali (asal minum madu dibarengi pengurangan makan nasi dan karbohidrat lain).
Namun madu hanya dapat mengendalikan atau mengatasi kadar gula darah sesaat, DM-nya sendiri tidak sembuh. Jadi bila madu tidak diminum dan gula dikonsumsi, kadar gula darah akan melonjak.
Oleh para dokter, penderita kencing manis disarankan untuk tidak konsumsi makanan atau minuman yang manis termasuk madu karena dianggap bisa menaikan kadar gula dalam darah. Padahal, justru unsur oksidasi yang terkandung di dalam madu mampu menjadi pengurai gula di dalam darah sehingga tidak membuat kadar gula semakin bertambah tinggi. Madu yang kaya dengan vitamin B1, B5, G dan 100 unsur berbeda lainnya dianggap sangat urgen bagi tubuh manusia, khususnya bagi penderita diabtesi.
Meski dalam madu terdapat 16 tipe gula, tetapi dextrosa dan levulosa justru yang paling dominan. Gula yang terdapat dalam madu, dikatakan sebagai 'gula sederhana' atau predigested sehingga dapat segera diserap tubuh dan menghasilkan energi instan. Berbeda dengan gula biasa yang diminum (gula sukrosa), yang perlu dicerna dalam tubuh dengan bantuan hormon insulin yang dihasilkan kelenjar pankreas, kemudian baru diserap sebagai energi.
Bahwa madu murni alami baik untuk diabetesi (penderita DM), gampang dibuktikan. Periksa kadar gula darah rendah puasa. Misalkan A minum madu murni alami (semisal Madu Geruh). Ukur kadar gula darah 2 jam sesudahnya. Misalkan B. Beda B dengan A kecil. Bila dibarengi dengan pengurangan konsumsi nasi (dan sumber karbohidrat lain seperti roti, jagung, singkong, tales, kentang dan lain-lain), kadar gula darah akan cenderung menurun, mendekati angka normal. Apalagi bila dibarengi dengan olah raga teratur dan minum jamu. Gejala lain, berat badan akan berangsur naik mendekati ideal.
Dalam Koran Pak Oles Edisi 100, Surandi K Riyatmo menyatakan, upaya mengatasi DM dengan madu harus disertai upaya lain seperti diet DM yang intinya mengatur jumlah dan komposisi makan (minum) yang boleh dilakukan seorang penderita DM setiap hari.
Berikut, contoh tulisan harian penderita DM sebesar 1.900 kalori per hari :
Jenis Makanan; Makan Pagi(Gram); Makan Siang (Gram);Makan Malam (Gram)
Nasi : 100; 250; 200
(Pengganti) : 50; 50; 50
Daging : 25; 50; 50
(Pengganti) : sepuasnya; sepuasnya; sepuasnya
Tempe : -; 100; 100
(Pengganti) : 5; 15; 10
Sayur :
Buah :
Minyak :
Makanan selingan (pukul 10.00 dan 16.00 WIB) berubah 100 gram buah.
Bila madu (sumber karbohidrat) dimasukkan ke dalam menu harian, tentu nasi (penggantinya), perlu dikurangi secara proporsional, sehingga jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh (contoh di atas), tetap 1.900. Sebagai contoh; bila seorang penderita DM per hari minum 4 sendok makan madu (60 gram) atau setara 60 x 3 kalori, maka konsumsi nasi perlu dikurangi sebanyak 180 kalori. Atau sekitar 100 gram lebih sedikit (1 gram madu = 3 kalori, 1 gram nasi = 1,75 kalori).
Merawat Kecantikan Dengan Madu
Dalam bidang kosmetik dan kesehatan kulit, peran madu alami sangat yang sangat penting sebagai bahan kecantikan untuk lulur muka (cleansing cream). Lulur kulit berbahan madu sangat efektif daripada penggunaan krim atau minyak lotion kecantikan lain. Karena madu dapat melembabkan kulit dan memberikan gizi pada kulit. Sekali lagi, madu alami sangat bermanfaat sebagai bahan kosmetik (bahan kecantikan) yang baik, yang memiliki daya antibiotic untuk membunuh atau menghilangkan kuman-kuman dalam lubang (pori-pori) keringat serta pada permukaan kulit.
Secara higroskopis, membersihkan kulit muka dengan madu alami baik langsung atau tidak maka segala kotoran yang biasa menempel dan sering mengganggu kelancaran kerja saluran keringat dapat dilarutkan hingga lancar dan bersih. Dengan begitu, berbagai jenis penyakit atau keriput dan bintik-bintik hitam pada kulit wajah dapat hilang dengan cepat.
Wanita Timur Tengah punya resep sederhana untuk menghaluskan wajah dengan menggunakan madu sebagai masker. Kehalusan wajah wanita Timur Tengah memang kinclong. Meski mereka tinggal di daerah beriklim gurun, panas, angin dan berdebu, tetapi kulit mereka halus, mulus dan tidak keriput. Rahasianya; mereka rajin menggunakan madu sebagai masker. Caranya: campurkan sebutir putih telur dengan satu sendok madu alami (1), balurkan campuran yang telah diaduk rata ke seluruh permukaan kulit wajah dan biarkan selama kurang lebih 30 menit (2), dan bersihkan dengan air hangat dan air dingin berganti-ganti, dan cuci dengan air dingin (3).
Sebuah penelitian para ahli kecantikan pernah menyimpulkan, masker dari campuran madu dan putih telor berkhasiat untuk mengencangkan kulit. Kandungan mineral dalam madu dan putih telor memberikan nutrisi kepada lapisan kulit dalam dan kulit luar.
Sebagai zat higroskopis, madu berfungsi untuk menyerap racun dan kotoran dalam kulit. Putih telor berfungsi sebagai perekat dan pengencang selama proses pemaskeran. Setelah muka dicuci dengan air hangat dan air dingin secara bergantian, kulit muka terasa segar dan mulus. Masker madu pada kulit wajah bisa dilakukan dua kali seminggu. Perbedaan yang nyata bisa dilihat setelah pemakaian masker selama sebulan.
Madu juga dapat menghaluskan kulit tangan, jemari dan kuku. Resep menghaluskan tangan dan jemari yang sering diistilahkan dengan perawatan kuku tangan dan kaki (manicure dan pedicure) mudah dilakukan dengan ramuan madu. Caranya; campurkan 2 sendok makan madu dengan air perasan satu buah jeruk nipis. Setelah itu, diaduk merata dan baru digunakan untuk mengurut, memijat permukaan kulit tangan, jemari dan kuku. Biarkan selama 30 menit.
Ramuan ini juga bisa digunakan untuk memijat jemari dan kuku kaki. Setelah itu, cucilah tangan dan kaki dengan air hangat dan bilas dengan air dingin. Khasiat nutrisi madu dan jeruk nipis dapat memulihkan sel-sel kulit yang tua atau rusak, bahkan membangun jaringan kulit baru untuk mengganti bagian kulit yang mati dan kasar.
Nutrisi yang dikandung madu sangat lengkap. Hasil penelitian para ahli menyebut, madu mengandung mineral yang sangat lengkap dan mengandung tujuh jenis vitamin B kompleks, vitamin C, dekstrin, pigmen tumbuhan, asam amino, protein, senyawa ester (pembentuk enzim), dan senyawa aromatic, --pembawa aroma. Dengan kandungan nutrisi yang sangat lengkap inilah, peranan madu untuk menghaluskan kulit bisa bekerja lebih maksimal.
Secara higroskopis, membersihkan kulit muka dengan madu alami baik langsung atau tidak maka segala kotoran yang biasa menempel dan sering mengganggu kelancaran kerja saluran keringat dapat dilarutkan hingga lancar dan bersih. Dengan begitu, berbagai jenis penyakit atau keriput dan bintik-bintik hitam pada kulit wajah dapat hilang dengan cepat.
Wanita Timur Tengah punya resep sederhana untuk menghaluskan wajah dengan menggunakan madu sebagai masker. Kehalusan wajah wanita Timur Tengah memang kinclong. Meski mereka tinggal di daerah beriklim gurun, panas, angin dan berdebu, tetapi kulit mereka halus, mulus dan tidak keriput. Rahasianya; mereka rajin menggunakan madu sebagai masker. Caranya: campurkan sebutir putih telur dengan satu sendok madu alami (1), balurkan campuran yang telah diaduk rata ke seluruh permukaan kulit wajah dan biarkan selama kurang lebih 30 menit (2), dan bersihkan dengan air hangat dan air dingin berganti-ganti, dan cuci dengan air dingin (3).
Sebuah penelitian para ahli kecantikan pernah menyimpulkan, masker dari campuran madu dan putih telor berkhasiat untuk mengencangkan kulit. Kandungan mineral dalam madu dan putih telor memberikan nutrisi kepada lapisan kulit dalam dan kulit luar.
Sebagai zat higroskopis, madu berfungsi untuk menyerap racun dan kotoran dalam kulit. Putih telor berfungsi sebagai perekat dan pengencang selama proses pemaskeran. Setelah muka dicuci dengan air hangat dan air dingin secara bergantian, kulit muka terasa segar dan mulus. Masker madu pada kulit wajah bisa dilakukan dua kali seminggu. Perbedaan yang nyata bisa dilihat setelah pemakaian masker selama sebulan.
Madu juga dapat menghaluskan kulit tangan, jemari dan kuku. Resep menghaluskan tangan dan jemari yang sering diistilahkan dengan perawatan kuku tangan dan kaki (manicure dan pedicure) mudah dilakukan dengan ramuan madu. Caranya; campurkan 2 sendok makan madu dengan air perasan satu buah jeruk nipis. Setelah itu, diaduk merata dan baru digunakan untuk mengurut, memijat permukaan kulit tangan, jemari dan kuku. Biarkan selama 30 menit.
Ramuan ini juga bisa digunakan untuk memijat jemari dan kuku kaki. Setelah itu, cucilah tangan dan kaki dengan air hangat dan bilas dengan air dingin. Khasiat nutrisi madu dan jeruk nipis dapat memulihkan sel-sel kulit yang tua atau rusak, bahkan membangun jaringan kulit baru untuk mengganti bagian kulit yang mati dan kasar.
Nutrisi yang dikandung madu sangat lengkap. Hasil penelitian para ahli menyebut, madu mengandung mineral yang sangat lengkap dan mengandung tujuh jenis vitamin B kompleks, vitamin C, dekstrin, pigmen tumbuhan, asam amino, protein, senyawa ester (pembentuk enzim), dan senyawa aromatic, --pembawa aroma. Dengan kandungan nutrisi yang sangat lengkap inilah, peranan madu untuk menghaluskan kulit bisa bekerja lebih maksimal.
Minum Madu Sebagai Gaya Hidup
Madu sudah dikenal sebagai obat dan minuman kesehatan. Sebagai obat, madu dapat diminum pada saat badan terasa sakit atau kurang enak badan. Madu berfungsi sebagai minuman kesehatan karena mampu memasok energi kepada tubuh. Tentu saja, minum madu setiap hari menyebabkan tubuh sehat dan segar sepanjang hari, dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit.
Indonesia sebagai daerah tropis memiliki potensi untuk menghasilkan madu karena adanya potensi berupa aneka bunga yang tumbuh subur di alam tropis. Untuk menghidupkan potensi tersebut, peran petani diberdayakan sebagai produsen dan konsumen. Petani dapat memelihara lebah di sekitar pekarangan, selain membantu penyerbukan tanaman, juga sebagai usaha tambahan yang berefek ekonomis dan mendongkrak ekonomi keluarga para petani.
Meski usaha ini belum dilakukan secara profesional oleh petani, akibat minimnya pemilikan lahan, kurangnya area perkebunan untuk peternakan lebah, serta rendahnya penguasaan teknologi perlebahan, hal ini tidak merupakan alasan yang tepat untuk tidak memelihara lebah. Karena usaha beternak lebah dilakukan secara kecil-kecilan, sebagai hobi dan seni, dan berbias pada periodisitas panen madu setiap enam bulan sekali. Karena itu, usaha beternak lebah di pekarangan dapat dilakukan untuk meningkatkan pendapatan dan menyehatkan petani.
Masyarakat yang hidup di daerah perkotaan bisa konsumsi madu setiap hari sebagai gaya hidup sehat. Di tengah kesibukan kehidupan kota yang sangat padat dan ketat, tentu menimbulkan stres, tegang, penat dan lemas pada tubuh. Gejala susah tidur bisa dikurangi dengan konsumsi madu.
Meminum madu sebelum tidur seperti yang biasa dilakukan orang Jepang dapat menyebabkan tidur lebih nyenyak dan mendatangkan kesegaran badan saat bangun pagi. Caranya; campurkan 2 sendok makan madu ke dalam segelas air hangat dengan air jeruk nipis, dan diminum satu jam sebelum tidur.
Madu yang diminum tanpa dicampur air pada malam hari sebelum tidur dapat menyehatkan gusi, bibir, mulut dan tenggorokan. Caranya; minum 2 sendok makan madu dan dikumur-kumur di dalam mulut selama 1-2 menit, lalu telan secara perlahan-lahan. Kandungan enzim, mineral, ragi dan senyawa bioaktif dalam madu bekerja menyehatkan gusi, bibir, mulut dan tenggorokan.
Pada pagi atau siang hari, minum madu bisa dilakukan dengan mencampurkan madu pada makanan ringan dan minuman seperti air, jus buah, teh atau kopi. Makan roti atau pisang goreng sambil dicocol dengan madu, rasanya cukup menyenangkan. Minum madu yang sudah dicampur jus buah sesaat sebelum olah raga dapat meningkatkan stamina dan kesegaran tubuh.
Untuk menambah vitalitas, juga perlu minum madu dicampur kuning telor ayam kampung atau kuning telor bebek. Untuk meningkatkan efek jrengnya, perlu ditambah 5-10 butir merica yang sudah ditumbuk. Campuran ini dipercaya dapat memulihkan vitalitas yang mudah loyo. Anak-anak yang minum madu terlihat lebih enerjik, lincah dan jarang terinfeksi penyakit. Dengan minum madu nafsu makan anak meningkat, kebutuhan tubuh anak tercukupi oleh kalori, vitamin dan mineral.
Jika gaya hidup minum madu bisa dibudayakan, jelas meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Secara keseluruhan gerakan minum madu menghasilkan petani yang kuat dan rakyat yang sehat.
Indonesia sebagai daerah tropis memiliki potensi untuk menghasilkan madu karena adanya potensi berupa aneka bunga yang tumbuh subur di alam tropis. Untuk menghidupkan potensi tersebut, peran petani diberdayakan sebagai produsen dan konsumen. Petani dapat memelihara lebah di sekitar pekarangan, selain membantu penyerbukan tanaman, juga sebagai usaha tambahan yang berefek ekonomis dan mendongkrak ekonomi keluarga para petani.
Meski usaha ini belum dilakukan secara profesional oleh petani, akibat minimnya pemilikan lahan, kurangnya area perkebunan untuk peternakan lebah, serta rendahnya penguasaan teknologi perlebahan, hal ini tidak merupakan alasan yang tepat untuk tidak memelihara lebah. Karena usaha beternak lebah dilakukan secara kecil-kecilan, sebagai hobi dan seni, dan berbias pada periodisitas panen madu setiap enam bulan sekali. Karena itu, usaha beternak lebah di pekarangan dapat dilakukan untuk meningkatkan pendapatan dan menyehatkan petani.
Masyarakat yang hidup di daerah perkotaan bisa konsumsi madu setiap hari sebagai gaya hidup sehat. Di tengah kesibukan kehidupan kota yang sangat padat dan ketat, tentu menimbulkan stres, tegang, penat dan lemas pada tubuh. Gejala susah tidur bisa dikurangi dengan konsumsi madu.
Meminum madu sebelum tidur seperti yang biasa dilakukan orang Jepang dapat menyebabkan tidur lebih nyenyak dan mendatangkan kesegaran badan saat bangun pagi. Caranya; campurkan 2 sendok makan madu ke dalam segelas air hangat dengan air jeruk nipis, dan diminum satu jam sebelum tidur.
Madu yang diminum tanpa dicampur air pada malam hari sebelum tidur dapat menyehatkan gusi, bibir, mulut dan tenggorokan. Caranya; minum 2 sendok makan madu dan dikumur-kumur di dalam mulut selama 1-2 menit, lalu telan secara perlahan-lahan. Kandungan enzim, mineral, ragi dan senyawa bioaktif dalam madu bekerja menyehatkan gusi, bibir, mulut dan tenggorokan.
Pada pagi atau siang hari, minum madu bisa dilakukan dengan mencampurkan madu pada makanan ringan dan minuman seperti air, jus buah, teh atau kopi. Makan roti atau pisang goreng sambil dicocol dengan madu, rasanya cukup menyenangkan. Minum madu yang sudah dicampur jus buah sesaat sebelum olah raga dapat meningkatkan stamina dan kesegaran tubuh.
Untuk menambah vitalitas, juga perlu minum madu dicampur kuning telor ayam kampung atau kuning telor bebek. Untuk meningkatkan efek jrengnya, perlu ditambah 5-10 butir merica yang sudah ditumbuk. Campuran ini dipercaya dapat memulihkan vitalitas yang mudah loyo. Anak-anak yang minum madu terlihat lebih enerjik, lincah dan jarang terinfeksi penyakit. Dengan minum madu nafsu makan anak meningkat, kebutuhan tubuh anak tercukupi oleh kalori, vitamin dan mineral.
Jika gaya hidup minum madu bisa dibudayakan, jelas meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Secara keseluruhan gerakan minum madu menghasilkan petani yang kuat dan rakyat yang sehat.
IV: BUDIDAYA LEBAH INDONESIA
OLEH: BENY ULEANDER
A. Produksi Madu Masih Timpang
Dalam hal teknik budidaya lebah madu, angka produksi madu setiap tahun dan tingkat konsumsi madu, Indonesia sudah tertinggal dua sampai tiga dekade dari negara lain, meski perlebahan Indonesia terkategori sebagai salah satu komponen terpenting dalam pembangunan sektor pertanian dan kehutanan berkelanjutan. Secara ekologis dan ekonomis, peran lebah madu dalam penyerbukan tanaman cukup menguntungkan bagi kelestarian flora dan peternak lebah.
Seruan mengembangkan budidaya lebah madu di Indonesia pernah digagas mantan Presiden Soeharto di tahun 1977. Saat itu, Presiden Soeharto menganjurkan agar peternakan lebah dilakukan dalam skala besar. Dalam Lokakarya Nasional Riset dan Teknologi tahun 1978, anjuran presiden ditampung jadi bagian garis kebijaksanaan kegiatan riset dan teknologi pada PELITA III yang berkaitan dengan usaha pengadaan “BUTASARMAN” (Kebutuhan dasar manusia).
Secara operasional, Departemen Pertanian melalui Ditjen Kehutanan sudah menggelar di beberapa kawasan hutan dan pengembangan ternak tradisional (1), semi teknis (2) dan industrialisasi (3) oleh Ditjen Tanaman Pangan. Data statistik per tahun 1976-1980 menyebut, Indonesia harus mengimpor 176.000 kg madu setiap tahun. Untuk dijadikan sebuah komoditi non migas, maka secara kontinyu diperlukan sebuah pabrik farmasi, yang salah satu produk obat batuknya memerlukan komponen utama madu (Ketut Patra, Sinar Harapan, 28/1/1982).
Ditinjau dari kekayaan alam, Indonesia menyimpan potensi besar bagi pengembangan usaha perlebahan. Bahkan, enam dari tujuh species lebah madu di dunia ada ada di bumi nusantara, dan sudah dimanfaatkan masyarakat untuk diambil madu dan lilin.
Negeri dengan luas tanah sekitar 200 juta ha; pertanian 11.757.900 ha dan hutan sekitar 123.200.000 ha, yang yang dianggap produktif sebagai sumber pakan lebah (bee forage) hanya 80.000.000 ha. Dari total areal yang produktif tersebut dapat menghasilkan sekitar 80.000-200.000 ton dalam setahun. Menurut Algamar dkk (1986), Indonesia bisa menjadi negara industri perlebahan paling unggul di dunia.
Sayangnya, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara baik. Di sejumlah negara maju, lebah madu ditempatkan dalam mata rantai paket teknologi modern di bidang pertanian, minimal untuk sektor hortikultural. Ia dilindungi dari bahaya kemusnahan oleh obat-obatan anti hama. Bahkan, para pengusaha perkebunan buah-buahan sengaja menyewa serangga dari peternakan lebah ketika tanaman perkebunan sedang berbunga. Amerika Serikat, pada tahun 1982 misalnya, dari produksi pertanian bernilai sekitar US$ 45 miliar per tahun berkat kegiatan riset pengembangan ilmu dan teknologi, ternyata satu miliar dari jumlah tersebut, berkat aktivitas persarian (Pollination) (Anonymous, 1972).
Meksiko merupakan negara produsen madu terbesar di dunia. Negeri ini bisa produksi madu sekitar 37.200 ton per tahun (van der Plaas, 1982) dan juga tercatat sebagai negara terbesar yang menyuplai pasar madu dunia (20,1%) dari total pasar madu dunia per 1984 (Foo, 1986).
Sedangkan Jerman Barat justru menjadi negara pengimpor madu terbesar di dunia yakni sekitar 28,3% dari total madu di pasaran dunia per 1984 (Foo, 1986).
Di Jepang, impor madu terus meningkat 3 ton/tahun (1955-1959), 79 ton/tahun (1960-1964), 10.889 ton/tahun (1965-1969) (Soerodjotanojo et, al, 1980). Makin tinggi teknologi suatu negara, makin tinggi pula jumlah konsumsi madu (Winarno, 1980). Setahun, tingkat konsumsi madu di negara-negara maju seperti Jerman, Jepang, Inggris dan Perancis mencapai 700-1500 gr per kapita. Negara berkembang kurang dari 70 gr per kapita per tahun (Iliesu, 1977), dan Indonesia kurang dari 20 gr per kapita per tahun (Winarno, 1980), dan bahkan hanya 1,335 gr per kapita per tahun (Toebin, 1986).
Data Asosiasi Perlebahan Indonesia (API) 2005 menyebut, lingkungan pertanian dan hutan Indonesia seluas 19,2 juta hektar itu bila dioptimalkan, setahun Indonesia bisa menghasilkan minimal 200 ribu ton madu dari berbagai bunga, dari pertanian maupun hutan. Merunut pada asumsi ini, Indonesia bisa menghasilkan devisa negara Rp 20 trilliun per tahun dan jika dimaksimalkan bisa 2 juta ton per tahun dari bisnis perlebahan. Di samping itu, masyarakat bisa menjadikan madu sebagai food suplemen karena gizinya yang natural. Tradisi konsumsi madu di Indonesia sebenarnya sudah terjadi sejak ratusan tahun silam, namun baru sebatas obat dan dalam takaran yang sangat sedikit.
Saat ini, kesadaran masyarakat akan madu sebagai salah satu food suplement memicu terjadinya peningkatan terhadap kebutuhan madu. Data Asosiasi Perlebahan Indonesia (API) 2005 menyebut, angka konsumsi madu Indonesia berkisar 7000-15.000 ton per tahun. Sedangkan produksi madu Indonesia, per 2002 baru mencapai 4.000-5.000 ton/tahun. Di sini jelas tercipta jurang lebar antara tingkat kebutuhan dan produksi.
Potret miring ini memacu beredarnya madu palsu di pasaran. Kini, di pasaran madu dikenal original honey (madu asli) dan sintetis honey (madu proses atau campuran). Dari pengamatan API, sintetis honey paling dominan beredar di pasaran dan original honey hanya 10% ada di mal-mal, apotek, pasar swalayan, agen dan pasar-pasar tradisional.
A. Produksi Madu Masih Timpang
Dalam hal teknik budidaya lebah madu, angka produksi madu setiap tahun dan tingkat konsumsi madu, Indonesia sudah tertinggal dua sampai tiga dekade dari negara lain, meski perlebahan Indonesia terkategori sebagai salah satu komponen terpenting dalam pembangunan sektor pertanian dan kehutanan berkelanjutan. Secara ekologis dan ekonomis, peran lebah madu dalam penyerbukan tanaman cukup menguntungkan bagi kelestarian flora dan peternak lebah.
Seruan mengembangkan budidaya lebah madu di Indonesia pernah digagas mantan Presiden Soeharto di tahun 1977. Saat itu, Presiden Soeharto menganjurkan agar peternakan lebah dilakukan dalam skala besar. Dalam Lokakarya Nasional Riset dan Teknologi tahun 1978, anjuran presiden ditampung jadi bagian garis kebijaksanaan kegiatan riset dan teknologi pada PELITA III yang berkaitan dengan usaha pengadaan “BUTASARMAN” (Kebutuhan dasar manusia).
Secara operasional, Departemen Pertanian melalui Ditjen Kehutanan sudah menggelar di beberapa kawasan hutan dan pengembangan ternak tradisional (1), semi teknis (2) dan industrialisasi (3) oleh Ditjen Tanaman Pangan. Data statistik per tahun 1976-1980 menyebut, Indonesia harus mengimpor 176.000 kg madu setiap tahun. Untuk dijadikan sebuah komoditi non migas, maka secara kontinyu diperlukan sebuah pabrik farmasi, yang salah satu produk obat batuknya memerlukan komponen utama madu (Ketut Patra, Sinar Harapan, 28/1/1982).
Ditinjau dari kekayaan alam, Indonesia menyimpan potensi besar bagi pengembangan usaha perlebahan. Bahkan, enam dari tujuh species lebah madu di dunia ada ada di bumi nusantara, dan sudah dimanfaatkan masyarakat untuk diambil madu dan lilin.
Negeri dengan luas tanah sekitar 200 juta ha; pertanian 11.757.900 ha dan hutan sekitar 123.200.000 ha, yang yang dianggap produktif sebagai sumber pakan lebah (bee forage) hanya 80.000.000 ha. Dari total areal yang produktif tersebut dapat menghasilkan sekitar 80.000-200.000 ton dalam setahun. Menurut Algamar dkk (1986), Indonesia bisa menjadi negara industri perlebahan paling unggul di dunia.
Sayangnya, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara baik. Di sejumlah negara maju, lebah madu ditempatkan dalam mata rantai paket teknologi modern di bidang pertanian, minimal untuk sektor hortikultural. Ia dilindungi dari bahaya kemusnahan oleh obat-obatan anti hama. Bahkan, para pengusaha perkebunan buah-buahan sengaja menyewa serangga dari peternakan lebah ketika tanaman perkebunan sedang berbunga. Amerika Serikat, pada tahun 1982 misalnya, dari produksi pertanian bernilai sekitar US$ 45 miliar per tahun berkat kegiatan riset pengembangan ilmu dan teknologi, ternyata satu miliar dari jumlah tersebut, berkat aktivitas persarian (Pollination) (Anonymous, 1972).
Meksiko merupakan negara produsen madu terbesar di dunia. Negeri ini bisa produksi madu sekitar 37.200 ton per tahun (van der Plaas, 1982) dan juga tercatat sebagai negara terbesar yang menyuplai pasar madu dunia (20,1%) dari total pasar madu dunia per 1984 (Foo, 1986).
Sedangkan Jerman Barat justru menjadi negara pengimpor madu terbesar di dunia yakni sekitar 28,3% dari total madu di pasaran dunia per 1984 (Foo, 1986).
Di Jepang, impor madu terus meningkat 3 ton/tahun (1955-1959), 79 ton/tahun (1960-1964), 10.889 ton/tahun (1965-1969) (Soerodjotanojo et, al, 1980). Makin tinggi teknologi suatu negara, makin tinggi pula jumlah konsumsi madu (Winarno, 1980). Setahun, tingkat konsumsi madu di negara-negara maju seperti Jerman, Jepang, Inggris dan Perancis mencapai 700-1500 gr per kapita. Negara berkembang kurang dari 70 gr per kapita per tahun (Iliesu, 1977), dan Indonesia kurang dari 20 gr per kapita per tahun (Winarno, 1980), dan bahkan hanya 1,335 gr per kapita per tahun (Toebin, 1986).
Data Asosiasi Perlebahan Indonesia (API) 2005 menyebut, lingkungan pertanian dan hutan Indonesia seluas 19,2 juta hektar itu bila dioptimalkan, setahun Indonesia bisa menghasilkan minimal 200 ribu ton madu dari berbagai bunga, dari pertanian maupun hutan. Merunut pada asumsi ini, Indonesia bisa menghasilkan devisa negara Rp 20 trilliun per tahun dan jika dimaksimalkan bisa 2 juta ton per tahun dari bisnis perlebahan. Di samping itu, masyarakat bisa menjadikan madu sebagai food suplemen karena gizinya yang natural. Tradisi konsumsi madu di Indonesia sebenarnya sudah terjadi sejak ratusan tahun silam, namun baru sebatas obat dan dalam takaran yang sangat sedikit.
Saat ini, kesadaran masyarakat akan madu sebagai salah satu food suplement memicu terjadinya peningkatan terhadap kebutuhan madu. Data Asosiasi Perlebahan Indonesia (API) 2005 menyebut, angka konsumsi madu Indonesia berkisar 7000-15.000 ton per tahun. Sedangkan produksi madu Indonesia, per 2002 baru mencapai 4.000-5.000 ton/tahun. Di sini jelas tercipta jurang lebar antara tingkat kebutuhan dan produksi.
Potret miring ini memacu beredarnya madu palsu di pasaran. Kini, di pasaran madu dikenal original honey (madu asli) dan sintetis honey (madu proses atau campuran). Dari pengamatan API, sintetis honey paling dominan beredar di pasaran dan original honey hanya 10% ada di mal-mal, apotek, pasar swalayan, agen dan pasar-pasar tradisional.
B. Madu Organik Dan Sintetik
Geliat positif tentang meningkatnya kesadaran masyarakat untuk konsumsi madu sebagai obat dan food supplement, telah mendorong banyak produsen nakal membuat madu sintetik yang membahayakan kesehatan manusia. Kondisi inilah yang menyebar virus-virus traumatis bagi masyarakat untuk membeli madu karena kian banyaknya madu palsu yang beredar di pasaran.
Original honey merupakan madu yang dihasilkan lebah yang mengandung glukosa bukan gula tetapi nektar bunga yang diurai enzim jadi madu. Sedang sintetis honey sebagai sukrosa dan tidak mengandung unsur diatase yang ada di tubuh lebah. Sintetis honey sangat berbahaya dikonsumsi manusia terutama para penderita diabetes mellitus.
Sedikitnya, ada lima khasiat dari madu organik. Pertama, sebagai antibiotik konvensional untuk infeksi saluran kencing. Kedua, menyembuhkan mencret. Dengan konsentrasi hingga 40%, madu memberikan efek bakterial yang menghambat laju sejumlah bakteri yang menyebabkan mencret dan disentri seperti Salmonella, Shigella, enteropatogenik E coli dan Vibrio cholera. Dalam sebuah studi, madu dengan cairan rehidrasi oral mampu mengurangi durasi bakteri baik pada anak-anak maupun bayi yang menderita mencret.
Ketiga, madu dapat digunakan sebagai penyembuh luka dan anti inflammatory (luka bakar) serta mencegah infeksi bekas operasi. Madu bisa menyerap air yang ada di sekitar jaringan kulit terbakar. Sebuah studi di Afrika Barat menyebut, penyembuhan luka pada wanita setelah menjalani vulvectomy (operasi vagina) akibat kanker vagina, memakan waktu lebih cepat dengan menggunakan madu. Penggunaan madu juga disarankan untuk mengurangi tajamnya bau yang diakibatkan borok pada orang yang berpenyakit kusta.
Keempat, madu digunakan sebagai zat antitusif dan ekspektoran. Madu yang diandalkan sebagai obat batuk erat kaitan dengan kemampuan madu mencairkan dahak dan melegakan tenggorokan. Kelima, madu sebagai sumber nutrisi. Madu yang tidak terkontaminasi sangat sehat, makanan yang alami, dan mengandung banyak energi karena ada karbohidrat, protein, lipid, enzim dan vitamin. Satu sendok madu mengandung 60 kalori, 11 gr karbohidrat, 1 mg kalsium, 0,2 mg zat besi, 0,1 mg vitamin B dan 1 mg vitamin C.
Berbeda dengan madu proses (madu sintetik) yang sepintas sangat menyerupai madu asli. Madu sintetik dibuat tanpa pertolongan lebah atau memakai gula dengan proses sintetis oleh manusia bukan lebah. Umumnya, madu sintetik berwarna, penampilan, tekstur fisik, aroma dan rasa yang sama dengan madu asli. Orang awam sangat sulit membedakan mana madu asli dan mana madu tiruan.
Madu sintetik diolah campuran glukosa dengan gula pasir, buah, flavour dan zat warna, dan cukup berpotensi untuk membahayakan kesehatan manusia. Karena itu, perlu tetap diwaspadai mereka yang menjual madu dengan membawa sarang lebah. Meski kelihatan asli, seakan baru diambil langsung dari sarang madu, tetapi itu tidak bisa menjamin bahwa madu yang dijual itu madu asli, apalagi harga lebih murah di bawah standar madu asli.
Original honey merupakan madu yang dihasilkan lebah yang mengandung glukosa bukan gula tetapi nektar bunga yang diurai enzim jadi madu. Sedang sintetis honey sebagai sukrosa dan tidak mengandung unsur diatase yang ada di tubuh lebah. Sintetis honey sangat berbahaya dikonsumsi manusia terutama para penderita diabetes mellitus.
Sedikitnya, ada lima khasiat dari madu organik. Pertama, sebagai antibiotik konvensional untuk infeksi saluran kencing. Kedua, menyembuhkan mencret. Dengan konsentrasi hingga 40%, madu memberikan efek bakterial yang menghambat laju sejumlah bakteri yang menyebabkan mencret dan disentri seperti Salmonella, Shigella, enteropatogenik E coli dan Vibrio cholera. Dalam sebuah studi, madu dengan cairan rehidrasi oral mampu mengurangi durasi bakteri baik pada anak-anak maupun bayi yang menderita mencret.
Ketiga, madu dapat digunakan sebagai penyembuh luka dan anti inflammatory (luka bakar) serta mencegah infeksi bekas operasi. Madu bisa menyerap air yang ada di sekitar jaringan kulit terbakar. Sebuah studi di Afrika Barat menyebut, penyembuhan luka pada wanita setelah menjalani vulvectomy (operasi vagina) akibat kanker vagina, memakan waktu lebih cepat dengan menggunakan madu. Penggunaan madu juga disarankan untuk mengurangi tajamnya bau yang diakibatkan borok pada orang yang berpenyakit kusta.
Keempat, madu digunakan sebagai zat antitusif dan ekspektoran. Madu yang diandalkan sebagai obat batuk erat kaitan dengan kemampuan madu mencairkan dahak dan melegakan tenggorokan. Kelima, madu sebagai sumber nutrisi. Madu yang tidak terkontaminasi sangat sehat, makanan yang alami, dan mengandung banyak energi karena ada karbohidrat, protein, lipid, enzim dan vitamin. Satu sendok madu mengandung 60 kalori, 11 gr karbohidrat, 1 mg kalsium, 0,2 mg zat besi, 0,1 mg vitamin B dan 1 mg vitamin C.
Berbeda dengan madu proses (madu sintetik) yang sepintas sangat menyerupai madu asli. Madu sintetik dibuat tanpa pertolongan lebah atau memakai gula dengan proses sintetis oleh manusia bukan lebah. Umumnya, madu sintetik berwarna, penampilan, tekstur fisik, aroma dan rasa yang sama dengan madu asli. Orang awam sangat sulit membedakan mana madu asli dan mana madu tiruan.
Madu sintetik diolah campuran glukosa dengan gula pasir, buah, flavour dan zat warna, dan cukup berpotensi untuk membahayakan kesehatan manusia. Karena itu, perlu tetap diwaspadai mereka yang menjual madu dengan membawa sarang lebah. Meski kelihatan asli, seakan baru diambil langsung dari sarang madu, tetapi itu tidak bisa menjamin bahwa madu yang dijual itu madu asli, apalagi harga lebih murah di bawah standar madu asli.
B. Madu Asli Dan Madu Palsu
Madu yang beredar di Indonesia umumnya dihasilkan dari tiga jenis lebah; apis dorsata (lebah hutan), apis mellifera (lebah unggul) dan apis cerana (lebah lokal) yang ada di atas atap rumah. Dari segi kualitas, madu hutan (madu organik) berwarna hitam pekat lebih baik daripada madu yang dibudidaya. Sayangnya, masyarakat Indonesia sudah terbiasa konsumsi madu budidaya berwarna coklat cerah. Akibatnya, madu hutan dianggap sebagai madu palsu,” ujar pakar lebah, H Wawan Darmawan, SE, MBA.
Banyak orang penasaran untuk membedakan madu asli yang dihasilkan lebah pencari makan di alam bebas dari madu palsu (sirup gula, misalnya). Disinyalir, peredaran madu palsu di Indonesia sangat tinggi. Uji coba madu asli atau palsu lewat aroma, semut yang mengerubuti, kekentalan jika diteteskan pada debu, belum jadi jaminan sekitar keaslian sebuah produk madu.
Pengamat madu Indonesia, Surandi K. Riyatmo menilai, murni dan alami madu hanya bisa diteliti di laboratorium karena tidak ada cara lain yang bisa dipertanggungjawabkan. Di laboratorium, kandungan glukosa pada madu murni agak dominan kelihatan dan kandungan sukrosa lebih menonjol pada madu palsu. Madu asli mengandung mineral seperti natrium, kalsium, magnesium, alumunium, besi, fosfor dan kalium. Vitamin dalam madu berupa thiamin (B1), riboflavin (B2), asam askorbat (C), piridoksin (B6), niasin, asam pantotenat, biotin, asamfolat dan vitamin K.
Madu asli mengandung enzim sedangkan madu palsu tidak. Enzim tidak bisa dibuat manusia, dan hanya bisa dibuat lebah madu. Enzim-enzim terpenting dalam madu; diatase, invertase, glukosa oksidase, peroksidase dan lipase. Diastase merupakan enzim pengubah karbohidrat komplek (polisakarida) jadi karbohidrat sederhana (mono sakarida). Invertase merupakan enzim pemecah molekul sukrosa jadi glukosa dan fluktosa. Oksidase mengemban peran sebagai enzim pembantu oksidasi glukosa jadi asam peroksida. Enzim peroksidase melakukan proses oksidasi metabolisme. Semua zat berguna untuk proses metabolisme tubuh.
Sedangkan madu palsu mengandung campuran glukosa dengan gula pasir, buah, flavour dan zat warna sangat merugikan kesehatan manusia. Ciri-ciri madu asli harus berwarna-warni, hitam pekat (berasal dari bunga akasia), hitam kemerah-merahan, kuning cerah, kekuning-kuningan atau kuning keputih-putihan (lebah budidaya). Bila mendapatkan madu dengan warna dan kekentalan sama perlu diwaspadai karena warna madu asli tidak pernah sama.
Aroma juga bisa dijadikan media untuk menentukan asli atau palsunya sebuah produk madu. Madu asli punya aroma dan bau khas seperti madu dari bunga rambutan, kapuk randu atau kelengkeng. Ini berbeda dengan madu palsu yang sama sekali tidak beraroma.
Pengujian lain, madu asli bila dituangkan di atas piring sebanyak dua senduk lalu disirami air putih. Kalau digoyang ke kanan dan ke kiri membentuk sarang lebah. Jika tidak menyebar bahkan bercampur dengan air, maka terkategori madu palsu.
Uniknya, Surandi K Riyatmo menganjurkan konsumen untuk coba sendiri dengan menjadikan tubuh sebagai lab alam. Caranya, puasa selama 10 jam, lalu periksa gula darah. Katakan A minum madu 2-3 sendok. Sesudah 2 jam, periksa lagi gula darah. Katakan B bila madunya murni dan alami, selisih antara B dengan A kecil.
Penderita diabetes mellitus (DM) yang berpengalaman minum madu bisa merasakan madu murni dan madu palsu. Bila setelah minum madu, badan jadi segar dan bertenaga kembali (sama seperti bukan penderita DM yang baru saja minum teh manis), itu menandakan madu yang baru diminum murni dan alami.
Dalam tubuh penderita DM, madu diubah jadi tenaga (tanpa bantuan insulin). Bila penderita DM minum teh manis atau madu yang tidak murni dan tidak alami, ia tidak akan segera merasa segar dan bersemangat, tetapi tetap loyo bahkan tambah loyo (karena gula atau madu palsu tidak bisa diubah jadi tenaga tetapi "mencemari" tubuh).
Indikator lain adalah berat badan penderita DM. Bila setelah minum madu secara teratur berat badan tidak turun, itu tandanya madu yang diminum murni dan alami atau berat badan yang berangsur mendekati berat badan ideal. Pada etiket madu racik tercantum prosentase madu murni. Misalnya Madu Geruh, 100% madu murni, Madu Jamur, 95% madu murni dan 5% jamur. Madu Rocky, 85% madu murni dan 15% cuka apel.
Terkait fakta-fakta di atas, Surandi K Riyatmo menyarankan produsen madu agar mencantumkan prosentase kandungan madu. Misalnya 95% madu murni, 5% jamur, dan seterusnya. Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) diharapkan tetap mengawasi produk-produk madu yang beredar di masyarakat.
TABEL PERBEDAAN MADU ASLI & PALSU
Indikasi Madu Asli; Madu Palsu
Aroma: Mempunyai Aroma; Tidak beraroma
Dicampur: Di campur air putih, warnanya menjadi keruh;Dicampur air putih warnanya bening
Dipegang: Terasa kesat; Cenderung licin
Kandungan Madu: Mengandung Fluktosa, Glukosa, enzim dan berbagai macam vitamin; Mengandung Sukrosa (gula) dan Air
Panen Madu: Diproduksi oleh lebah sendiri yang diperolehnya dari berbagai nektar bunga;Dibuat manusia dengan berbagai bahan baku seperti sirop, tapioka, soda dan lain-lain yang dapat membahayakan kesehatan manusia.
Warna Madu: Tergantung bunga yang dihisap lebah; Warna cenderung sama
Kekentalan: Kekentalan tergantung kondisi cuaca. Jika musim hujan madu cenderung encer;Kekentalan cenderung sama karena dibuat oleh manusia sesuai aturan baku pembuatnya.
Sumber : APRIARI
Banyak orang penasaran untuk membedakan madu asli yang dihasilkan lebah pencari makan di alam bebas dari madu palsu (sirup gula, misalnya). Disinyalir, peredaran madu palsu di Indonesia sangat tinggi. Uji coba madu asli atau palsu lewat aroma, semut yang mengerubuti, kekentalan jika diteteskan pada debu, belum jadi jaminan sekitar keaslian sebuah produk madu.
Pengamat madu Indonesia, Surandi K. Riyatmo menilai, murni dan alami madu hanya bisa diteliti di laboratorium karena tidak ada cara lain yang bisa dipertanggungjawabkan. Di laboratorium, kandungan glukosa pada madu murni agak dominan kelihatan dan kandungan sukrosa lebih menonjol pada madu palsu. Madu asli mengandung mineral seperti natrium, kalsium, magnesium, alumunium, besi, fosfor dan kalium. Vitamin dalam madu berupa thiamin (B1), riboflavin (B2), asam askorbat (C), piridoksin (B6), niasin, asam pantotenat, biotin, asamfolat dan vitamin K.
Madu asli mengandung enzim sedangkan madu palsu tidak. Enzim tidak bisa dibuat manusia, dan hanya bisa dibuat lebah madu. Enzim-enzim terpenting dalam madu; diatase, invertase, glukosa oksidase, peroksidase dan lipase. Diastase merupakan enzim pengubah karbohidrat komplek (polisakarida) jadi karbohidrat sederhana (mono sakarida). Invertase merupakan enzim pemecah molekul sukrosa jadi glukosa dan fluktosa. Oksidase mengemban peran sebagai enzim pembantu oksidasi glukosa jadi asam peroksida. Enzim peroksidase melakukan proses oksidasi metabolisme. Semua zat berguna untuk proses metabolisme tubuh.
Sedangkan madu palsu mengandung campuran glukosa dengan gula pasir, buah, flavour dan zat warna sangat merugikan kesehatan manusia. Ciri-ciri madu asli harus berwarna-warni, hitam pekat (berasal dari bunga akasia), hitam kemerah-merahan, kuning cerah, kekuning-kuningan atau kuning keputih-putihan (lebah budidaya). Bila mendapatkan madu dengan warna dan kekentalan sama perlu diwaspadai karena warna madu asli tidak pernah sama.
Aroma juga bisa dijadikan media untuk menentukan asli atau palsunya sebuah produk madu. Madu asli punya aroma dan bau khas seperti madu dari bunga rambutan, kapuk randu atau kelengkeng. Ini berbeda dengan madu palsu yang sama sekali tidak beraroma.
Pengujian lain, madu asli bila dituangkan di atas piring sebanyak dua senduk lalu disirami air putih. Kalau digoyang ke kanan dan ke kiri membentuk sarang lebah. Jika tidak menyebar bahkan bercampur dengan air, maka terkategori madu palsu.
Uniknya, Surandi K Riyatmo menganjurkan konsumen untuk coba sendiri dengan menjadikan tubuh sebagai lab alam. Caranya, puasa selama 10 jam, lalu periksa gula darah. Katakan A minum madu 2-3 sendok. Sesudah 2 jam, periksa lagi gula darah. Katakan B bila madunya murni dan alami, selisih antara B dengan A kecil.
Penderita diabetes mellitus (DM) yang berpengalaman minum madu bisa merasakan madu murni dan madu palsu. Bila setelah minum madu, badan jadi segar dan bertenaga kembali (sama seperti bukan penderita DM yang baru saja minum teh manis), itu menandakan madu yang baru diminum murni dan alami.
Dalam tubuh penderita DM, madu diubah jadi tenaga (tanpa bantuan insulin). Bila penderita DM minum teh manis atau madu yang tidak murni dan tidak alami, ia tidak akan segera merasa segar dan bersemangat, tetapi tetap loyo bahkan tambah loyo (karena gula atau madu palsu tidak bisa diubah jadi tenaga tetapi "mencemari" tubuh).
Indikator lain adalah berat badan penderita DM. Bila setelah minum madu secara teratur berat badan tidak turun, itu tandanya madu yang diminum murni dan alami atau berat badan yang berangsur mendekati berat badan ideal. Pada etiket madu racik tercantum prosentase madu murni. Misalnya Madu Geruh, 100% madu murni, Madu Jamur, 95% madu murni dan 5% jamur. Madu Rocky, 85% madu murni dan 15% cuka apel.
Terkait fakta-fakta di atas, Surandi K Riyatmo menyarankan produsen madu agar mencantumkan prosentase kandungan madu. Misalnya 95% madu murni, 5% jamur, dan seterusnya. Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) diharapkan tetap mengawasi produk-produk madu yang beredar di masyarakat.
TABEL PERBEDAAN MADU ASLI & PALSU
Indikasi Madu Asli; Madu Palsu
Aroma: Mempunyai Aroma; Tidak beraroma
Dicampur: Di campur air putih, warnanya menjadi keruh;Dicampur air putih warnanya bening
Dipegang: Terasa kesat; Cenderung licin
Kandungan Madu: Mengandung Fluktosa, Glukosa, enzim dan berbagai macam vitamin; Mengandung Sukrosa (gula) dan Air
Panen Madu: Diproduksi oleh lebah sendiri yang diperolehnya dari berbagai nektar bunga;Dibuat manusia dengan berbagai bahan baku seperti sirop, tapioka, soda dan lain-lain yang dapat membahayakan kesehatan manusia.
Warna Madu: Tergantung bunga yang dihisap lebah; Warna cenderung sama
Kekentalan: Kekentalan tergantung kondisi cuaca. Jika musim hujan madu cenderung encer;Kekentalan cenderung sama karena dibuat oleh manusia sesuai aturan baku pembuatnya.
Sumber : APRIARI
D. Belajar Dari Thailand
Meski Indonesia memiliki pakan lebah yang besar namun produksi madu masih sangat sedikit. Di daratan Asia, Indonesia cukup jauh tertinggal dengan Thailand yang bisa produksi madu dari jenis kelengkeng 10.000 ton per tahun. Fakta ini seperti diungkap Ketua API H Wawan Darmawan SE, MBA karena minimnya pengetahun tentang manfaat lebah madu dan kurangnya dukungan pemerintah.
Hingga kini belum ada departemen yang khusus diberi tugas untuk mengawal dan mendampingi kegiatan usaha dan budidaya lebah madu di Indonesia. Pemerintah hanya menganggap kegiatan perlebahan sebagai aktivitas biasa yang tidak memiliki potensi. Jangan heran jika produksi madu per tahun tidak pernah bertambah, dan sebaliknya cenderung berkurang.
Di kalangan masyarakat masih tertanam kuat asumsi yang keliru soal lebah madu yang dapat merusak hasil pertanian dan perkebunan. Padahal, serangga kecil ini membantu penyerbukan pohon dan tanaman, sebagai sumber energi, madu jadi food supplement yang alami. Juga, lebah madu bisa diolah jadi aneka produk kosmetika dan farmasi. Contohnya, lilin lebah dibutuhkan oleh sekitar 200 industri, termasuk untuk riset atom (Smith, 1960). Sumber daya madu lebah bisa memberi kesempatan kerja yang cukup besar bagi para tenaga kerja. Di Meksiko, sekitar 600.000 orang yang terlibat aktif mengurusi sekitar 1.240.000 koloni lebah di negeri tersebut.
Di Thailand, raja sangat respek terhadap kegiatan perlebahan. Pemerintah Thailand bahkan menganggap madu sebagai sumber devisa potensial, dan karena itu terus dipacu produksinya guna mempertahankan pasar di kawasan Eropa. Potret ini berimbas positif pada ekonomi masyarakat peternak lebah madu dan masyarakat termotivasi untuk budidaya lebah. Di Chiang Mai, Thailand, ribuan hektar pohon kelengkeng ditanam petani lebah. Bayangkan dari bunga kelengkang saja Thailand dapat menghasilkan 10. 000 ton madu per tahun.
Untuk mengembangkan usaha perlebahan di Indonesia dalam skala besar agar sejajar dengan negara lain seperti RRC, Meksiko dan Australia, pemerintah perlu mendorong kegiatan pengayaan tanaman pakan lebah melalui gerakan penghijauan, reboisasi dan hutan tanaman industri. Pada lahan-lahan hutan terutama di pulau Jawa yang berbatasan dengan pedesaan, perlu ditanami jenis-jenis tanaman pakan lebah. Adanya kemudahan perijinan dalam kegiatan penggembalaan lebah terutama pada areal perkebunan dan hutan tanaman industri. Pemerintah juga wajib menertibkan peredaraan madu palsu diiringi sosialisasi tentang manfaat perlebahan bagi masyarakat. Selain itu adanya dorongan finansial berupa modal melalui bank-bank. Perlu diingat, peternak lebah kecil saat ini banyak mengalami kesulitan permodalan, dan mereka sangat memerlukan bantuan kredit dengan bunga lunak dan prosedur sederhana.
Peningkatan kemampuan SDM di bidang perlebahan melalui kegiatan penyuluhan, pelatihan dan pendidikan harus terus dilakukan. Peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi perlebahan melalui penelitian dan pengembangan oleh lembaga terkait jadi sesuatu yang penting, penyiapan sistem informasi perlebahan nasional dan pengembangan kerja sama regional dan internasional di bidang perlebahan. Peningkatan peranan pemerintah daerah sebagai fasilitator pengembangan perlebahan di setiap daerah dan penertiban aneka pungutan liar.
API saat ini sedang memacu masyarakat di sekitar hutan dan perkebunan untuk menjadi petani madu. Bukankah lebih baik daripada mereka mencuri kayu? Rencana ini tidak mudah, tanpa didukung pemerintah. Menurut catatan API, program pelatihan tentang budidaya lebah sudah sering dilakukan, --perorangan maupun lembaga dengan tujuan sosialisasi manfaat lebah dan mendorong minat masyarakat membudidayakan lebah.
Selain itu informasi budidaya lebah dilakukan di sekolah-sekolah, membina petani lebah di daerah-daerah dengan memberikan masukan-masukan terkait kendala yang dihadapi terutama teknologi budidaya lebah secara modern. Pengalaman studi banding ke negara-negara lain, --Asia, Eropa maupun Amerika ditularkan kepada para petani lebah agar lebih yakin dan lebih giat mencontohi petani lebah di luar negeri.
Hingga kini belum ada departemen yang khusus diberi tugas untuk mengawal dan mendampingi kegiatan usaha dan budidaya lebah madu di Indonesia. Pemerintah hanya menganggap kegiatan perlebahan sebagai aktivitas biasa yang tidak memiliki potensi. Jangan heran jika produksi madu per tahun tidak pernah bertambah, dan sebaliknya cenderung berkurang.
Di kalangan masyarakat masih tertanam kuat asumsi yang keliru soal lebah madu yang dapat merusak hasil pertanian dan perkebunan. Padahal, serangga kecil ini membantu penyerbukan pohon dan tanaman, sebagai sumber energi, madu jadi food supplement yang alami. Juga, lebah madu bisa diolah jadi aneka produk kosmetika dan farmasi. Contohnya, lilin lebah dibutuhkan oleh sekitar 200 industri, termasuk untuk riset atom (Smith, 1960). Sumber daya madu lebah bisa memberi kesempatan kerja yang cukup besar bagi para tenaga kerja. Di Meksiko, sekitar 600.000 orang yang terlibat aktif mengurusi sekitar 1.240.000 koloni lebah di negeri tersebut.
Di Thailand, raja sangat respek terhadap kegiatan perlebahan. Pemerintah Thailand bahkan menganggap madu sebagai sumber devisa potensial, dan karena itu terus dipacu produksinya guna mempertahankan pasar di kawasan Eropa. Potret ini berimbas positif pada ekonomi masyarakat peternak lebah madu dan masyarakat termotivasi untuk budidaya lebah. Di Chiang Mai, Thailand, ribuan hektar pohon kelengkeng ditanam petani lebah. Bayangkan dari bunga kelengkang saja Thailand dapat menghasilkan 10. 000 ton madu per tahun.
Untuk mengembangkan usaha perlebahan di Indonesia dalam skala besar agar sejajar dengan negara lain seperti RRC, Meksiko dan Australia, pemerintah perlu mendorong kegiatan pengayaan tanaman pakan lebah melalui gerakan penghijauan, reboisasi dan hutan tanaman industri. Pada lahan-lahan hutan terutama di pulau Jawa yang berbatasan dengan pedesaan, perlu ditanami jenis-jenis tanaman pakan lebah. Adanya kemudahan perijinan dalam kegiatan penggembalaan lebah terutama pada areal perkebunan dan hutan tanaman industri. Pemerintah juga wajib menertibkan peredaraan madu palsu diiringi sosialisasi tentang manfaat perlebahan bagi masyarakat. Selain itu adanya dorongan finansial berupa modal melalui bank-bank. Perlu diingat, peternak lebah kecil saat ini banyak mengalami kesulitan permodalan, dan mereka sangat memerlukan bantuan kredit dengan bunga lunak dan prosedur sederhana.
Peningkatan kemampuan SDM di bidang perlebahan melalui kegiatan penyuluhan, pelatihan dan pendidikan harus terus dilakukan. Peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi perlebahan melalui penelitian dan pengembangan oleh lembaga terkait jadi sesuatu yang penting, penyiapan sistem informasi perlebahan nasional dan pengembangan kerja sama regional dan internasional di bidang perlebahan. Peningkatan peranan pemerintah daerah sebagai fasilitator pengembangan perlebahan di setiap daerah dan penertiban aneka pungutan liar.
API saat ini sedang memacu masyarakat di sekitar hutan dan perkebunan untuk menjadi petani madu. Bukankah lebih baik daripada mereka mencuri kayu? Rencana ini tidak mudah, tanpa didukung pemerintah. Menurut catatan API, program pelatihan tentang budidaya lebah sudah sering dilakukan, --perorangan maupun lembaga dengan tujuan sosialisasi manfaat lebah dan mendorong minat masyarakat membudidayakan lebah.
Selain itu informasi budidaya lebah dilakukan di sekolah-sekolah, membina petani lebah di daerah-daerah dengan memberikan masukan-masukan terkait kendala yang dihadapi terutama teknologi budidaya lebah secara modern. Pengalaman studi banding ke negara-negara lain, --Asia, Eropa maupun Amerika ditularkan kepada para petani lebah agar lebih yakin dan lebih giat mencontohi petani lebah di luar negeri.
E. Asosiasi Perlebahan Indonesia (API)
Asosiasi Perlebahan Indonesia (API) yang dibentuk tahun 1992 merupakan himpunan masyarakat perlebahan plus mitra sejajar pemerintah untuk bersama-sama mengembangkan perlebahan Indonesia. Hingga kini, API dipimpin H Wawan Darmawan, SE, MBA.
API didirikan untuk memajukan usaha perlebahan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi berupa barang dan jasa yang bermutu bagi pemenuhan hidup rakyat banyak, meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan anggota, menyediakan wahana saling tukar informasi perlebahan antar anggota maupun masyarakat nasional dan internasional, meningkatkan profesionalisme kegiatan perlebahan, membina hubungan dengan organisasi asing serta meningkatkan pemanfaatan dan pemasaran produk perlebahan di dalam maupun di luar negeri.
Selama ini, hasil yang sudah dicapai berupa inventarisasi potensi pakan lebah untuk memudahkan peternak lebah menggembalakan koloni, pengembangan teknologi untuk mengejar ketinggalan dari negara maju perihal budidaya lebah madu, penyuluhan untuk menyelamatkan lebah hutan A. dorsata sebagai lebah asli Indonesia. Selain itu, aktif menjalin kerja sama teknis perlebahan dengan negara maju difokuskan pada alih teknologi, dan menggelar kongres perlebahan nasional.
Selama ini, pengembangan budidaya madu masih dipusatkan di area Bumi Perkemahan Cibubur (BPC), Jakarta Timur. Tidak seperti para pemburu madu hutan yang hanya menggantungkan hasilnya pada kebaikan alam dan kerja keras lebah untuk mengumpulkan madu, API dan Apiari Pramuka terus mengelola dan merawat sarang-sarang lebah yang ditempatkan di dalam kotak-kotak (stup) atau koloni, khususnya jenis Apis mellifera atau lebah unggul yang diimpor dari Eropa, dengan bentuk lebih kecil dari lebah hutan.
Berbagai jenis madu juga tersedia di kawasan BPC seperti madu rambutan, madu kapuk dan madu kopi sebagai hasil penggembalaan lebah secara nomaden. Sejak tahun 1972 hingga kini, Apiari Pramuka sudah menghasilkan 10.000 peternak lebah yang tersebar di seluruh pelosok tanah air dengan total koloni sebanyak 100.000-150.000. Hanya dengan 10.000 peternak lebah, Indonesia sudah bisa menghasilkan 7.000-15.000 ton per tahun.
API didirikan untuk memajukan usaha perlebahan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi berupa barang dan jasa yang bermutu bagi pemenuhan hidup rakyat banyak, meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan anggota, menyediakan wahana saling tukar informasi perlebahan antar anggota maupun masyarakat nasional dan internasional, meningkatkan profesionalisme kegiatan perlebahan, membina hubungan dengan organisasi asing serta meningkatkan pemanfaatan dan pemasaran produk perlebahan di dalam maupun di luar negeri.
Selama ini, hasil yang sudah dicapai berupa inventarisasi potensi pakan lebah untuk memudahkan peternak lebah menggembalakan koloni, pengembangan teknologi untuk mengejar ketinggalan dari negara maju perihal budidaya lebah madu, penyuluhan untuk menyelamatkan lebah hutan A. dorsata sebagai lebah asli Indonesia. Selain itu, aktif menjalin kerja sama teknis perlebahan dengan negara maju difokuskan pada alih teknologi, dan menggelar kongres perlebahan nasional.
Selama ini, pengembangan budidaya madu masih dipusatkan di area Bumi Perkemahan Cibubur (BPC), Jakarta Timur. Tidak seperti para pemburu madu hutan yang hanya menggantungkan hasilnya pada kebaikan alam dan kerja keras lebah untuk mengumpulkan madu, API dan Apiari Pramuka terus mengelola dan merawat sarang-sarang lebah yang ditempatkan di dalam kotak-kotak (stup) atau koloni, khususnya jenis Apis mellifera atau lebah unggul yang diimpor dari Eropa, dengan bentuk lebih kecil dari lebah hutan.
Berbagai jenis madu juga tersedia di kawasan BPC seperti madu rambutan, madu kapuk dan madu kopi sebagai hasil penggembalaan lebah secara nomaden. Sejak tahun 1972 hingga kini, Apiari Pramuka sudah menghasilkan 10.000 peternak lebah yang tersebar di seluruh pelosok tanah air dengan total koloni sebanyak 100.000-150.000. Hanya dengan 10.000 peternak lebah, Indonesia sudah bisa menghasilkan 7.000-15.000 ton per tahun.
F. F. Kiprah Pusat Pelatihan Perlebahan Sukatani (P3S)
Pusat Pelatihan Perlebahan Sukatani (P3S) yang disulap H Wawan Darmawan, SE, MBA berlokasi di Jl Dongkal Raya 8, Sukatani, Cimanggis, Kota Depok ternyata menggoda banyak petani dan peternak lebah untuk menekuni program pelatihan budidaya lebah. Wajar bila P3S ramai dikunjungi para hobies, peternak dan pelajar untuk studi tentang budidaya lebah.
Ditopang kontinuitas sosialisasi madu sebagai minuman kesehatan alami yang kaya nutrisi, P3S mulai membuka kursus perlebahan. Areal pelatihan yang dibangun di Sukatani cukup luas dan memberi keleluasaan kepada pengunjung untuk mengamati aktivitas lebah yang digembalakan.
Rencananya, jelas pria yang diakrabi Pak Lebah itu siap membangun museum perlebahan sebagai media alternatif bagi peserta kursus untuk lebih detail mengetahui dunia perlebahan. Eksistensi P3S cepat tercium insan pers, yang tertarik untuk membuka fakta seputar perlebahan dan bisnis madu seperti yang pernah dilakukan ANTV dan Koran Sindo (Seputar Indonesia) pada tahun 2005 lalu.
Dengan tayangan madu di televisi masyarakat bisa mengenal madu secara langsung sebagai obat mujarab dan makanan kesehatan. Kehadiran P3S bisa menekan peredaraan produk madu ‘aspal’ (asli tapi palsu), dan menciptakan lapangan kerja bagi warga sekitar.
Ditopang kontinuitas sosialisasi madu sebagai minuman kesehatan alami yang kaya nutrisi, P3S mulai membuka kursus perlebahan. Areal pelatihan yang dibangun di Sukatani cukup luas dan memberi keleluasaan kepada pengunjung untuk mengamati aktivitas lebah yang digembalakan.
Rencananya, jelas pria yang diakrabi Pak Lebah itu siap membangun museum perlebahan sebagai media alternatif bagi peserta kursus untuk lebih detail mengetahui dunia perlebahan. Eksistensi P3S cepat tercium insan pers, yang tertarik untuk membuka fakta seputar perlebahan dan bisnis madu seperti yang pernah dilakukan ANTV dan Koran Sindo (Seputar Indonesia) pada tahun 2005 lalu.
Dengan tayangan madu di televisi masyarakat bisa mengenal madu secara langsung sebagai obat mujarab dan makanan kesehatan. Kehadiran P3S bisa menekan peredaraan produk madu ‘aspal’ (asli tapi palsu), dan menciptakan lapangan kerja bagi warga sekitar.
G. Apis Mellifera Lebih Populer
Budidaya lebah madu merupakan salah satu kegiatan yang mudah dan dapat dijadikan penopang dan pendongkrak ekonomi masyarakat yang tinggal di sekitar sebuah kawasan hutan. Hanya, budidayanya masih tradisional sehingga madu yang dihasilkan berkualitas rendah. Karena itu, peternak lebah perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan teknik yang memadai.
Beberapa lokasi di pulau Jawa sedang dipelihara empat macam lebah penghasil madu; lebah lokal (Apis cerana atau Apis indica), lebah unggul (Apis mellifera), lebah hutan (Apis dorsata) yang besar-besar dan suka menyengat, serta lebah klanceng (Apis florea). Di tempat lain, masyarakat masih gemar memelihara Apis indica.
Dengan menguasai teknik budidaya dan mengenal perilaku hidup lebah madu, peternak di pulau Jawa cenderung mengembangkan budidaya lebah madu unggulan Apis mellifera asal Eropa dan Australia. Upaya itu digiatkan karena tertarik pada ukuran tubuh yang lebih besar dibanding Apis indica. Lebah imporan ini bisa menghasilkan cairan madu, tepung sari dan royal jelly jauh lebih banyak dibanding lebah lokal.
Rambut yang memenuhi sekujur tubuh lebah unggul itu berguna untuk menangkap serbuk sari bunga. Mulutnya yang berbentuk tabung panjang bermanfaat sebagai wadah penghimpun nektar. Sebagai lebah yang hidup berkoloni, jenis serangga itu memiliki sepasang sayap di muka dan sepasang sayap lagi di belakang. Dengan keempat sayapnya, lebah pekerja bisa terbang cepat ke mana-mana. Sebaliknya, kawanan lebah lokal lebih agresif ketimbang lebah unggul. Lebah lokal dipelihara di sarang buatan berupa tangkupan kayu bundar yang dibelah (glodok). Biasanya glodok dibuka sebulan sekali untuk diambil madunya.
Sebagai perbandingan, lebah lokal di pedesaan rata-rata menghasilkan madu 5-10 kg per koloni dalam setahun. Lebah impor milik peternak lebah bisa menghasilkan 40-50 kg per koloni setahun.
Untuk menggenjot peningkatan madu, tidak ada jalan lain selain memperbanyak koloni lebah Apis mellifera, karena produksi madunya sangat tinggi dan bisa digembalakan, kotak kandang mudah diangkut. Cuma jenis lebah impor ini memerlukan perawatan intensif secara profesional, modal dan pengetahuan beternak lebah, serta sang pemilik harus menguasai jalur bisnis.
Beberapa lokasi di pulau Jawa sedang dipelihara empat macam lebah penghasil madu; lebah lokal (Apis cerana atau Apis indica), lebah unggul (Apis mellifera), lebah hutan (Apis dorsata) yang besar-besar dan suka menyengat, serta lebah klanceng (Apis florea). Di tempat lain, masyarakat masih gemar memelihara Apis indica.
Dengan menguasai teknik budidaya dan mengenal perilaku hidup lebah madu, peternak di pulau Jawa cenderung mengembangkan budidaya lebah madu unggulan Apis mellifera asal Eropa dan Australia. Upaya itu digiatkan karena tertarik pada ukuran tubuh yang lebih besar dibanding Apis indica. Lebah imporan ini bisa menghasilkan cairan madu, tepung sari dan royal jelly jauh lebih banyak dibanding lebah lokal.
Rambut yang memenuhi sekujur tubuh lebah unggul itu berguna untuk menangkap serbuk sari bunga. Mulutnya yang berbentuk tabung panjang bermanfaat sebagai wadah penghimpun nektar. Sebagai lebah yang hidup berkoloni, jenis serangga itu memiliki sepasang sayap di muka dan sepasang sayap lagi di belakang. Dengan keempat sayapnya, lebah pekerja bisa terbang cepat ke mana-mana. Sebaliknya, kawanan lebah lokal lebih agresif ketimbang lebah unggul. Lebah lokal dipelihara di sarang buatan berupa tangkupan kayu bundar yang dibelah (glodok). Biasanya glodok dibuka sebulan sekali untuk diambil madunya.
Sebagai perbandingan, lebah lokal di pedesaan rata-rata menghasilkan madu 5-10 kg per koloni dalam setahun. Lebah impor milik peternak lebah bisa menghasilkan 40-50 kg per koloni setahun.
Untuk menggenjot peningkatan madu, tidak ada jalan lain selain memperbanyak koloni lebah Apis mellifera, karena produksi madunya sangat tinggi dan bisa digembalakan, kotak kandang mudah diangkut. Cuma jenis lebah impor ini memerlukan perawatan intensif secara profesional, modal dan pengetahuan beternak lebah, serta sang pemilik harus menguasai jalur bisnis.
1. Syarat Budidaya Lebah Madu
Jarak lokasi peternak ke sumber makanan sekitar 0,75 km dan jarak ke mata air bersih 200-300 m merupakan syarat budidaya yang baik. Selain tempat, juga udara harus sejuk dan bebas angin. Budidaya lebah perlu memperhatikan siklus tanaman berbunga. Karena itu, para peternak lebah sering pindah mengikuti musim berbunga tanaman.
Di dalam satu koloni terdapat seekor lebah ratu, 1000 lebah jantan dan 9.000 lebah pekerja. Jadi, dalam satu koloni terdapat 10.000 ekor lebah. Lebah ratu bertugas memimpin koloni plus bertelur. Lebah jantan membuahi lebah ratu dan menjaga keamanan sarang. Sedangkan lebah pekerja, mencari nektar bunga untuk dijadikan madu yang merupakan makanan mereka.
Di kawasan Sukabumi, Jawa Barat, para peternak lebah mengembangkan teknik budidaya lebah secara modern. Sebelum budidaya, koloni lebah madu didapatkan dari peternak lain atau Apiari. Apis Mellifera menjadi jenis lebah yang bagus untuk diternakkan dalam produktivitas tinggi. Koloni lebah diletakkan pada stup di bawah pohon sejarak antar stup minimum 2 meter.
Pemeliharaan dilakukan dengan rutin memeriksa sarang dan mengendalikan hama penyakit lebah secara tepat. Panen madu dilakukan tiga bulan sekali. Produksi yang ideal untuk satu koloni; 4 kg madu sekali panen dan terjadi secara fluktuatif. Pada masa paceklik bunga, hasil madu hanya bisa 2 kg/koloni. Namun, ketika bunga berlimpah produksinya bisa mencapai 8 kg/koloni.
Di saat musim berbunga tiba, lebah memang banyak mendapat makanannya. Namun saat musim bunga berlalu atau saat musim penghujan, lebah bisa dikatakan tidak memproduksi madu. Bila mereka tidak memproduksi madu, maka mereka tidak punya bahan pangan. Di sinilah peran peternak dalam menjaga kelestarian lebah menjadi penting.
Di kawasan Sukabumi, para peternak lebah memberi gula stimulan terhadap lebah agar bisa bertahan hidup. Suatu hal yang tidak dilakukan para pengumpul lebah hutan. Untuk memelihara lebah unggul, sering koloni-koloni lebah dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lain. Pemindahan tetap didasarkan pada asumsi bahwa lebah selalu mendapatkan cadangan nektar bunga yang cukup demi menjaga kelangsungan produksi madu. Pemindahan juga berfungsi untuk deversifikasi madu berdasarkan jenis bunga yang dihisap lebah.
Proses pembotolan madu di Apiari sangat sederhana, tapi tetap higienis. Madu yang terkumpul dalam puluhan tong plastik disaring, lalu dimasukkan ke dalam tangki untuk pengepakan ke dalam botol.
Sayangnya, pemerintah belum terlibat aktif mengembangbiakkan lebah. Hutan-hutan tropis di Indonesia, baru sebagian kecil yang digunakan sebagai tempat budidaya lebah, padahal potensi ekonomi lebah sangat besar dengan permintaan pasar yang menggiurkan seiring kecenderungan masyarakat untuk kembali konsumsi produk-produk organik yang berasal dari alam.
Di dalam satu koloni terdapat seekor lebah ratu, 1000 lebah jantan dan 9.000 lebah pekerja. Jadi, dalam satu koloni terdapat 10.000 ekor lebah. Lebah ratu bertugas memimpin koloni plus bertelur. Lebah jantan membuahi lebah ratu dan menjaga keamanan sarang. Sedangkan lebah pekerja, mencari nektar bunga untuk dijadikan madu yang merupakan makanan mereka.
Di kawasan Sukabumi, Jawa Barat, para peternak lebah mengembangkan teknik budidaya lebah secara modern. Sebelum budidaya, koloni lebah madu didapatkan dari peternak lain atau Apiari. Apis Mellifera menjadi jenis lebah yang bagus untuk diternakkan dalam produktivitas tinggi. Koloni lebah diletakkan pada stup di bawah pohon sejarak antar stup minimum 2 meter.
Pemeliharaan dilakukan dengan rutin memeriksa sarang dan mengendalikan hama penyakit lebah secara tepat. Panen madu dilakukan tiga bulan sekali. Produksi yang ideal untuk satu koloni; 4 kg madu sekali panen dan terjadi secara fluktuatif. Pada masa paceklik bunga, hasil madu hanya bisa 2 kg/koloni. Namun, ketika bunga berlimpah produksinya bisa mencapai 8 kg/koloni.
Di saat musim berbunga tiba, lebah memang banyak mendapat makanannya. Namun saat musim bunga berlalu atau saat musim penghujan, lebah bisa dikatakan tidak memproduksi madu. Bila mereka tidak memproduksi madu, maka mereka tidak punya bahan pangan. Di sinilah peran peternak dalam menjaga kelestarian lebah menjadi penting.
Di kawasan Sukabumi, para peternak lebah memberi gula stimulan terhadap lebah agar bisa bertahan hidup. Suatu hal yang tidak dilakukan para pengumpul lebah hutan. Untuk memelihara lebah unggul, sering koloni-koloni lebah dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lain. Pemindahan tetap didasarkan pada asumsi bahwa lebah selalu mendapatkan cadangan nektar bunga yang cukup demi menjaga kelangsungan produksi madu. Pemindahan juga berfungsi untuk deversifikasi madu berdasarkan jenis bunga yang dihisap lebah.
Proses pembotolan madu di Apiari sangat sederhana, tapi tetap higienis. Madu yang terkumpul dalam puluhan tong plastik disaring, lalu dimasukkan ke dalam tangki untuk pengepakan ke dalam botol.
Sayangnya, pemerintah belum terlibat aktif mengembangbiakkan lebah. Hutan-hutan tropis di Indonesia, baru sebagian kecil yang digunakan sebagai tempat budidaya lebah, padahal potensi ekonomi lebah sangat besar dengan permintaan pasar yang menggiurkan seiring kecenderungan masyarakat untuk kembali konsumsi produk-produk organik yang berasal dari alam.
2. Peralatan Budidaya Lebah Madu
Teknik budidaya lebah modern tidak menggunakan glodok yang terbuat dari batang pohon kelapa. Petani lebih sering memakai stup. Stup merupakan tempat (kotak) tinggal koloni lebah yang terbuat dari kayu dengan ketebalan 2 cm. Kayu yang digunakan sebaiknya tidak berbau, tahan lama dan mudah didapat. Ukuran panjang stup 50 cm, lebar 40 cm dan tinggi 26 cm. Di dalam stup terdapat frame yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan sarang sepanjang 48 cm, lebar 3 cm dan tinggi 23 cm. Dengan bentuk sarang seperti ini, pemeriksaan koloni dan sisiran mudah serta bisa dilakukan setiap saat.
Lalu, disediakan fondasi sarang, penyekat ratu, kurungan ratu, mangkokan ratu dan bingkai stimulasi yang bertujuan mempercepat pembangunan sarang. Fondasi sarang dilekatkan pada frame. Adapun penyekat ratu digunakan untuk menahan ratu agar tidak naik ke kotak di atas atau kabur. Kurungan ratu digunakan untuk melindungi ratu atau mengenalkan ratu kepada koloni. Mangkokan ratu digunakan untuk menempatkan calon-calon ratu baru. Sarang yang baik dilengkapi bingkai stimulasi untuk digunakan sebagai wadah makanan tambahan ketika paceklik.
Selain itu dibutuhkan pengasap (smoker), masker, pengungkit, sarung tangan dan sikat lebah. Pengasap digunakan untuk menjinakkan lebah saat sisiran diangkat. Masker dan sarung tangan berguna melindungi kulit dari serangan lebah. Pengungkit untuk mengangkat sisiran yang melekat ke stup. Sikat lebah digunakan untuk menghalau lebah pada sisiran ketika dipanen.
Lalu, disediakan fondasi sarang, penyekat ratu, kurungan ratu, mangkokan ratu dan bingkai stimulasi yang bertujuan mempercepat pembangunan sarang. Fondasi sarang dilekatkan pada frame. Adapun penyekat ratu digunakan untuk menahan ratu agar tidak naik ke kotak di atas atau kabur. Kurungan ratu digunakan untuk melindungi ratu atau mengenalkan ratu kepada koloni. Mangkokan ratu digunakan untuk menempatkan calon-calon ratu baru. Sarang yang baik dilengkapi bingkai stimulasi untuk digunakan sebagai wadah makanan tambahan ketika paceklik.
Selain itu dibutuhkan pengasap (smoker), masker, pengungkit, sarung tangan dan sikat lebah. Pengasap digunakan untuk menjinakkan lebah saat sisiran diangkat. Masker dan sarung tangan berguna melindungi kulit dari serangan lebah. Pengungkit untuk mengangkat sisiran yang melekat ke stup. Sikat lebah digunakan untuk menghalau lebah pada sisiran ketika dipanen.
H. Cara Menyimpan Madu
Teknik atau cara menyimpan madu menjadi jembatan untuk mengetahui satu kualitas madu. Madu sebenarnya tidak mudah rusak kecuali madu sintetik. Madu bisa bertahan sampai tahunan bahkan ratusan tahun. Namun untuk menjaga kualitas, kandungan vitamin dan zat lain yang dibutuhkan manusia, madu harus disimpan secara benar.
Madu disimpan di tempat yang kering (tidak lembab) dan tertutup agar tidak bereaksi dengan lingkungan sekitar. Sebab, madu bersifat hidroskopis (menarik air). Madu yang keluar dari sel sarang jika disimpan di tempat terbuka akan masuk air sehingga kadar air bisa bertambah. Tidak dibenarkan madu disimpan dalam lemari es.
Zat gula yang terkandung dalam madu menyebabkan munculnya sifat hidroskopis. Kandungan fluktosa lebih larut dalam air dibanding glukosa. Madu yang berkadar air tinggi mengalami fermentasi sehingga keawetan berkurang dan menghasilkan alkohol. Suhu optimum untuk menyimpan madu, sekitar 110 C. Namun pada suhu 210–270 C (suhu kamar) bisa disimpan dalam wadah kaca kedap udara.
Tempat menyimpanan madu harus terhindar dari sinar matahari atau cahaya lain agar zat anti bakteri tidak mudah rusak. Zat besi dalam madu biasanya siap teroksidasi dengan warna madu yang teroksidasi jadi lebih gelap. Proses ini mengurangi manfaat dan khasiat madu.
Juga tidak baik bila madu ditempatkan di lemari es karena bisa membeku. Tapi ada jenis madu yang membeku akibat pengaruh enzim. Seperti di Rusia, orang konsumsi madu beku, dan tanpa mengurangi kandungan yang dimiliki. Penyimpanan madu tidak boleh memakai wadah yang terbuat dari besi atau logam agar terhindar dari reaksi kimia antara wadah dan asam organik dalam madu.
Madu disimpan di tempat yang kering (tidak lembab) dan tertutup agar tidak bereaksi dengan lingkungan sekitar. Sebab, madu bersifat hidroskopis (menarik air). Madu yang keluar dari sel sarang jika disimpan di tempat terbuka akan masuk air sehingga kadar air bisa bertambah. Tidak dibenarkan madu disimpan dalam lemari es.
Zat gula yang terkandung dalam madu menyebabkan munculnya sifat hidroskopis. Kandungan fluktosa lebih larut dalam air dibanding glukosa. Madu yang berkadar air tinggi mengalami fermentasi sehingga keawetan berkurang dan menghasilkan alkohol. Suhu optimum untuk menyimpan madu, sekitar 110 C. Namun pada suhu 210–270 C (suhu kamar) bisa disimpan dalam wadah kaca kedap udara.
Tempat menyimpanan madu harus terhindar dari sinar matahari atau cahaya lain agar zat anti bakteri tidak mudah rusak. Zat besi dalam madu biasanya siap teroksidasi dengan warna madu yang teroksidasi jadi lebih gelap. Proses ini mengurangi manfaat dan khasiat madu.
Juga tidak baik bila madu ditempatkan di lemari es karena bisa membeku. Tapi ada jenis madu yang membeku akibat pengaruh enzim. Seperti di Rusia, orang konsumsi madu beku, dan tanpa mengurangi kandungan yang dimiliki. Penyimpanan madu tidak boleh memakai wadah yang terbuat dari besi atau logam agar terhindar dari reaksi kimia antara wadah dan asam organik dalam madu.
BAB V: BISNIS MADU DI DUNIA
Gerakan back to nature yang menjadi trend masyarakat dunia cukup berimbas pada kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi produk-produk yang alami. Sebagai salah satu produk organik yang dihasilkan lebah, selama ini madu sudah dijadikan food supplement.
Setiap tahun, perlebahan di dunia menghadiahkan berjuta-juta ton madu kepada manusia, mulai dari benua Eropa, Amerika, Asia, Afrika dan Australia, dan sampai-sampai produk madu menjadi salah satu primadona industri yang berwujud makanan, farmasi (obat-obatan), kosmetika (kecantikan) dan produk industri lain. Eksisnya industri berbasis madu tidak terlepas dari peran penting dan strategis dari APINMONDIA, --sebuah asosiasi yang memayungi praktisi dan peternak lebah di seluruh dunia.
Asosiasi yang berkantor pusat di Roma, Italia itu bertujuan untuk mempromosikan hasil kemajuan sains, teknik dan terlibat aktif memajukan ekonomi masyarakat perlebahan, serta menggalang kerja sama peternak lebah antar negara.
Nama APIMONDIA dicetuskan pada Kongres Peternak Lebah Dunia I di Amsterdam, Belanda pada tahun 1949 seusai perang dunia II. APIMONDIA beranggotakan asosiasi-asosiasi perlebahan di seluruh dunia, dan Indonesia menjadi anggota APIMONDIA sejak tahun 1975 yang diwakili Pusat Apiari Pramuka.
Dalam perkembangannya, peran organisasi ini memberi motivasi tersendiri bagi eksistensi ekonomi dan industri kecil dalam masyarakat yang berbasis madu di berbagai belahan dunia. Di sejumlah negara, lebah madu dibudidayakan secara serius dan profesional. Di Amerika Serikat, Australia dan Eropa, para pengusaha perkebunan buah-buahan bahkan sengaja menyewa koloni lebah pada saat kebun tanaman buah mulai memasuki musim bunga. Di Selandia Baru, sewa kebun tanaman buah mencapai US$ 65 per koloni dan di Amerika Serikat US$ 49 per koloni. Adapun jenis lebah yang sering diternak para praktisi lebah Eropa adalah Apis Mellifera L.
Setiap koloni, Apis Mellifera L. paling efektif menghasilkan madu selama satu tahun. Di dunia, hanya dikenal tiga jenis Apis Mellifera yakni jenis Eropa (Apis Mellifera), Afrikasia (Apis Mellifera Adonsonii) dan Asia (Apis Mellifera Indica atau Cerana).
Negara-negara Asia memiliki kawasan paling subur bagi peternakan lebah, karena ditopang dengan iklim tropis yang tidak mengenal musim. Kondisi geografis yang lebih berpihak pada negara-negara di kawasan Asia ini menempatkan Asia sebagai ladang pakan lebah terbesar di dunia.
Bila faktanya demikian, sudah sewajarnya diikuti geliat bisnis madu yang dimotori masyarakat atau peternak lebah di kawasan Asia ketimbang negara-negara di empat benua yang lain. Bila komoditi lebah madu lebih didongkrak pamornya, bisa memberikan efek samping yang menguntungkan, baik untuk perolehan devisa negara non migas maupun menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat di desa-desa dan tumbuhnya unit-unit bisnis baru yang berbasis produk madu. Di samping itu, secara tidak langsung turut mendidik dan menyadarkan masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian alam, dan menjaga kesehatan umat manusia dengan mengkonsumsi madu.
Selama 10 tahun terakhir, produksi madu dunia meningkat dari 961.000 ton pada 1991 menjadi 1.128.000 ton di tahun 1998. Meski begitu, jumlah volume dan nilai ekspor madu masih terus mengalami fluktuasi dengan kisaran ekspor terendah bertengger pada angka 214.000 ton di tahun 1996, dan maksimum terjadi pada tahun 1994 takni 308.000 ton. Artinya, usaha perlebahan di era milenium ketiga tampak cukup prospektif.
Setiap tahun, perlebahan di dunia menghadiahkan berjuta-juta ton madu kepada manusia, mulai dari benua Eropa, Amerika, Asia, Afrika dan Australia, dan sampai-sampai produk madu menjadi salah satu primadona industri yang berwujud makanan, farmasi (obat-obatan), kosmetika (kecantikan) dan produk industri lain. Eksisnya industri berbasis madu tidak terlepas dari peran penting dan strategis dari APINMONDIA, --sebuah asosiasi yang memayungi praktisi dan peternak lebah di seluruh dunia.
Asosiasi yang berkantor pusat di Roma, Italia itu bertujuan untuk mempromosikan hasil kemajuan sains, teknik dan terlibat aktif memajukan ekonomi masyarakat perlebahan, serta menggalang kerja sama peternak lebah antar negara.
Nama APIMONDIA dicetuskan pada Kongres Peternak Lebah Dunia I di Amsterdam, Belanda pada tahun 1949 seusai perang dunia II. APIMONDIA beranggotakan asosiasi-asosiasi perlebahan di seluruh dunia, dan Indonesia menjadi anggota APIMONDIA sejak tahun 1975 yang diwakili Pusat Apiari Pramuka.
Dalam perkembangannya, peran organisasi ini memberi motivasi tersendiri bagi eksistensi ekonomi dan industri kecil dalam masyarakat yang berbasis madu di berbagai belahan dunia. Di sejumlah negara, lebah madu dibudidayakan secara serius dan profesional. Di Amerika Serikat, Australia dan Eropa, para pengusaha perkebunan buah-buahan bahkan sengaja menyewa koloni lebah pada saat kebun tanaman buah mulai memasuki musim bunga. Di Selandia Baru, sewa kebun tanaman buah mencapai US$ 65 per koloni dan di Amerika Serikat US$ 49 per koloni. Adapun jenis lebah yang sering diternak para praktisi lebah Eropa adalah Apis Mellifera L.
Setiap koloni, Apis Mellifera L. paling efektif menghasilkan madu selama satu tahun. Di dunia, hanya dikenal tiga jenis Apis Mellifera yakni jenis Eropa (Apis Mellifera), Afrikasia (Apis Mellifera Adonsonii) dan Asia (Apis Mellifera Indica atau Cerana).
Negara-negara Asia memiliki kawasan paling subur bagi peternakan lebah, karena ditopang dengan iklim tropis yang tidak mengenal musim. Kondisi geografis yang lebih berpihak pada negara-negara di kawasan Asia ini menempatkan Asia sebagai ladang pakan lebah terbesar di dunia.
Bila faktanya demikian, sudah sewajarnya diikuti geliat bisnis madu yang dimotori masyarakat atau peternak lebah di kawasan Asia ketimbang negara-negara di empat benua yang lain. Bila komoditi lebah madu lebih didongkrak pamornya, bisa memberikan efek samping yang menguntungkan, baik untuk perolehan devisa negara non migas maupun menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat di desa-desa dan tumbuhnya unit-unit bisnis baru yang berbasis produk madu. Di samping itu, secara tidak langsung turut mendidik dan menyadarkan masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian alam, dan menjaga kesehatan umat manusia dengan mengkonsumsi madu.
Selama 10 tahun terakhir, produksi madu dunia meningkat dari 961.000 ton pada 1991 menjadi 1.128.000 ton di tahun 1998. Meski begitu, jumlah volume dan nilai ekspor madu masih terus mengalami fluktuasi dengan kisaran ekspor terendah bertengger pada angka 214.000 ton di tahun 1996, dan maksimum terjadi pada tahun 1994 takni 308.000 ton. Artinya, usaha perlebahan di era milenium ketiga tampak cukup prospektif.
A. Perlebahan Asia
Sebagai kawasan beriklim tropis, di kawasan Asia banyak dijumpai aneka bunga dan tanaman yang tumbuh subur sepanjang tahun. Potret ini sangat jelas menjadikan Asia sebagai surga bagi peternakan lebah madu dan memosisikan Asia sebagai penghasil madu terbesar di dunia.
Jepang, Indonesia, Thailand, Filipina, Vietnam, Cina, Kamboja, Laos, Malaysia dan Brunei Darussalam merupakan negara-negara ladang madu. Produksi madu terbesar berasal dari jenis madu hutan (Apis dorsata) dengan warna madu yang lebih gelap dibanding madu-madu Australia dan Eropa. Bahkan madu asal negara-negara di Asia sudah lama menguasai pasar madu di Eropa, Amerika Serikat dan Timur Tengah.
Selain menjadi negara yang kaya akan hasil perkebunan, Thailand tercatat sebagai negara yang berhasil membudidayakan madu dengan pakan lebah berlimpah dari bunga kelengkeng. Dengan jumlah penduduk sekitar 64 juta jiwa, Thailand tercatat sebagai nagara yang memiliki perkebunan terbaik di kawasan Asia.
Di kawasan Chiang Mai, terbentang areal perkebunan kelengkeng seluas 3 ribu hektar. Pakan untuk lebah cukup potensial. Selain madu kelengkeng, Thailand juga mengembangkan madu hutan dengan pakan lebah yang memadai. Dalam setahun, Thailand bisa menghasilkan 10 ribu ton madu, dengan Amerika Serikat dan Uni Eropa sebagai pasar utama madu Thailan.
Di Vietnam, tercatat lebih dari 100 ribu peternak lebah dengan total 670 ribu koloni (80% merupakan lebah unggul dan 20% lebah lokal atau lebah hutan). Dari total koloni tersebut, dalam setahun Vietnam memproduksi 15 ribu ton madu yang diekspor ke Amerika, Inggris dan Jepang. Kegiatan peternakan lebah hingga aktivitas ekspor madu, mendapat dukungan penuh dari pemerintah Vietnam.
Indonesia yang kaya akan sumber daya alam hayati, terbentang dari Sabang di Pulae We dan Merauke di Papua, masih terus menabung harapan untuk mengangkat citra madu sebagai salah satu komoditi andalan yang bernilai ekonomis dan medis. Pada bentang kekayaan alam yang maha besar di bumi Katulistiwa ini, diakui dunia sebagai negeri yang memiliki jenis lebah asli paling banyak di dunia. Berbagai jenis vegetasi yang ada merupakan tumbuhan penghasil pollen dan nektar sebagai sumber pakan lebah.
Antara lain, lebah hutan (Apis Dorsata) yang belum dibudidayakan. Jenis lebah ini hidup di hutan Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan gugusan pulau di kawasan Nusa Tenggara. Hingga kini, lebah hutan memberikan kontribusi terbesar bagi perlebahan Indonesia untuk produksi madu.
Lebah lokal (Apis Cerana) merupakan spesies lebah lokal yang gandrung dibudidayakan masyarakat pedesaan sebagai kegiatan sampingan. Meski produktifitas masih rendah, jenis lebah ini cocok dikembangkan untuk peningkatan kesejahteraan dan gizi masyarakat karena mudah diperoleh dengan harga yang relatif murah. Lebah kerdil (Apis Florea) hingga kini masih menjadi perdebatan ilmiah karena hanya ditemukan spesimennya di museum. Di hutan-hutan di wilayah Indonesia, belum pernah dilaporkan keberadaannya. Lebah kecil (Apis Andreniformis) mirip dengan Apis Florea, dengan membuat sarang tunggal di semak-semak. Produktivitas lebah ini tergolong rendah dan kurang ekonomis. Lebah kecil bisa dijumpai di semak-semak Sumatera, Kalimantan, Jawa dan wilayah di Nusa Tenggara.
Ada juga jenis lain yang agak lebih besar dari Apis Cerana yakni lebah merah (Apis koschevnikovi) dengan warna bulu sedikit kemerahan. Lebah yang khusus bertahan hidup di Kalimantan dan Sumatera itu hingga kini belum diusahakan secara komersial. Lebah Gunung (Apis Nuluensis), yang hingga kini keberadaannya masih diperdebatkan di Indonesia. Konon, ada di dataran tinggi Serawak dan juga Kalimantan dengan ukuran tubuh mirip Apis Cerana.
Terakhir lebah lokal Sulawesi (Apis Nigrocincta). Lebah tanpa sengat (Trigona sp) ini merupakan lebah asli Asia dari genus trigona yang berkarakter spesifik. Kekhasan lebah ini terletak pada rasa madunya asam namun tahan terhadap fermentasi, jarang hijrah dan harga produk dari jenis madu ini jauh lebih mahal dibanding produk madu yang terbuat dari lebah Genus Apis.
Jepang, Indonesia, Thailand, Filipina, Vietnam, Cina, Kamboja, Laos, Malaysia dan Brunei Darussalam merupakan negara-negara ladang madu. Produksi madu terbesar berasal dari jenis madu hutan (Apis dorsata) dengan warna madu yang lebih gelap dibanding madu-madu Australia dan Eropa. Bahkan madu asal negara-negara di Asia sudah lama menguasai pasar madu di Eropa, Amerika Serikat dan Timur Tengah.
Selain menjadi negara yang kaya akan hasil perkebunan, Thailand tercatat sebagai negara yang berhasil membudidayakan madu dengan pakan lebah berlimpah dari bunga kelengkeng. Dengan jumlah penduduk sekitar 64 juta jiwa, Thailand tercatat sebagai nagara yang memiliki perkebunan terbaik di kawasan Asia.
Di kawasan Chiang Mai, terbentang areal perkebunan kelengkeng seluas 3 ribu hektar. Pakan untuk lebah cukup potensial. Selain madu kelengkeng, Thailand juga mengembangkan madu hutan dengan pakan lebah yang memadai. Dalam setahun, Thailand bisa menghasilkan 10 ribu ton madu, dengan Amerika Serikat dan Uni Eropa sebagai pasar utama madu Thailan.
Di Vietnam, tercatat lebih dari 100 ribu peternak lebah dengan total 670 ribu koloni (80% merupakan lebah unggul dan 20% lebah lokal atau lebah hutan). Dari total koloni tersebut, dalam setahun Vietnam memproduksi 15 ribu ton madu yang diekspor ke Amerika, Inggris dan Jepang. Kegiatan peternakan lebah hingga aktivitas ekspor madu, mendapat dukungan penuh dari pemerintah Vietnam.
Indonesia yang kaya akan sumber daya alam hayati, terbentang dari Sabang di Pulae We dan Merauke di Papua, masih terus menabung harapan untuk mengangkat citra madu sebagai salah satu komoditi andalan yang bernilai ekonomis dan medis. Pada bentang kekayaan alam yang maha besar di bumi Katulistiwa ini, diakui dunia sebagai negeri yang memiliki jenis lebah asli paling banyak di dunia. Berbagai jenis vegetasi yang ada merupakan tumbuhan penghasil pollen dan nektar sebagai sumber pakan lebah.
Antara lain, lebah hutan (Apis Dorsata) yang belum dibudidayakan. Jenis lebah ini hidup di hutan Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan gugusan pulau di kawasan Nusa Tenggara. Hingga kini, lebah hutan memberikan kontribusi terbesar bagi perlebahan Indonesia untuk produksi madu.
Lebah lokal (Apis Cerana) merupakan spesies lebah lokal yang gandrung dibudidayakan masyarakat pedesaan sebagai kegiatan sampingan. Meski produktifitas masih rendah, jenis lebah ini cocok dikembangkan untuk peningkatan kesejahteraan dan gizi masyarakat karena mudah diperoleh dengan harga yang relatif murah. Lebah kerdil (Apis Florea) hingga kini masih menjadi perdebatan ilmiah karena hanya ditemukan spesimennya di museum. Di hutan-hutan di wilayah Indonesia, belum pernah dilaporkan keberadaannya. Lebah kecil (Apis Andreniformis) mirip dengan Apis Florea, dengan membuat sarang tunggal di semak-semak. Produktivitas lebah ini tergolong rendah dan kurang ekonomis. Lebah kecil bisa dijumpai di semak-semak Sumatera, Kalimantan, Jawa dan wilayah di Nusa Tenggara.
Ada juga jenis lain yang agak lebih besar dari Apis Cerana yakni lebah merah (Apis koschevnikovi) dengan warna bulu sedikit kemerahan. Lebah yang khusus bertahan hidup di Kalimantan dan Sumatera itu hingga kini belum diusahakan secara komersial. Lebah Gunung (Apis Nuluensis), yang hingga kini keberadaannya masih diperdebatkan di Indonesia. Konon, ada di dataran tinggi Serawak dan juga Kalimantan dengan ukuran tubuh mirip Apis Cerana.
Terakhir lebah lokal Sulawesi (Apis Nigrocincta). Lebah tanpa sengat (Trigona sp) ini merupakan lebah asli Asia dari genus trigona yang berkarakter spesifik. Kekhasan lebah ini terletak pada rasa madunya asam namun tahan terhadap fermentasi, jarang hijrah dan harga produk dari jenis madu ini jauh lebih mahal dibanding produk madu yang terbuat dari lebah Genus Apis.
Cina: Setahun, Produksi 200 Ribu Ton Madu
Perlebahan di negeri Cina mencatat, setiap tahun Cina mampu memproduksi madu sebanyak 200 ribu ton lebih. Menurut data organisasi perlebahan Cina per tahun 2004 menyebut, selain itu, Cina juga memperoduksi 2000 ton polleng, 3000 ton serbuk sari lebah dan propolis sebanyak 300 ton. Semua produk berbasis lebah itu didapat dari 7.001.500 sarang lebah yang dibudidaya petani lebah di sejumlah propinsi negara tersebut.
Dr Diao Qingyun dari The Institut of Apicultural Research, CAAS Cina menyatakan, Cina sendiri memiliki areal perkebunan dan hutan yang cukup luas dan dijadikan penopang utama ketersediaan pakan lebah. ’’Dengan banyaknya pakan lebah, produksi lebah jelas melimpah dan menjadi salah satu negara pengekspor madu terbesar di dunia,’’ kata Qingyun.
Sekarang, lebih dari 1000 ribu perusahaan terjun langsung dalam produk lebah di Cina. Mereka adalah anggota Pertanian Association Cina. ‘’Baru-baru ini, pemerintah Cina membuat pelatihan-pelatihan membudidayakan lebah untuk mendapatkan kualitas produk lebah yang bagus,’’ katanya.
Tujuan pelatihan tersebut juga untuk mendidik para peternak lebah agar secara dini mengetahui bahaya residu pestisida dan pencemaran logam berat produk lebah. Penguasaan program residu pestisida dalam produk lebah, sudah dimulai selama beberapa tahun dan memperoleh kemajuan dalam peningkatan kualitas madu.
Selain itu, pemerintahan Cina sendiri terus menggelontor program pelatihan seputar pemelihara lebah di Propinsi Zhejiang yang diikuti dengan Undang-Undang tentang keamanan produk pertanian. ‘’Lebah madu itu sangat menguntungkan para petani. Selain produksi, lebah madu dapat membantu petani melakukan penyerbukan. Bahkan lebah madu juga dikembangkan di tanaman pangan rumah kaca,’’ kata Dr Diao Qingyun.
Cina menjadi salah satu negara di Asia Timur yang memiliki dua nama yakni Republik Rakyat Cina --yang lebih dikenal sebagai Cina dan pemerintahnya berkuasa atas Cina daratan, Hongkong dan Makao. Nama kedua, dikenal dengan sebutan Republik Cina (ROC), yang umum dikenal sebagai Taiwan dengan pemerintah berkuasa atas Pulau Taiwan dan pulau-pulau di sekelilingnya.
Namun banyak negara berpendapat, secara resmi daerah yang diperintah Taiwan itu merupakan bagian dari Republik Rakyat Cina. Cina merupakan peradaban tertua di dunia yang masih eksis hingga sekarang dengan sistem penulisan yang konsisten sejak dahulu dan masih berlaku hingga sekarang. Banyak penemuan penting bersumber dari peradaban Cina kuno seperti kertas, kompas, serbuk mesiu dan aneka material cetak.
Dr Diao Qingyun dari The Institut of Apicultural Research, CAAS Cina menyatakan, Cina sendiri memiliki areal perkebunan dan hutan yang cukup luas dan dijadikan penopang utama ketersediaan pakan lebah. ’’Dengan banyaknya pakan lebah, produksi lebah jelas melimpah dan menjadi salah satu negara pengekspor madu terbesar di dunia,’’ kata Qingyun.
Sekarang, lebih dari 1000 ribu perusahaan terjun langsung dalam produk lebah di Cina. Mereka adalah anggota Pertanian Association Cina. ‘’Baru-baru ini, pemerintah Cina membuat pelatihan-pelatihan membudidayakan lebah untuk mendapatkan kualitas produk lebah yang bagus,’’ katanya.
Tujuan pelatihan tersebut juga untuk mendidik para peternak lebah agar secara dini mengetahui bahaya residu pestisida dan pencemaran logam berat produk lebah. Penguasaan program residu pestisida dalam produk lebah, sudah dimulai selama beberapa tahun dan memperoleh kemajuan dalam peningkatan kualitas madu.
Selain itu, pemerintahan Cina sendiri terus menggelontor program pelatihan seputar pemelihara lebah di Propinsi Zhejiang yang diikuti dengan Undang-Undang tentang keamanan produk pertanian. ‘’Lebah madu itu sangat menguntungkan para petani. Selain produksi, lebah madu dapat membantu petani melakukan penyerbukan. Bahkan lebah madu juga dikembangkan di tanaman pangan rumah kaca,’’ kata Dr Diao Qingyun.
Cina menjadi salah satu negara di Asia Timur yang memiliki dua nama yakni Republik Rakyat Cina --yang lebih dikenal sebagai Cina dan pemerintahnya berkuasa atas Cina daratan, Hongkong dan Makao. Nama kedua, dikenal dengan sebutan Republik Cina (ROC), yang umum dikenal sebagai Taiwan dengan pemerintah berkuasa atas Pulau Taiwan dan pulau-pulau di sekelilingnya.
Namun banyak negara berpendapat, secara resmi daerah yang diperintah Taiwan itu merupakan bagian dari Republik Rakyat Cina. Cina merupakan peradaban tertua di dunia yang masih eksis hingga sekarang dengan sistem penulisan yang konsisten sejak dahulu dan masih berlaku hingga sekarang. Banyak penemuan penting bersumber dari peradaban Cina kuno seperti kertas, kompas, serbuk mesiu dan aneka material cetak.
Perlebahan Myanmar: Melirik Apis Mellifera
Meski perlebahan Myanmar belum semaju perlebahan Thailand dan Indonesia, namun belakang sedang dibidik secara serius sebagai salah satu bahan pendukung obat, kecantikan dan sumplemen. Tercatat beberapa petani lebah Myanmar mengikuti pelatihan secara rutin di perlebahan Thailand terutama budidaya Apis Mellifera. Beberapa petani sudah beternak lebah secara modern namun produksi lebah afis mellifera masih relatif sedikit.
Sekarang berbagai latihan pengembangan lebah asal Eropa di Myanmar terus dilakukan di Propinsi Chiang Rai. Para petani lebah berjumlah 200 orang berhasil merawat 20.000 koloni serta Apis Mellifera terus dikembangkan karena jenis lebah ini paling rajin berproduksi.
Saat ini, Myanmar belum bisa mengekspor madu ke luar negeri. Di dalam negeri saja, harga madu berkisar 2.500- 3000 Kyats. Masyarakat Myanmar banyak menjadikan madu sebagai obat dan makanan suplemen untuk kesehatan. Beberapa perusahaan kosmetik menjadikan madu senagai salah satu bahan dasar alternatif.
Negeri yang sebelumnya lebih dikenal dengan sebutan Burma itu berubah nama menjadi Myanmar pada 1989, dan akhirnya mendapat pengakuan dari Persatuan Bangsa bangsa (PBB) sebagai sebuah negara yang berdaulat. Negara seluas 680 km dipimpin pemerintahan militer sejak kudeta tahun 1988, dengan penduduk sekitar 55 juta jiwa. Sebelum dipindahkan pemerintahan junta militer ke Nay Phy Daw, Yangon menjadi ibu kota negara.
Budha merupakan agama dengan pengikut mayoritas dan pendapatan negara terbesar dari sektor pertanian. Uniknya, semua sistem pembayaran dilakukan secara tunai atau cash. Jadi masyarakat di negara itu tidak dimanja dengan adanya kartu kredit, ATM dan apalagi money changer. Jika ada tamu asing yang berkunjung ke negeri tersebut, biasanya langsung menukarkan dollar di black market. Fungsi bank hanya sebagai tempat penyimpanan uang tanpa bunga serta hanya mentransfer uang antar negara.
Sekarang berbagai latihan pengembangan lebah asal Eropa di Myanmar terus dilakukan di Propinsi Chiang Rai. Para petani lebah berjumlah 200 orang berhasil merawat 20.000 koloni serta Apis Mellifera terus dikembangkan karena jenis lebah ini paling rajin berproduksi.
Saat ini, Myanmar belum bisa mengekspor madu ke luar negeri. Di dalam negeri saja, harga madu berkisar 2.500- 3000 Kyats. Masyarakat Myanmar banyak menjadikan madu sebagai obat dan makanan suplemen untuk kesehatan. Beberapa perusahaan kosmetik menjadikan madu senagai salah satu bahan dasar alternatif.
Negeri yang sebelumnya lebih dikenal dengan sebutan Burma itu berubah nama menjadi Myanmar pada 1989, dan akhirnya mendapat pengakuan dari Persatuan Bangsa bangsa (PBB) sebagai sebuah negara yang berdaulat. Negara seluas 680 km dipimpin pemerintahan militer sejak kudeta tahun 1988, dengan penduduk sekitar 55 juta jiwa. Sebelum dipindahkan pemerintahan junta militer ke Nay Phy Daw, Yangon menjadi ibu kota negara.
Budha merupakan agama dengan pengikut mayoritas dan pendapatan negara terbesar dari sektor pertanian. Uniknya, semua sistem pembayaran dilakukan secara tunai atau cash. Jadi masyarakat di negara itu tidak dimanja dengan adanya kartu kredit, ATM dan apalagi money changer. Jika ada tamu asing yang berkunjung ke negeri tersebut, biasanya langsung menukarkan dollar di black market. Fungsi bank hanya sebagai tempat penyimpanan uang tanpa bunga serta hanya mentransfer uang antar negara.
Laos: Andalkan Universitas Untuk Budidaya Lebah
Peran kaum intelektual untuk sosialisasi budidaya lebah jauh lebih mengena dibanding pemerintah. Hal itulah yang diterapkan Pemerintah Laos untuk memberdayakan peternak lebah dengan mengedepankan pihak perguruan tinggi swasta maupun negeri. Salah satu universitas yang dipercaya pemerintah untuk berperan aktif dalam pendampingan terhadap para peternak lebah adalah Fakultas Pertanian Universitas Of De Lao.
Dalam prakteknya, sekolah yang dipimpin Rektor Profesor Bounpheng itu lebih fokus mengembangkan jenis lebih Apis Melifera dan Apis Cerana. Kedua jenis lebah tersebut justru domoinan diternak petani di bagian Utara Laos, terutama Propinsi Luang Prabang. Wilayah yang berbatasan langsung dengan negeri Cina itu dikenal dengan hawa yang sejuk.
Menurut Profesor Bounpheng, perlebahan di Laos kurang berkembang karena minimnya pelatihan, baik yang diberikan pemerintah maupun pihak terkait. Karena itu pihak universtas merasa bertanggung jawab untuk mengembangkan budidaya perlebahan di negara yang tergolong miskin ini.
Kini, Laos memiliki 200 koloni Apis Melifera dan 500 koloni Apis Cerana. Apis cerana bisa hidup di mana saja, terutama bila sebuah kawasan itu terdapat tumbuhan yang berbunga. Sebagai salah satu daerah tropis di Asia, jelas menjadi dukungan khusus untuk terciptanya perkembangbiakan lebah secara sehat. Diyakini, lebah yang diternak secara baik dapat produksi madu sepanjang tahun. Apalagi di hampir semua kawasan banyak tumbuh pakan lebah. Berbeda dengan benua Eropa yang mengalami musim dingin. Di Rusia misalnya, panen madu hanya satu kali dalam setahun, dan itupun hanya pada musim semi.
Laos merupakan negara yang terhimpit oleh daratan di Asia Tenggara dan diselimuti hutan lebat yang kebanyakan bergunung-gunung. Salah satu daerah tertinggi justru Phou Bia dengan ketinggian 2.817 m dpl. Untuk dataran rendah, mendapat imbas positif dari aliran sungai Mekong dengan kondisi tanah yang cukup subur. Daerah ini langsung berbatasan dengan Thailand. Sedangkan sederetan pegunungan dari Rantai Annam lebih membentuk sebagian besar perbatasan di Timur dengan Vietnam.
Iklim Laos adalah tropis dan dipengaruhi oleh angin musim. Musim hujan berlangsung dari Mei hingga November, dan diikuti musim kemarau pada Desember sampai April. Ibukota dan kota terbesar di Laos adalah Vientiane, disusul Luang Prabang, Savannakhet dan Pakse.
Pemerintah Laos mencanangkan 21% dari wilayah negara sebagai Area Konservasi Keanekaragaman Hayati Nasional (National Biodiversity Conservation Area), yang siap dikembangkan sebagai taman nasional. Bila sudah rampung, kawasan itu konon menjadi taman nasional terbaik dan terluas di Asia Tenggara.
Sejumlah spesies binatang baru ditemukan di Laos beberapa tahun terakhir. Antara lain Kelinci Annam, Saola dan yang terbaru adalah Tikus Batu Laos (Khanyou). Laos sebagai salah satu dari sekian negara komunis, mulai melepas kontrol ekonomi dan mengizinkan berdirinya perusahaan swasta sejak tahun 1986. Seperti negara berkembang lainnya, kota-kota besar dominan menikmati pertumbuhan ekonomi, terutama Vientiane, Luang Prabang, Pakxe, dan Savannakhet.
Dalam prakteknya, sekolah yang dipimpin Rektor Profesor Bounpheng itu lebih fokus mengembangkan jenis lebih Apis Melifera dan Apis Cerana. Kedua jenis lebah tersebut justru domoinan diternak petani di bagian Utara Laos, terutama Propinsi Luang Prabang. Wilayah yang berbatasan langsung dengan negeri Cina itu dikenal dengan hawa yang sejuk.
Menurut Profesor Bounpheng, perlebahan di Laos kurang berkembang karena minimnya pelatihan, baik yang diberikan pemerintah maupun pihak terkait. Karena itu pihak universtas merasa bertanggung jawab untuk mengembangkan budidaya perlebahan di negara yang tergolong miskin ini.
Kini, Laos memiliki 200 koloni Apis Melifera dan 500 koloni Apis Cerana. Apis cerana bisa hidup di mana saja, terutama bila sebuah kawasan itu terdapat tumbuhan yang berbunga. Sebagai salah satu daerah tropis di Asia, jelas menjadi dukungan khusus untuk terciptanya perkembangbiakan lebah secara sehat. Diyakini, lebah yang diternak secara baik dapat produksi madu sepanjang tahun. Apalagi di hampir semua kawasan banyak tumbuh pakan lebah. Berbeda dengan benua Eropa yang mengalami musim dingin. Di Rusia misalnya, panen madu hanya satu kali dalam setahun, dan itupun hanya pada musim semi.
Laos merupakan negara yang terhimpit oleh daratan di Asia Tenggara dan diselimuti hutan lebat yang kebanyakan bergunung-gunung. Salah satu daerah tertinggi justru Phou Bia dengan ketinggian 2.817 m dpl. Untuk dataran rendah, mendapat imbas positif dari aliran sungai Mekong dengan kondisi tanah yang cukup subur. Daerah ini langsung berbatasan dengan Thailand. Sedangkan sederetan pegunungan dari Rantai Annam lebih membentuk sebagian besar perbatasan di Timur dengan Vietnam.
Iklim Laos adalah tropis dan dipengaruhi oleh angin musim. Musim hujan berlangsung dari Mei hingga November, dan diikuti musim kemarau pada Desember sampai April. Ibukota dan kota terbesar di Laos adalah Vientiane, disusul Luang Prabang, Savannakhet dan Pakse.
Pemerintah Laos mencanangkan 21% dari wilayah negara sebagai Area Konservasi Keanekaragaman Hayati Nasional (National Biodiversity Conservation Area), yang siap dikembangkan sebagai taman nasional. Bila sudah rampung, kawasan itu konon menjadi taman nasional terbaik dan terluas di Asia Tenggara.
Sejumlah spesies binatang baru ditemukan di Laos beberapa tahun terakhir. Antara lain Kelinci Annam, Saola dan yang terbaru adalah Tikus Batu Laos (Khanyou). Laos sebagai salah satu dari sekian negara komunis, mulai melepas kontrol ekonomi dan mengizinkan berdirinya perusahaan swasta sejak tahun 1986. Seperti negara berkembang lainnya, kota-kota besar dominan menikmati pertumbuhan ekonomi, terutama Vientiane, Luang Prabang, Pakxe, dan Savannakhet.
B. Perlebahan Australia
Salah satu negara yang sedang gigih melakukan budidaya lebah adalah Australia, dengan sistem penggembalaan ternak lebah di pohon Jarrah, --pohon yang tumbuh subur di kawasan hutan Perth Timur.
Ada dua jenis pohon Jarrah yang dikenal luas oleh masyarakat Australia. Pertama, Eucalyptus marginata var marginata, -- mayoritas tumbuh di Perth bagian Selatan dan sebagian kecil bisa ditemukan kawasan distrik utara Perth. Kedua, Eucalyptus marginata var thalassica,-- pohon Jarrah yang tumbuh di kawasan Perth bagian Timur. Kawasan ini lebih dikenal sebagai Blue Leaved Jarrah.
Keunggulan madu yang berasal dari bunga pohon Jarrah di Australia mengandung fluktosa yang sangat tinggi. Tidak heran, secara kualitatif, madu asal Australia diakui sebagai madu dengan kualitas terbaik di dunia.
Sejak Australia Barat ditempati orang Eropa, pohon Jarrah sudah memperoleh penghargaan karena kualitas kayu yang dimiliki. Kayu mahogani banyak digunakan untuk bangunan di Perth terutama furniture.
Bagi penduduk Australia, madu dari pohon Jarrah sangat spesial karena memiliki tingkat fructose tertinggi. Konsumen yang menderita diabetes dan masih ingin menikmati sedikit gula dalam diet bisa merasakan manfaat dengan konsumsi madu tersebut. Berbeda dengan madu lain di seluruh dunia yang lebih tinggi kandungan glukosanya. Madu dari pohon Jarrah berwarna gelap dan banyak mengandung mineral yang bisa dijadikan suplemen makanan untuk program diet.
Madu jenis ini dianggap sebagai madu dengan peroxide tertinggi di dunia. Bahkan sebuah penelitian menyebut, madu ini memiliki zat antibakteri yang mampu menangkal Staphyloccus aureus, Escherichia coli, Candida albicans, Candida glabrata dan Candida dubliniensis.
Saat ini perlebahan Australia berhimpun dalam The Federasi Council of Australian Apiarists Association (FCAAA) yang membawahi beberapa asosiasi seperti Western Australian Farmer’s Federation dan Queensland Beekeepers’ Association.
Ada dua jenis pohon Jarrah yang dikenal luas oleh masyarakat Australia. Pertama, Eucalyptus marginata var marginata, -- mayoritas tumbuh di Perth bagian Selatan dan sebagian kecil bisa ditemukan kawasan distrik utara Perth. Kedua, Eucalyptus marginata var thalassica,-- pohon Jarrah yang tumbuh di kawasan Perth bagian Timur. Kawasan ini lebih dikenal sebagai Blue Leaved Jarrah.
Keunggulan madu yang berasal dari bunga pohon Jarrah di Australia mengandung fluktosa yang sangat tinggi. Tidak heran, secara kualitatif, madu asal Australia diakui sebagai madu dengan kualitas terbaik di dunia.
Sejak Australia Barat ditempati orang Eropa, pohon Jarrah sudah memperoleh penghargaan karena kualitas kayu yang dimiliki. Kayu mahogani banyak digunakan untuk bangunan di Perth terutama furniture.
Bagi penduduk Australia, madu dari pohon Jarrah sangat spesial karena memiliki tingkat fructose tertinggi. Konsumen yang menderita diabetes dan masih ingin menikmati sedikit gula dalam diet bisa merasakan manfaat dengan konsumsi madu tersebut. Berbeda dengan madu lain di seluruh dunia yang lebih tinggi kandungan glukosanya. Madu dari pohon Jarrah berwarna gelap dan banyak mengandung mineral yang bisa dijadikan suplemen makanan untuk program diet.
Madu jenis ini dianggap sebagai madu dengan peroxide tertinggi di dunia. Bahkan sebuah penelitian menyebut, madu ini memiliki zat antibakteri yang mampu menangkal Staphyloccus aureus, Escherichia coli, Candida albicans, Candida glabrata dan Candida dubliniensis.
Saat ini perlebahan Australia berhimpun dalam The Federasi Council of Australian Apiarists Association (FCAAA) yang membawahi beberapa asosiasi seperti Western Australian Farmer’s Federation dan Queensland Beekeepers’ Association.
C. Perlebahn Eropa
Meski secara kuantitas produksi madu masih jauh tertinggal dibanding Asia namun kualitas madu Eropa terkategori baik. Bahkan sejumlah negara Uni Eropa disebut-sebut sebagai penghasil madu terbaik di dunia.
Irlandia misalnya, hingga kini cukup intensif menggarap sektor perlebahan. Negeri bekas jajahan Inggris tersebut memiliki luas sekitar 83.168 M2. Secara historis, pada 29 Desember 1937 telah ada kesepakatan perjanjian kemerdekaan bagi Republik Irlandia yang ditandatangani pemimpin Irlandia Selatan dan pemerintah Inggris. Namun, karena sedang meletus Perang Dunia II, Inggris batal melaksanakan isi perjanjian tersebut.
Seusai perang Dunia II, pada tahun 1949, rakyat Irlandia selatan yang mayoritas Katolik, mengumumkan secara resmi kemerdekaannya dari Inggris. Kemerdekaan tersebut direbut rakyat Irlandia setelah 8 abad berjuang melawan kolonial Inggris.
Negeri berpenduduk 1,5 juta orang itu memiliki peternak lebah sebanyak 3 ribu orang, dan 2.500 peternak sudah bergabung dalam Federasi Perlebahan Irlandia. Dari total peternak tersebut, 71,76% adalah orang yeng menekuni peternakan karena hobi dengan koloni 10 kotak per orang. Sedangkan 12,95% adalah para pemilik lebah dengan koloni sekitar 11-20 kotak, 10,75% terdiri atas peternak dengan 21-50 koloni lebah dan pemilik koloni lebah di antara 51-200 baru sekitar 4,6%. Di Indonesia, seseorang baru bisa disebut peternak bila sudah memiliki minimal 500 kotak koloni.
Jumlah produksi madu yang dihasilkan Irlandia Selatan sekitar 250 ton per tahun, dan masih sangat kecil dibanding peternak lebah Indonesia yang bertengger pada level angka 4000 ton per tahun.
Irlandia misalnya, hingga kini cukup intensif menggarap sektor perlebahan. Negeri bekas jajahan Inggris tersebut memiliki luas sekitar 83.168 M2. Secara historis, pada 29 Desember 1937 telah ada kesepakatan perjanjian kemerdekaan bagi Republik Irlandia yang ditandatangani pemimpin Irlandia Selatan dan pemerintah Inggris. Namun, karena sedang meletus Perang Dunia II, Inggris batal melaksanakan isi perjanjian tersebut.
Seusai perang Dunia II, pada tahun 1949, rakyat Irlandia selatan yang mayoritas Katolik, mengumumkan secara resmi kemerdekaannya dari Inggris. Kemerdekaan tersebut direbut rakyat Irlandia setelah 8 abad berjuang melawan kolonial Inggris.
Negeri berpenduduk 1,5 juta orang itu memiliki peternak lebah sebanyak 3 ribu orang, dan 2.500 peternak sudah bergabung dalam Federasi Perlebahan Irlandia. Dari total peternak tersebut, 71,76% adalah orang yeng menekuni peternakan karena hobi dengan koloni 10 kotak per orang. Sedangkan 12,95% adalah para pemilik lebah dengan koloni sekitar 11-20 kotak, 10,75% terdiri atas peternak dengan 21-50 koloni lebah dan pemilik koloni lebah di antara 51-200 baru sekitar 4,6%. Di Indonesia, seseorang baru bisa disebut peternak bila sudah memiliki minimal 500 kotak koloni.
Jumlah produksi madu yang dihasilkan Irlandia Selatan sekitar 250 ton per tahun, dan masih sangat kecil dibanding peternak lebah Indonesia yang bertengger pada level angka 4000 ton per tahun.
Perancis: Jadikan Lebah Pengawal Lingkungan
Karena lebah dianggap binatang yang mampu membantu kehidupan manusia dalam bidang pertanian, Union Nationale deI'Apiculture Francaise (UNAF) sebagai organisasi perlebahan Perancis mendukung penuh program budidaya lebah di negara Eropa Barat tersebut. Bahkan pemerintah Perancis menjadikan lebah sebagai ikon lingkungan.
Sebagai binatang yang dapat membantu penyerbukan tanamana pangan, maka selain sebagai lebah dikenal luas sebagai Pengawal Lingkungan, juga eksistensi dan perkembangannya diberi ruang hidup yang dianggap sangat penting. UNAF juga membuat kampanye dan promosi di majalah Abeilles et Fleurs milik serikat pekerja Perancis. dalam majalah itu, anggota serikat pekerja bisa mengetahui lebih banyak tentang lebah madu dan dunia perlebahan. UNAF sendiri mewakili Perancis di APIMONDIA yang merupakan induk organisasi perlebahan di seluruh dunia.
Produk lebah madu digunakan untuk keperluan industri kesehatan dan kosmetik serta produk alami lain. Bagi masyarakat Perancis, madu dijadikan makanan suplemen untuk menunjang kesehatan. Perancis merupakan negara yang terletak di Eropa Barat dengan wilayah terdiri dari berbagai pulau. Perancis Metropolitan membentang dari Laut Tengah sampai Selat Inggris, dan dari Sungai Rhein sampai Samudera Atlantik.
Di daratan, Perancis dibatasi Belgia, Luxemburg, Jerman, Swiss, Italia, Monako, Andorra dan Spanyol. Perancis dan Inggris dihubungkan Terowongan Channel yang menembus dasar Selat Inggris. Di luar wilayah metropolitan, Perancis berbatasan dengan Brasil, Suriname dan Antillen Belanda.
Perancis terkenal dengan dunia adibusana (fashion), roti, anggur, musik, kereta api super cepat (TGV) dan resor-resor ski di Pegunungan Alpen, dekat perbatasan Swiss. Nama Perancis mewarisi nama sebuah kerajaan Jermanik yang wilayahnya pernah mencakup daerah tersebut pasca runtuhnya Kekaisaran Romawi yaitu Kerajaan Franka.
Wilayah utama Perancis terletak di daratan Eropa Barat dan ditambah wilayah lain di Amerika Utara, Karibia, Amerika Selatan, Samudra Hindia bagian selatan, Samudra Pasifik dan Antartika. Teritori tersebut memiliki berbagai bentuk pemerintahan dari département d'outre sampai Pays d'outre-mer.
Lansekap Perancis Metropolitan sangat beragam. Di bagian utara dan barat, terdapat pesisir. Di bagian tenggara ada Pegunungan Alpen, dan Pegunungan Pirenia di barat daya, di samping dataran tinggi lainnya seperti Massif Central, Pegunungan Jura, Vosges dan Arden. Di Alpen sendiri terdapat titik tertinggi di Eropa Barat yakni Mount Blanc setinggi 4.810 meter. Perancis sendiri memiliki Sungai Loire, Rhône, Garonne dan Seine.
Sebagai binatang yang dapat membantu penyerbukan tanamana pangan, maka selain sebagai lebah dikenal luas sebagai Pengawal Lingkungan, juga eksistensi dan perkembangannya diberi ruang hidup yang dianggap sangat penting. UNAF juga membuat kampanye dan promosi di majalah Abeilles et Fleurs milik serikat pekerja Perancis. dalam majalah itu, anggota serikat pekerja bisa mengetahui lebih banyak tentang lebah madu dan dunia perlebahan. UNAF sendiri mewakili Perancis di APIMONDIA yang merupakan induk organisasi perlebahan di seluruh dunia.
Produk lebah madu digunakan untuk keperluan industri kesehatan dan kosmetik serta produk alami lain. Bagi masyarakat Perancis, madu dijadikan makanan suplemen untuk menunjang kesehatan. Perancis merupakan negara yang terletak di Eropa Barat dengan wilayah terdiri dari berbagai pulau. Perancis Metropolitan membentang dari Laut Tengah sampai Selat Inggris, dan dari Sungai Rhein sampai Samudera Atlantik.
Di daratan, Perancis dibatasi Belgia, Luxemburg, Jerman, Swiss, Italia, Monako, Andorra dan Spanyol. Perancis dan Inggris dihubungkan Terowongan Channel yang menembus dasar Selat Inggris. Di luar wilayah metropolitan, Perancis berbatasan dengan Brasil, Suriname dan Antillen Belanda.
Perancis terkenal dengan dunia adibusana (fashion), roti, anggur, musik, kereta api super cepat (TGV) dan resor-resor ski di Pegunungan Alpen, dekat perbatasan Swiss. Nama Perancis mewarisi nama sebuah kerajaan Jermanik yang wilayahnya pernah mencakup daerah tersebut pasca runtuhnya Kekaisaran Romawi yaitu Kerajaan Franka.
Wilayah utama Perancis terletak di daratan Eropa Barat dan ditambah wilayah lain di Amerika Utara, Karibia, Amerika Selatan, Samudra Hindia bagian selatan, Samudra Pasifik dan Antartika. Teritori tersebut memiliki berbagai bentuk pemerintahan dari département d'outre sampai Pays d'outre-mer.
Lansekap Perancis Metropolitan sangat beragam. Di bagian utara dan barat, terdapat pesisir. Di bagian tenggara ada Pegunungan Alpen, dan Pegunungan Pirenia di barat daya, di samping dataran tinggi lainnya seperti Massif Central, Pegunungan Jura, Vosges dan Arden. Di Alpen sendiri terdapat titik tertinggi di Eropa Barat yakni Mount Blanc setinggi 4.810 meter. Perancis sendiri memiliki Sungai Loire, Rhône, Garonne dan Seine.
Perlebahan Turki
Turki sebuah negara yang masuk wilayah Eropa, ternyata mampu menghasilkan madu yang memiliki kualitas yang terbaik di Eropa. Dengan lima jenis lebah yang dibudidaya seperti Lebah Apis Mellifera Anatonia, Lebah Apis Melifera Caucasica, Lebah Apis Melifera Syriaca, Lebah Apis Melifera Meda dan Lebah Apis Melifera Carnica, Turki mampu menghasilkan lebah 65.000 ton per tahun.
Menurut Ketua Asosiasi Perlebahan Indonesia (API), H. Wawan Darmawan, SE, MBA, Turki memiliki 4500.000 koloni lebah dengan 38.000 peternak dan mampu memproduksi madu sebanyak 65.000 ton/tahun. Dengan jumlah peternak yang ada, Turki memang belum maksimal membudidayakan madu.
Dari sekian banyak jenis lebah yang terdapat di Turki ini, 75 persen lebah budidaya yang menetap di perkebunan dan sisanya berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Dalam perkembangannya, Turki juga mampu memproduksi ratu lebah kurang lebih 200.000 ekor per tahun. Perkembangan ini tentunya akan meningkatkan produksi madu setiap tahunnya.
Di negara yang beribukota Ankara ini terdapat suatu lembah yang dikenal dengan nama Lembah Camili seluas 27.000 hektar di utara dan timur pegunungan Camili dengan ketinggian mencapai 2.415 meter di atas permukaan laut (dpl). Bunga yang ada di lembah Camili berasal dari pohon Castanea, Rhododendron, Ribes, Salvia, Taraxacum, Nila dan Trifelium.
Pohon-pohon tersebut berbunga pada bulan Maret tepatnya pada musim panas. Ada sebagian penduduk Turki tinggal di 6 desa di lembah Camili tersebut. Mereka masing-masing memiliki tanah perkebunan sekitar setengah hingga satu hektar dan mereka beternak lebah lokal yang jumlahnya mencapai 2400 koloni.
Kotak-kotak lebahnya terbuat dari kayu Linden yang dapat menghasilkan madu 80 – 100 kg per tahun, dan untuk pendapatan rata-rata petani lebah di Turki ini mencapai US $1.000 per tahun.
Menurut Ketua Asosiasi Perlebahan Indonesia (API), H. Wawan Darmawan, SE, MBA, Turki memiliki 4500.000 koloni lebah dengan 38.000 peternak dan mampu memproduksi madu sebanyak 65.000 ton/tahun. Dengan jumlah peternak yang ada, Turki memang belum maksimal membudidayakan madu.
Dari sekian banyak jenis lebah yang terdapat di Turki ini, 75 persen lebah budidaya yang menetap di perkebunan dan sisanya berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Dalam perkembangannya, Turki juga mampu memproduksi ratu lebah kurang lebih 200.000 ekor per tahun. Perkembangan ini tentunya akan meningkatkan produksi madu setiap tahunnya.
Di negara yang beribukota Ankara ini terdapat suatu lembah yang dikenal dengan nama Lembah Camili seluas 27.000 hektar di utara dan timur pegunungan Camili dengan ketinggian mencapai 2.415 meter di atas permukaan laut (dpl). Bunga yang ada di lembah Camili berasal dari pohon Castanea, Rhododendron, Ribes, Salvia, Taraxacum, Nila dan Trifelium.
Pohon-pohon tersebut berbunga pada bulan Maret tepatnya pada musim panas. Ada sebagian penduduk Turki tinggal di 6 desa di lembah Camili tersebut. Mereka masing-masing memiliki tanah perkebunan sekitar setengah hingga satu hektar dan mereka beternak lebah lokal yang jumlahnya mencapai 2400 koloni.
Kotak-kotak lebahnya terbuat dari kayu Linden yang dapat menghasilkan madu 80 – 100 kg per tahun, dan untuk pendapatan rata-rata petani lebah di Turki ini mencapai US $1.000 per tahun.
D. Perlebahan Rusia
Wilayah Rusia terletak di benua Eropa di bagian timur dan benua Asia dengan Pegunungan Ural sebagai pembatasnya, dan Siberia menjadi wilayah terluas dengan iklim cukup dingin. Karena terletak di belahan bumi paling utara, wilayah perairan Rusia umumnya ditutupi es. Meski begitu, beberapa laut dinyatakan bebas es seperti laut Barents, laut White, laut Kara dan laut Laptev. Laut Siberia timur merupakan bagian dari Antartika atau kutub utara, dan laut Bering, laut Okhotsk dan laut Jepang sebagai bagian dari Samudera Pasifik.
Rusia memiliki beberapa pulau seperti Novaya Zemlya, daratan Franz Josef, Kepulauan New Siberian, Pulau Wrangel di Samudera Arktik, Kepulauan Kuril dan Sakhalin (yang masih jadi sengketa dengan Jepang). Ada Sungai Dnephr yang berbatasan langsung dengan Ukraina) dan Sungai Volga. Selain itu ada danau Kaspia dan Laut Hitam yang berbatasan dengan Turki. Melalui Selat Bosphorus dan Sekat Dardananela, kapal-kapal Rusia dari Laut Hitam dapat berlayar menuju Laut Tengah dan Terusan Suez.
Bagi konsumen madu di Indonesia, madu yang mengkristal merupakan madu yang terkategori berkualitas terjelek. Berbeda dengan Rusia, bekas negara adidaya ini, madu kristal memiliki tonikum tinggi sehingga rata-rata penduduk Rusia harus konsumsi madu yang berkristal.
Di seluruh wilayah Rusia tersebar sekitar 200.000 koloni lebah. Potret ini memicu banyaknya para peneliti lebah dan mendukung eksistensi terapi sengatan lebah (bee venom). Jumlah peternak tercatat 600 ribu orang, baik sekedar hobi maupun yang menjadi peternak profesional.
Dalam setahun, peternak lebah hanya panen madu selama satu bulan yakni setiap bulan Juni di musim semi dengan total produksi madu berkisar 300.000-400.000 ton. Sehabis panen, koloni lebah diletakan di sebuah tempat dan diarahkan untuk membuat propolis dan royal jelly.
Soal pakan (bunga) cukup melimpah karena biasanya pada musim semi, ada sekitar 270 jenis tanaman yang berbunga. Karena harus siap-siap memasuki musim dingin setelah panen, madu yang dipasarkan dan tetap digandrungi konsumen tersebut merupakan madu yang sudah mengkristal. Di pasaran, 1 kg madu dijual dengan harga 320 rubel atau 10 dolar Amerika (Rp 100.000).
Rusia memiliki beberapa pulau seperti Novaya Zemlya, daratan Franz Josef, Kepulauan New Siberian, Pulau Wrangel di Samudera Arktik, Kepulauan Kuril dan Sakhalin (yang masih jadi sengketa dengan Jepang). Ada Sungai Dnephr yang berbatasan langsung dengan Ukraina) dan Sungai Volga. Selain itu ada danau Kaspia dan Laut Hitam yang berbatasan dengan Turki. Melalui Selat Bosphorus dan Sekat Dardananela, kapal-kapal Rusia dari Laut Hitam dapat berlayar menuju Laut Tengah dan Terusan Suez.
Bagi konsumen madu di Indonesia, madu yang mengkristal merupakan madu yang terkategori berkualitas terjelek. Berbeda dengan Rusia, bekas negara adidaya ini, madu kristal memiliki tonikum tinggi sehingga rata-rata penduduk Rusia harus konsumsi madu yang berkristal.
Di seluruh wilayah Rusia tersebar sekitar 200.000 koloni lebah. Potret ini memicu banyaknya para peneliti lebah dan mendukung eksistensi terapi sengatan lebah (bee venom). Jumlah peternak tercatat 600 ribu orang, baik sekedar hobi maupun yang menjadi peternak profesional.
Dalam setahun, peternak lebah hanya panen madu selama satu bulan yakni setiap bulan Juni di musim semi dengan total produksi madu berkisar 300.000-400.000 ton. Sehabis panen, koloni lebah diletakan di sebuah tempat dan diarahkan untuk membuat propolis dan royal jelly.
Soal pakan (bunga) cukup melimpah karena biasanya pada musim semi, ada sekitar 270 jenis tanaman yang berbunga. Karena harus siap-siap memasuki musim dingin setelah panen, madu yang dipasarkan dan tetap digandrungi konsumen tersebut merupakan madu yang sudah mengkristal. Di pasaran, 1 kg madu dijual dengan harga 320 rubel atau 10 dolar Amerika (Rp 100.000).
E. Perlebahan Afrika Dan Amerika
Afrika sebenarnya negara produsen madu yang berkualitas, dan masyarakat Afrika sudah lama mengenal madu sebagai sebuah produk terunggul. Masyarakt Mesir dan Assyria menjadikan madu sebagai obat penyembuh luka dan batuk. Anggapan itu terkait keampuhan madu yang mencairkan dahak dan melegakan tenggorokan. Madu juga dianggap sebagai sumber nutrisi, makanan bergizi yang menyehatkan dan kaya akan karbohidrat, protein, lipid, enzim dan vitamin.
Satu sendok madu mengandung 60 kalori, 11 gram karbohidrat, 1 mg kalsium, 0,2 mg zat besi, 0,1 mg vitamin B dan 1 mg vitamin C. Sekarang, madu sudah dipasarkan secara meluas ke kalangan masyarakat Afrika.
Merunut pada sebuah studi yang dilakukan di Afrika Barat, penyembuhan luka pada wanita setelah menjalani vulvectomy (operasi pada vagina) akibat kanker vagina, memakan waktu lebih cepat dengan konsumsi madu. Pemanfaatan madu juga disarankan para medis untuk mengurangi bau busuk akibat borok pada orang yang menderita penyakit kusta.
Sub spesies Afrika terdiri dari Apis mellifera scutellata, capensis, monticola, sahariensis, intermissa, adansonii, unicolor, lamarkii, litorea, nubica dan Apis mellifera jemenetica. Dengan hutan yang masih terhampar luas, Afrika menjadi salah satu produsen madu yang berkualitas dan siap bersaing dengan madu asal Amerika dan Australia untuk dipasarkan di kawasan Uni Eropa.
Di Amerika, lebah madu yang dominan dikembangkan masih sebatas Apis mellifera, --jenis lebah impor dari Eropa. Lebah ini diklasifikasikan pertama kali oleh Linnaeus pada tahun 1758 dengan menyebar dari Eropa, Amerika Utara, Amerika Selatan, Indonesia dan Australia. Lebah yang cepat beradaptasi dengan lingkungan ini sudah banyak dibudidayakan oleh para peternak asal Amerika Serikat.
Saat ini perkembangan madu di benua Amerika cukup pesat. Brasil dan Meksiko merupakan negara produktif pengekspor madu. Di Meksiko, koloni lebah digunakan untuk membantu polinasi atau persarian atau penyerbukan, --pemindahan tepung sari (pollen) ke putik (stigma) bunga suatu pohon yang dilakukan lebah selama proses pembuahan (fertilasi).
Satu sendok madu mengandung 60 kalori, 11 gram karbohidrat, 1 mg kalsium, 0,2 mg zat besi, 0,1 mg vitamin B dan 1 mg vitamin C. Sekarang, madu sudah dipasarkan secara meluas ke kalangan masyarakat Afrika.
Merunut pada sebuah studi yang dilakukan di Afrika Barat, penyembuhan luka pada wanita setelah menjalani vulvectomy (operasi pada vagina) akibat kanker vagina, memakan waktu lebih cepat dengan konsumsi madu. Pemanfaatan madu juga disarankan para medis untuk mengurangi bau busuk akibat borok pada orang yang menderita penyakit kusta.
Sub spesies Afrika terdiri dari Apis mellifera scutellata, capensis, monticola, sahariensis, intermissa, adansonii, unicolor, lamarkii, litorea, nubica dan Apis mellifera jemenetica. Dengan hutan yang masih terhampar luas, Afrika menjadi salah satu produsen madu yang berkualitas dan siap bersaing dengan madu asal Amerika dan Australia untuk dipasarkan di kawasan Uni Eropa.
Di Amerika, lebah madu yang dominan dikembangkan masih sebatas Apis mellifera, --jenis lebah impor dari Eropa. Lebah ini diklasifikasikan pertama kali oleh Linnaeus pada tahun 1758 dengan menyebar dari Eropa, Amerika Utara, Amerika Selatan, Indonesia dan Australia. Lebah yang cepat beradaptasi dengan lingkungan ini sudah banyak dibudidayakan oleh para peternak asal Amerika Serikat.
Saat ini perkembangan madu di benua Amerika cukup pesat. Brasil dan Meksiko merupakan negara produktif pengekspor madu. Di Meksiko, koloni lebah digunakan untuk membantu polinasi atau persarian atau penyerbukan, --pemindahan tepung sari (pollen) ke putik (stigma) bunga suatu pohon yang dilakukan lebah selama proses pembuahan (fertilasi).
Uganda Miliki Potensi Lebah Yang Besar
Uganda merupakan negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah. Memiliki potensi pengembangan perlebahan yang sangat luar biasa, terutama di sebelah barat di propinsi Masindi District, Mid Western Uganda. Dari budidaya lebah, mampu menambah penghasilan petani di pedesaan. Jika dikelola serius usaha ini dapat membantu pemerintah Uganda memerangi kemiskinan.
Potensi ini diketahui pasca ada penelitian dari Organisation National Agriculture Resaerch Organisation Uganda (ONAROU) pimpinan Robert Kajobe. Menurutnya, berbagai penelitian terus dilakukan untuk pemeliharaan lebah sehingga akan menghasilkan kualitas dan kuantitas produk yang unggul. ‘’Sekarang produk perlebahan Uganda banyak terdapat di sebelah barat Uganda tepatnya di wilayah Masindi yang banyak pakan lebah,’’ katanya.
Persoalan yang sering dihadapi para petani, menurut Kajobe adalah sekitar permodalan, dan biaya sosialisasi perlebahan karena masih banyak kualitas madu yang berkualitas buruk. Karena itu, perkelahan Uganda terus memberi sosialisasi seputar budidaya lebah sesuai standar yang benar seperti pemeliharaan, panen, proses dan menyimpan produk perlebahan.
‘’Jika cara yang digunakan secara benar dan petani memiliki fasilitas yang lengkap untuk membudidayakannya, perlebahan Uganda akan cepat berkembang dan memiliki mutu dan kualitas yang baik,’’ katanya.
Republik Uganda merupakan sebuah negara di Afrika Timur. Negara yang mendapat julukan Mutiara Afrika oleh Winston Churchill ini berbatasan dengan Kenya di sebelah timur, Sudan di utara, Republik Demokratik Kongo di barat, Rwanda di barat daya, dan Tanzania serta Danau Victoria di selatan. Nama negara ini berasal dari kerajaan Buganda yang wilayahnya dahulu mencakup bagian selatan Uganda.
Uganda terbagi kepada 70 distrik, walaupun tak berpantai, Uganda mempunyai beberapa danau besar, seperti Danau Victoria, danau Albert,danau Kyoga dan danau Edward. Negeri ini terletak di plateau Afrika Timur, 900 m dpl. Umumnya Uganda beriklim tropis, tapi ada juga variasi. Uganda miliki beberapa pulau di danau Victoria. Kota-kota terpenting terletak di selatan dekat danau Victoria termasuk ibukota Kampala dan kota di dekatnya, Entebe. Uganda dibagi atas empat daerah administratif; utara, timur, sentral dan barat dengan nama menurut kota terbesar. Misalnya kota Kampala terletak di distrik Kampala.
Potensi ini diketahui pasca ada penelitian dari Organisation National Agriculture Resaerch Organisation Uganda (ONAROU) pimpinan Robert Kajobe. Menurutnya, berbagai penelitian terus dilakukan untuk pemeliharaan lebah sehingga akan menghasilkan kualitas dan kuantitas produk yang unggul. ‘’Sekarang produk perlebahan Uganda banyak terdapat di sebelah barat Uganda tepatnya di wilayah Masindi yang banyak pakan lebah,’’ katanya.
Persoalan yang sering dihadapi para petani, menurut Kajobe adalah sekitar permodalan, dan biaya sosialisasi perlebahan karena masih banyak kualitas madu yang berkualitas buruk. Karena itu, perkelahan Uganda terus memberi sosialisasi seputar budidaya lebah sesuai standar yang benar seperti pemeliharaan, panen, proses dan menyimpan produk perlebahan.
‘’Jika cara yang digunakan secara benar dan petani memiliki fasilitas yang lengkap untuk membudidayakannya, perlebahan Uganda akan cepat berkembang dan memiliki mutu dan kualitas yang baik,’’ katanya.
Republik Uganda merupakan sebuah negara di Afrika Timur. Negara yang mendapat julukan Mutiara Afrika oleh Winston Churchill ini berbatasan dengan Kenya di sebelah timur, Sudan di utara, Republik Demokratik Kongo di barat, Rwanda di barat daya, dan Tanzania serta Danau Victoria di selatan. Nama negara ini berasal dari kerajaan Buganda yang wilayahnya dahulu mencakup bagian selatan Uganda.
Uganda terbagi kepada 70 distrik, walaupun tak berpantai, Uganda mempunyai beberapa danau besar, seperti Danau Victoria, danau Albert,danau Kyoga dan danau Edward. Negeri ini terletak di plateau Afrika Timur, 900 m dpl. Umumnya Uganda beriklim tropis, tapi ada juga variasi. Uganda miliki beberapa pulau di danau Victoria. Kota-kota terpenting terletak di selatan dekat danau Victoria termasuk ibukota Kampala dan kota di dekatnya, Entebe. Uganda dibagi atas empat daerah administratif; utara, timur, sentral dan barat dengan nama menurut kota terbesar. Misalnya kota Kampala terletak di distrik Kampala.
Perlebahan Tanzania
Tanzania adalah negara cantik yang terletak di Afrika bagian Timur, beriklim tropis. Dahulu dikenal dengan nama Tanganyika, karena di Tanzania ada sebuah danau yang sangat terkenal yaitu Danau Tangayika dan berbatasan dengan banyak negara, antara lain Kenya, Uganda, Rwanda, Burundi, Democratic Republic of Congo, Zambia, Malawi, dan Mozambique.
Setiap tahunnya, Tanzania memproduksi 10.000 ton madu dengan rata-rata 700 ton lilin lebah. Hampir semua lilin lebah di Tanzania ini berkualitas tinggi karena diproduksi dari sarang yang terbuat dari kulit kayu atau batang kayu dan tidak terkontaminasi oleh bahan logam.
Lilin lebah yang terdapat di Tanzania dengan ibukotanya yang sangat terkenal Dar es Salaam ini, memiliki banyak manfaat, bahkan sebagian besar lilin lebahnya dijual ke Brylcream dan Eropa.
Luas wilayah Tanzania adalah 945.087 km2, dengan penduduk berjumlah sekitar 35.922.454 orang, 95% berasal dari penduduk asli Afrika (ras Bantu) terbagi dalam 130 suku yang sebagian besar peternak lebah. Mereka mengembangkan lebahnya di hutan yang memiliki nektar bunga yang sangat baik seperti pohon Muwa (Julbernardia Globiflora). Sarang lebah di hutan selalu terdapat di atas pohon yang dapat melindunginya dari predator lebah lain seperti semut dan kebakaran rumput.
Setiap tahunnya, Tanzania memproduksi 10.000 ton madu dengan rata-rata 700 ton lilin lebah. Hampir semua lilin lebah di Tanzania ini berkualitas tinggi karena diproduksi dari sarang yang terbuat dari kulit kayu atau batang kayu dan tidak terkontaminasi oleh bahan logam.
Lilin lebah yang terdapat di Tanzania dengan ibukotanya yang sangat terkenal Dar es Salaam ini, memiliki banyak manfaat, bahkan sebagian besar lilin lebahnya dijual ke Brylcream dan Eropa.
Luas wilayah Tanzania adalah 945.087 km2, dengan penduduk berjumlah sekitar 35.922.454 orang, 95% berasal dari penduduk asli Afrika (ras Bantu) terbagi dalam 130 suku yang sebagian besar peternak lebah. Mereka mengembangkan lebahnya di hutan yang memiliki nektar bunga yang sangat baik seperti pohon Muwa (Julbernardia Globiflora). Sarang lebah di hutan selalu terdapat di atas pohon yang dapat melindunginya dari predator lebah lain seperti semut dan kebakaran rumput.
Perlebahan Yaman, Proyek Potensial Ekonomi Nasional
Bagi pemerintahan Republik Yaman, perlebahan merupakan proyek yang sangat potensial dalam perekonomian nasional. Sepanjang tahun 2005 saja, Yaman mampu mengekspor hasil lebah madu sebanyak 17 persen ke negara-negara Eropa. Sekarang ini Yaman memiliki lebih dari satu juta lokoni lebah sehingga menteri pertanian mempertimbangkan investasi pada bisnis madu. Hal ini tertuang dalam 5 strategi pertanian di negara tersebut.
Perlebahan Yaman yang mulai dikembangkan secara intensif sejak tahun 1993 ini, menyediakan berbagai kursus perlebahan kepada masyarakat atau petani madu yang tersebar di seluruh Republik Yaman. Ada sekitar 4.037 peternak mengikuti latihan yang diadakan pemerintah.
Tak hanya diekspor ke Eropa, madu Yaman juga banyak diperjualbelikan di Indonesia atau lebih dikenal dengan madu Arab. Namun sayangnya, karena kualitas yang baik, banyak madu Arab yang dipalsukan dengan mengekstrak sari buah kurma.
Republik Yaman adalah sebuah negara di Jazirah Arab di Asia Barat Daya, bagian dari Timur Tengah. Yaman berbatasan dengan Laut Arab di sebelah selatan, Teluk Aden dan Laut Merah di sebelah barat, Oman di sebelah timur dan Arab Saudi di sebelah utara. Orang-orang keturunan Arab di Indonesia sebagian besarnya berasal dari negara ini.
Yaman merupakan salah satu pusat peradaban Islam tertua di dunia. Dari abad ke-9 SM hingga abad ke-6 Masehi, Yaman menguasai perdagangan rempah yang menguntungkan. Yaman dikenali oleh orang Roma sebagai Arabia Felix (Arab Gembira) kerena kekayaannya yang dihasilkannya.
Yaman Utara mencapai kemerdekaan dari Kerajaan Turki Uthmaniyyah pada tahun 1918 dan menjadi sebuah republik pada tahun 1962. Pada tahun 1939, Inggris menduduki pelabuhan Aden dan menjadikannya sebagai sebuah tanah jajahan.
Pada tahun 1967, Inggris mundur karena tekanan yang semakin meningkat dari pejuang Yaman yang disokong negara Mesir dari utara. Selepas pengunduran Inggris, kawasan ini dikenali sebagai Yaman Selatan. Pada tahun 1970, kerajaan selatan mengamalkan sistem kerajaan komunis. Kedua-dua negara disatukan secara resmi sebagai Republik Yaman pada 22 Mei 1990.
Perlebahan Yaman yang mulai dikembangkan secara intensif sejak tahun 1993 ini, menyediakan berbagai kursus perlebahan kepada masyarakat atau petani madu yang tersebar di seluruh Republik Yaman. Ada sekitar 4.037 peternak mengikuti latihan yang diadakan pemerintah.
Tak hanya diekspor ke Eropa, madu Yaman juga banyak diperjualbelikan di Indonesia atau lebih dikenal dengan madu Arab. Namun sayangnya, karena kualitas yang baik, banyak madu Arab yang dipalsukan dengan mengekstrak sari buah kurma.
Republik Yaman adalah sebuah negara di Jazirah Arab di Asia Barat Daya, bagian dari Timur Tengah. Yaman berbatasan dengan Laut Arab di sebelah selatan, Teluk Aden dan Laut Merah di sebelah barat, Oman di sebelah timur dan Arab Saudi di sebelah utara. Orang-orang keturunan Arab di Indonesia sebagian besarnya berasal dari negara ini.
Yaman merupakan salah satu pusat peradaban Islam tertua di dunia. Dari abad ke-9 SM hingga abad ke-6 Masehi, Yaman menguasai perdagangan rempah yang menguntungkan. Yaman dikenali oleh orang Roma sebagai Arabia Felix (Arab Gembira) kerena kekayaannya yang dihasilkannya.
Yaman Utara mencapai kemerdekaan dari Kerajaan Turki Uthmaniyyah pada tahun 1918 dan menjadi sebuah republik pada tahun 1962. Pada tahun 1939, Inggris menduduki pelabuhan Aden dan menjadikannya sebagai sebuah tanah jajahan.
Pada tahun 1967, Inggris mundur karena tekanan yang semakin meningkat dari pejuang Yaman yang disokong negara Mesir dari utara. Selepas pengunduran Inggris, kawasan ini dikenali sebagai Yaman Selatan. Pada tahun 1970, kerajaan selatan mengamalkan sistem kerajaan komunis. Kedua-dua negara disatukan secara resmi sebagai Republik Yaman pada 22 Mei 1990.
BAB VI: MADU RACIKAN PAK OLES
OLEH: BENY ULEANDER
Dr Ir GN Wididana, M.Agr dikenal sebagai pionir pertanian organik berbasis teknologi Effective Microorganisms (EM) di Indonesia. Selain bergerak di bidang pertanian, pria kelahiran Buleleng 9 Agustus 1962 ini merambah bidang kesehatan dengan ikon Ramuan Pak Oles yang dipasarkan PT Karya Pak Oles Tokcer berpusat di Bali.
Teknologi EM pertama kali ditemukan Prof Teruo Higa dari University of Ryukyus Okinawa, Jepang. Kemudian Prof Higa bersama Wididana melakukan penelitian, membuat buku dan menyebarkan informasi mengenai penggunaan mikroorganisme yang menguntungkan (EM) untuk mengurangi residu kimia.
Dari teknologi tradisional yang diproses melalui fermentasi EM, pria yang diakrabi Pak Oles ini memproduksi Minyak Oles Bokashi dalam skala besar –sebuah produk kesehatan yang multi khasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit seperti wasir, salah urat, alergi kulit, kudis, kurap, penyakit dalam hingga meningkatkan vitalitas seks.
Pak Oles juga meracik berbagai produk madu. Madu Geruh untuk meningkatkan stamina, Madu Sekar untuk menjaga berat badan ideal, Madu Rocky untuk menetralisir nikotin, Madu Jamur untuk menurunkan kolesterol dan asam urat, Madu Pollen (Malen) untuk meningkatkan metabolisme tubuh dan Pasta Serbuk Sari Sekar (Pollen) agar awet muda. Aneka produk madu tersebut dikemas dalam dua ukuran: 110 ml dan 375 ml dan sudah merambah pasar di DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Lampung, NTB, Sulawesi Selatan dan Bali.
Madu asli yang sebelumnya dianggap sebuah barang langka di pasaran karena sulit ditemukan, image tersebut sirna dan terkubur dengan adanya aneka madu Ramuan Pak Oles. Terbukti, redaksi Koran Pak Oles setiap minggu menerima masukan dari suara konsumen maniak Ramuan Pak Oles dari berbagai propinsi di Indonesia. Mereka umumnya menyatakan (testimonium), penyakit yang mereka derita sembuh berkat konsumsi salah satu madu racikan Pak Oles.
Untuk pengadaan bahan baku madu, sejak tahun 1997, PT Karya Pak Oles Tokcer sudah menjalin kerja sama dengan Koperasi Usaha Perlebahan Indonesia. Madu yang berhasil dipasarkan setiap bulan mencapai 10 ton. Pada tahun 2003, berkat ketekunan dan keseriusan Pak Oles dalam bidang pemasaran madu, Koperasi Usaha Perlebahan Indonesia memberikan tanda penghargaan kepada Pak Oles.
Dr Ir GN Wididana, M.Agr dikenal sebagai pionir pertanian organik berbasis teknologi Effective Microorganisms (EM) di Indonesia. Selain bergerak di bidang pertanian, pria kelahiran Buleleng 9 Agustus 1962 ini merambah bidang kesehatan dengan ikon Ramuan Pak Oles yang dipasarkan PT Karya Pak Oles Tokcer berpusat di Bali.
Teknologi EM pertama kali ditemukan Prof Teruo Higa dari University of Ryukyus Okinawa, Jepang. Kemudian Prof Higa bersama Wididana melakukan penelitian, membuat buku dan menyebarkan informasi mengenai penggunaan mikroorganisme yang menguntungkan (EM) untuk mengurangi residu kimia.
Dari teknologi tradisional yang diproses melalui fermentasi EM, pria yang diakrabi Pak Oles ini memproduksi Minyak Oles Bokashi dalam skala besar –sebuah produk kesehatan yang multi khasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit seperti wasir, salah urat, alergi kulit, kudis, kurap, penyakit dalam hingga meningkatkan vitalitas seks.
Pak Oles juga meracik berbagai produk madu. Madu Geruh untuk meningkatkan stamina, Madu Sekar untuk menjaga berat badan ideal, Madu Rocky untuk menetralisir nikotin, Madu Jamur untuk menurunkan kolesterol dan asam urat, Madu Pollen (Malen) untuk meningkatkan metabolisme tubuh dan Pasta Serbuk Sari Sekar (Pollen) agar awet muda. Aneka produk madu tersebut dikemas dalam dua ukuran: 110 ml dan 375 ml dan sudah merambah pasar di DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Lampung, NTB, Sulawesi Selatan dan Bali.
Madu asli yang sebelumnya dianggap sebuah barang langka di pasaran karena sulit ditemukan, image tersebut sirna dan terkubur dengan adanya aneka madu Ramuan Pak Oles. Terbukti, redaksi Koran Pak Oles setiap minggu menerima masukan dari suara konsumen maniak Ramuan Pak Oles dari berbagai propinsi di Indonesia. Mereka umumnya menyatakan (testimonium), penyakit yang mereka derita sembuh berkat konsumsi salah satu madu racikan Pak Oles.
Untuk pengadaan bahan baku madu, sejak tahun 1997, PT Karya Pak Oles Tokcer sudah menjalin kerja sama dengan Koperasi Usaha Perlebahan Indonesia. Madu yang berhasil dipasarkan setiap bulan mencapai 10 ton. Pada tahun 2003, berkat ketekunan dan keseriusan Pak Oles dalam bidang pemasaran madu, Koperasi Usaha Perlebahan Indonesia memberikan tanda penghargaan kepada Pak Oles.
Langganan:
Postingan (Atom)